
keesokan paginya.
ugghh
Alan menggeliatkan tubuhnya dan membuka matanya.
tunggu tunggu!!!
tangan dan kakinya kenapa tidak bisa digerakkan ada apa ini,pikir Alan.
Alan lalu menghadap kesamping ternyata Alena masih tertidur lelap di sampingnya dengan tangan dan kaki yang sama sama diikat .
"sayang ,sayang bangun."bisik alan pada Alena yang berada tidak jauh darinya,kira kira jarak mereka hanya sekitar satu meter saja.
ughh
Alena membuka matanya dan mulai mengembalikan kesadarannya.
Alena memperhatikan sekitarnya, begitu juga dengan Alan mereka sama sama diam dengan pikiran masing-masing.
pintu gedung itu terbuka dan seseorang masuk ke dalam.
"oh anak dan menantu ku ,kenapa kalian ikat nanti tangan dan kakinya jadi sakit."kata Baron saat masuk kedalam ruangan dan memarahi anak buahnya yang ada di sudut gedung.
"oh maafkan anak buahku menantu ,dia memang tidak pandai dalam menyambut tamu-tamu ku dengan baik."kata Baron sambil tersenyum kepada Alena .
"dasar tidak tau malu ,apakah ini caramu dalam bermain? dengan cara bermain dari belakang lawan."ejek Alan pada baron.
"oh anakku yang terrrrrsayang ,ini permainan dan disini yang terpenting adalah kemenangan ,kau mengerti."kata Baron sambil mencubit hidung alan.
__ADS_1
"cihh."Alan memalingkan wajahnya dari Baron.
"oh astaga aku mau melukis siapa dulu ya,aku jadi bingung."kata Baron mengetuk ngetuk dagunya.
"yang ini anak laki laki sialan yang berani membawa gadisku dan pergi bersamanya."kata Baron sambil menunjuk ke arah Alena.
"dan yang ini anak jalang , yang karenanya aku berpisah dengan gadisku."kata Baron menunjuk Alan dengan penuh kebencian.
"kau tau karena wanita sialan itu ,maka hari itu aku akan menikah dengan wanitaku ."lanjut Baron dengan nada penuh kebencian.
"jadi karena sifatnya yang jalang itu maka aku menjualnya aja di tempat yang tepat."kata Baron santai.
tangan Alan terkepal erat mendengar ucapan Baron.
"baiklah kalau begitu aku akan memilih wanita ini dulu yang jadi lukisan ku."kata Baron berjalan ke arah alena dengan sebuah pisau kecil di tangan nya.
Baron agak menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah alena,lalu Baron mencengkram dagu Alena dan menggerakkan wajah Alena kakiri dan kekanan.
"jangan kau sentuh Istriku sialan."teriak Alan .
"berani kau sentuhnya maka kau tidak akan pernah membayangkan apa yang akan aku lakukan."ancam Alan dengan aura membunuh.
sedangkan Alena hanya diam saja memperhatikan laki laki di hadapannya sekarang.
dia adalah cinta pertama dari ibu kandung Alena tetapi karena perjodohan ibu Alena menikah dengan tuan frananda yaitu ayah Alena ,karena itulah Baron begitu membencinya.
"hahahaha."Baron malah tertawa mendengar ancaman Alan .
__ADS_1
"kau yakin akan membela wanita licik ini,kau masih kecil nak kau belum tau siapa sebenarnya wanita ini."kata Baron menunjuk Alena.
tapi Alan sama sekali tidak tergoyahkan oleh kata kata baron.
"kau tidak percaya kalau dia itu licik,baiklah akan aku tunjukkan salah satu kelicikan dirinya dan aku yakin kau pasti akan memintaku untuk membunuhnya setelah melihat video 15 detik ini."kata Baron.
"hidupkan."kata Baron pada anak buahnya.
dan sebuah video tertayang di dinding gedung itu.
Alan memperhatikan video itu dengan seksama .
tangannya mengepal dan semakin mengepal setiap detiknya melihat video itu.
tepat di menit yang ke lima belas video itu habis.
sekarang wajah Alan memerah tangannya sudah penuh dengan darahnya karena begitu kuatnya kepalan tangannya sendiri.
Alan Mandang kearah Alena dengan pandangan yang sulit diartikan.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote ya 😉😉
... salam hangat dari author 😘😘...