
"aku hanya meminta satu hal dan kau sama sekali tidak bisa memenuhinya ,aku jadi ragu kau mencintaiku atau tidak."kata Alena memotong ucapan Alan.
alena mengatakan itu masih dengan posisi memunggungi Alan .
degg
sakit rasanya saat Alena mengatakan hal itu padanya ,Alena seperti tidak mempercayai akan cintanya.
'apakah ini yang dirasakan Alena saat ia tidak mempercayai nya?'kata Alan dalam hati.
"maafkan aku ,bukan maksud ku untuk tidak mempercayai mu tapi aku hanya mencari tau apakah yang di video itu benar atau salah."kata alan membela diri.
"jika kau ingin bertanya tanyakan saat kita hanya berdua seperti ini bukan ditempat yang masih ada orang."kata Alena dan membalikkan badannya menghadap Alan.
"kau tau saat kau mengatakan cinta mu padaku ,apakah pernah aku bertanya tentang kebenaran cinta itu?"kata Alena lagi.
itulah kelemahan terbesar Alena ia paling sakit kalau orang yang ia sayang tidak percaya dengan dirinya.
"apakah saat kau mempunyai ratusan wanita yang pernah kau tiduri apakah aku pernah meragukan cinta yang kau berikan?"lanjut Alena.
"apakah saat kau bersama dengan aurel waktu makan malam bersama ,apakah ada aku bertanya apa yang kau lakukan?"alena terus mengeluarkan seluruh unek unek yang ada dalam hatinya.
"kenapa aku tidak bertanya tentang hal itu karena disini ada kepercayaan yang begitu besar akan suamiku dan aku yakin suatu saat suatu yang menjadi milikku akan kembali padaku."kata Alena menunjuk dada kirinya sendiri.
"dan kau karena video 15 detik,cuman 15 detik langsung mempertanyakan padaku apakah itu benar atau salah di depan musuh ku sendiri."kata Alena .
Alan hanya diam saja memperhatikan Alena ,ia tidak tau yang harus ia katakan karena semua yang Alena katakan memang benar adanya.
"aku tak masalah kau menanyakannya di tempat manapun asalkan kita berdua ,dan jangan di depan musuh ku."kata Alena mulai melunak.
"kau bertanya tadi seolah-olah aku hanya orang lain bagimu."kata Alena lirih .
__ADS_1
Alan hanya diam saja dia tak mampu mengeluarkan kata kata apapun dari bibirnya.
"ya sudah ayo makan bibi pasti sudah menunggu kita."dalam seperkian detik wajah Alena kembali datar.
Alena langsung berjalan keluar meninggalkan alan sendirian.
.
.
.
.
sesampainya di dapur Alena melihat bibi Rika sedang memasak makanan.
Alena langsung berjalan kearah bibi Rika dan memeluknya dari belakang.
Rika sudah tau kalau Alena memeluknya berarti ia sedang mencari ketenangan di dalam pelukannya.
bibi Rika berbalik dan memeluk Alena.
"ada apa hemm?"kata bibi Rika sambil mengelus puncak kepala Alena.
"tidak ada."kata Alena singkat.
Alena melepas pelukannya dan ingin pergi dari hadapan bibi Rika tetapi ditahan oleh bibi Rika.
"aku tau kau pasti sedang marahan dengan anak nakal itu,dia memang seperti itu dia sangat sulit dalam mempercayai seseorang."kata bibi Rika sambil menepuk pundak Alena.
"hemm."jawab alena dan berlalu membawa makanan yang sudah masak ke meja makan.
.
__ADS_1
.
.
.
sekarang Alena ,Alan dan ibu rika(sekarang dipanggil ibu bukan bibi lagi) sedang makan bersama di meja makan.
semua makan dengan diam hanya dentingan sendok yang terdengar.
setelah selesai makan belum ada yang beranjak dari meja makan.
"bibi Alena mau ke atas dulu mau istirahat."kata Alena.
"jangan panggil bibi lagi , sekarang kamu sudah jadi menantu saya jadi sekarang kamu panggil ibu saja sama seperti Alan."kata ibu rika.
"iya Bu,kalau begitu saya keatas dulu Bu."kata Alena langsung berjalan keatas.
.
.
.
.
bersambung
jangan lupa like and vote ya 😉
salam hangat dari author 😘😘
__ADS_1