
"jalang ya, mari kita bermain dengan jalang ini."kata bibi Rika berjalan ke arah Baron dengan sesuatu di tangannya.
wajah Baron yang merah karena amarah tadi kini sudah menjadi pucat pasi melihat benda yang dibawa oleh bibi Rika.
jarum suntik
benda itulah yang dibawa oleh bibi Rika ,mungkin bagi sebagian orang mungkin itu hanya hal yang biasa tetapi tidak bagi orang yang merupakan musuh Alena .
menurut rumor yang beredar kalau Alena itu menghukum musuhnya menggunakan jarum suntik yang telah di beri cairan mungkin racun ,obat yang membuat orang gila atau obat perangsang dan banyak lagi.
degg degg
jantung Baron semakin kencang berdetak saat bibi Rika sudah ada di hadapannya.
"baiklah sayang ,yang mana yang mau disuntik."kata bibi Rika memainkan jarum suntik di tangannya.
"jangan berani bermain dengan ku jalang."ancam Baron pada rika.
"kenapa tidak boleh bukan kah kau bilang ini tempat bermain tadi?"kata Rika pura pura bingung.
"jangan main main Rika."ancam Baron lagi saat jarum suntik itu bermain main di lengannya.
"aku tidak main main kok."kata Rika sepolos mungkin.
Ahhk
ringis Baron saat jarum suntik itu menerobos masuk kedalam kulitnya.
"baiklah sekarang kita belajar berhitung,kita tidak akan main main kita akan belajar berhitung dari satu sampai sepuluh."kata bibi Rika mencabut jarumnya dan berjalan ke tempat duduknya kembali.
"kau sudah bisa menghitung anak ku?"tanya bibi Rika pada Alan yang berdiri di belakang nya.
__ADS_1
"ibu aku ini seorang CEO ,apakah ada orang yang menanyakan hal itu pada seorang CEO."kata Alan kesal .walaupun wajah dan mata Alan masih merah karena menangis tadi tetapi ia sudah bisa berbicara tanpa sesenggukan lagi.
"kau masih anak kecil ku bukan seorang CEO perusahaan besar."kata bibi Rika tegas.
"sekarang hitung dari satu sampai sepuluh!!"perintah bibi Rika pada Alan.
"satu."
"dua."
"tiga."
"empat."
"lima."
"enam."
"delapan."
"sembilan."
"sepuluh."
akhhhh
saat hitungan ke sepuluh terdengar pekikan dari arah Baron ,ternyata hukumannya sudah mulai beraksi.
Rika langsung berdiri dari duduknya dan berjalan santai menuju ke arah baron yang sedang menggeliat geliatkan badannya.
"ada apa sayang apa yang sakit?"kata bibi Rika pura pura cemas.
__ADS_1
"berani beraninya kau memberikan aku obat perangsang."kata Baron penuh penekanan.
Baron buka lah orang bodoh yang tidak mengetahui apa yang terjadi dalam tubuhnya sekarang.
"obat perangsang?"kata bibi Rika pura pura berpikir.
"oh itu ,ini yang kau bilang."kata bibi Rika mengeluarkan jarum suntik tadi dari dalam saku nya.
"iya emang kenapa?bukankah kau yang ingin bermain dengan jalang seperti ku ini maka kau harus lebih kuat ,jadi ya aku beri obat kuat aja."kata bibi rika santai.
lalu bibi Rika duduk di pangkuan Baron dengan tangan yang memeluk leher Baron.
Baron tidak bisa melakukan apapun karena kaki dan tangannya yang terikat.
badan Baron terasa semakin panas saat Rika duduk di pangkuan nya ,sesuatu dalam dirinya rasanya ingin cepat untuk dipuaskan.
"ahhh."desahan Baron saat tangan bibi Rika menyentuh lehernya.
"kau mau apa sayang?"kata bibi Rika sambil tangannya turun menuju ke dada Baron.
"ahhh."Baron mulai bergerak gerak seperti cacing kepanasan karena obat perangsang itu sudah bekerja secara keseluruhan.
.
.
.
.
bersambung.
Jangan lupa like and vote ya 😉
__ADS_1
salam hangat dari author 😘😘