MY NAME IS ALENA

MY NAME IS ALENA
episode 23


__ADS_3

Frans kembali melihat kearah Aurel yang masih duduk dipangkuan Alan.



Frans memang sudah lama tidak menyukai Aurel karena baginya Aurel seperti jalang yang selalu memakai pakaian yang terbuka dan memperlihatkan bentuk tubuhnya.



dasar wanita tidak tau malu sudah jelas ada istrinya disini masih saja menggoda suami orang,dan nyonya kenapa hanya menonton saja kenapa tidak melawan.gerutu Frans dalam hati melihat Alena yang hanya duduk santai di meja kerjanya.



"tuan meeting akan dimulai sepuluh menit lagi dan semua direktur cabang sudah hadir diruang meeting."ucap Frans.



"baiklah "Alan berdiri dari duduknya otomatis Aurel juga ikut berdiri.



"aku pergi dulu jangan biarkan ada orang yang masuk keruangan ku."kata Alan kepada Alena dan langsung meninggalkan ruangan CEO itu.



sedangkan Aurel berjalan menuju meja kerja Alena yang berada di dekat pintu masuk.



"sekarang kau tau dimana l


posisimu sekarang,kau itu hanya Pembantu Alan dan saat Alan bosan kau itu akan dibuangnya."


Alena mengangkat kepalanya dan menatap manik biru Aurel.


"kau yakin?"hanya dua kata itu yang keluar dari mulut Alena tapi berhasil membuat wajah Aurel memerah karena emosi.


"kau pikir kau itu siapa hah!!beraninya melawan diriku."Aurel menarik jilbab Alena kebelakang otomatis kepala Alena menjadi menada.



Alena langsung menghempaskan tangan Aurel yang menarik jilbabnya.


dengan sekali hempasan tangan Aurel langsung terlepas dari hijab Alena.


"tidurlah nyonya tuan Alan akan selesai sekitar 1jam ,jadi anda bisa tiduran sambil menunggu tuan datang."ucap Alena dengan sopan.

__ADS_1



Aurel langsung berjalan kearah pintu ruang pribadi yang didesain untuk istirahat Alan,memiliki fasilitas yang lengkap.



Alena hanya bisa menghembuskan nafasnya saat Aurel pergi dari hadapannya.


.


.


.


satu jam kemudian.


ceklek.


Alan memasuki ruangannya diikuti oleh Frans dibelakangnya.


"apakah Aurel sudah pulang ."tanya Alan kepada Alena yang masih asik dengan pekerjaannya.


"nona Aurel masuk keruang pribadi anda tuan katanya ia akan menunggu anda sambil tiduran."jawab Alena tenang.


ceklek


alan melihat Aurel yang tertidur pulas diranjangnya.


ada apa dengan diriku kenapa saat melihat tubuh Aurel aku biasa saja sedangkan saat melihat tubuh Alena aki langsung on.pikir Alan


Alan keluar ruangan dan dan menuju ke meja kerjanya.


sedangkan Frans sudah kembali keruangannya.



tidak ada pembicaraan diantara Alan dan Alena mereka sama sama diam dan melaksanajan pekerjaan mereka masing\-masing.


tak terasa ternyata waktu sudah menunjukkan waktu untuk makan siang.


"mau makan siang dimana tuan ?"tanya alena melihat arlojinya sudah menunjukkan jam makan siang.



"aku akan makan siang dengan Aurel "jawab Alan.

__ADS_1


"sayang maafkan aku ,aku ketiduran karena menunggumu selesai meeting."Aurel keluar dan berjalan menuju ke arah Alan.


"ayo makan bukankah kau tadi ingin makan siang bersamaku."kata Alan sambil menggenggam tangan Aurel keluar ruangan.



banyak pasang mata yang iri melihat kemesraan dua orang penting yang berlalu dihadapan mereka.



sedangkan Alena tidak pergi mengikuti Alan Karena ia malas melihat kemesraan dua orang yang sedang dimabuk asmara itu.


Alena langsung mengambil bekal yang ia bawa tadi .


Alena membaca doa lalu mulai memakan bekalnya.


ceklek.


Frans masuk .


"kau tidak pergi ke kantin Frans?"tanya Alena.


"tidak nyonya."jawab Frans sopan.


"kalau begitu mari makan bersamaku aku membawa bekal yang agak banyak karena aku pikir Alan akan makan bekal juga ternyata ia pergi bersama Aurel."kata Alena sambil tersenyum tidak ada raut sedih di wajahnya.


"baiklah ,aku juga sedang lapar."


mereka pun makan bersama diruangan Alan.


.


.


.


.


.


bersambung


###


Salam hangat dari author 😘😘

__ADS_1


__ADS_2