MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 51


__ADS_3

drett drett


bunyi ponsel Alena .


saat mendengar ponselnya berbunyi alena langsung mengambil dan menjawab panggilan itu.


Alan hanya melihat sekilas dan kembali menonton film kembali.


itulah yang mereka kerjakan Sekarang yaitu bersantai santai setelah selesai melaksanakan shalat di masjid.


"hemm ya."hanya itu yang Alena katakan dan langsung mematikan panggilan tersebut.


"siapa?"tanya Alan karena kalau alena menerima telepon seseorang berarti ada suatu masalah.


"kita kan tidak ada kerjaan gimana kalau kita kekantor aja ,aku bosan di rumah."kata Alena mengalihkan pembicaraan agar dia tidak berbohong kepada Alan.


"baiklah,ayo bantu aku bersiap siap." kata alan menyeret alena ke ruang ganti.


.


.


sekarang Alan dan Alena sudah sampai di depan kantor.


mereka berjalan seperti biasa Alan di depan dan Alena di belakang Alan.


"Alan gimana kalau kita ke tempat Frans dulu untuk melihat apa yang dilakukan oleh dia."kata Alena.


"baiklah."


mereka pun berjalan ke arah ruangan Frans dulu yang berada di samping ruangan Alan.


tanpa mengetuk pintu Alan dan Alena langsung membuka pintu tersebut.



ceklek.



mata Alan membulat saat melihat sepasang kekasih yang sedang berciuman panas di meja kerja Frans.


__ADS_1


mendengar suara pintu di buka sepasang anak manusia itu melepaskan pagutan nya.



keduanya membulatkan mata melihat dua orang yang begitu mereka takuti berada tepat di depan pintu.



"temui kami setelah urusan kalian selesai."bukan Alan yang mengatakan itu tetapi Alena lah yang mengucapkan nya dengan nada yang begitu dingin.



sekarang wajah Alena bukanlah datar seperti biasanya tetapi dingin lah yang paling mendominasi wajah Alena sekarang.



Alan yang menyadari perubahan Alena pun memeluk nya saat mereka sudah berada di dalam ruangan Alan.



"jangan marah mereka cuman berciuman tidak lebih."kata Alan dengan nada lembut.


Alena tidak menjawab ia memilih untuk duduk di sofa dan menunduk menenangkan pikiran nya.



tak berselang lama.



ceklek.


Frans dan Aleta memasuki ruangan yang tiba-tiba berubah menjadi seperti kutub es .


"selamat siang tuan dan nyonya."kata frans dengan sedikit menundukkan kepalanya.


sedang kan aleta hanya bungkam saja sejak selesai berciuman tadi.


"duduk."kata eh bukan tapi perintah Alena dengan nada dingin.



Frans terkejut melihat perubahan Alena yang begitu dingin biasanya dia akan datar dan sangat pandai dalam mengendalikan mimik wajahnya tetapi tidak untuk saat ini.

__ADS_1


Aleta dan Frans duduk di sofa yang berada tepat dihadapan Alena dan Alan.


hening


tidak ada yang membuka suara walau banyak pertanyaan di benak masing-masing karena hawa yang begitu menakutkan .


"kau ingat perjanjian kita?"


alena nyali mengangkat kepalanya dan melihat kearah aleta.


Frans dan Alan tercengang mendengar pertanyaan Alena pada Aleta.


'makaudnya?'pikit Frans dan Alan tetapi mereka tidak membuka suara untuk bertanya kepada Alena sekarang.


Aleta tidak menjawab dia hanya menundukkan kepalanya.


"jawab."kata Alena lagi dengan nada yang tidak bersahabat.


Aleta mengangkat kepalanya dan Aleta hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Alena.


kemudian Aleta kembali menunduk.


"kau ingatkan kalau aku memiliki hak untuk menghukumi nya ."kata alena sambil menunjuk frans.


mendengar ucapan Alena Aleta langsung menengadah menatap Alena .



"kakak aku mohon jangan hukum dia aku sangat mencintainya."


.


.


.


.


bersambung.


###


***Jangan lupa like and vote

__ADS_1


Salam hangat dari author 😘😘***


__ADS_2