
"aku tidak mau mengundang ibu karena waktu itu aku pikir ibu masih melakukan perawatan di rumah sakit."kata Alena lembut ia berjalan menuju kearah ibu Rika.
"ya sudahlah kalau begitu,ibu mau kekamar dulu mau membersihkan diri."kata bibi Rika berjalan ke arah kamarnya.
setelah bibi Rika pergi suasana di ruang tengah itu menjadi mencekam karena aura yang dikeluarkan oleh Aleta.
"anela dan cia silahkan ke kamar dulu."kata Aleta .
"baik kak."aleta dan cia langsung berjalan ke atas menuju kamar mereka.
"apakah kakak baik baik saja?"kata Aleta datar dan dingin.
"kakak baik baik saja ,jangan khawatir kakak tidak akan melakukan hal yang akan melukai dirinya."kata Alena duduk di samping Aleta dan galaksi.
"aku harap kakak ipar dapat mempercayai kakak lagi tanpa ada keraguan sedikit pun."kata Alena pada Alan yang duduk di samping galaksi.
"insyaallah kakak akan berusaha untuk mempercayai Alena dan menjadi suami yang baik untuk nya."kata Alan sungguh sungguh.
"aminn."doa semua nya.
.
.
.
__ADS_1
sejak hari itu Alena dan Alan tidak pernah mengungkit tentang masalah itu seakan akan masalah itu tidak pernah terjadi.
sekarang Alena tidak lagi bekerja menjadi sekretaris Alan karena itu merupakan pinta dari ibu Rika agar Alena dapat menemaninya di rumah saja.
ibu Rika juga menyayangi cia seperti anaknya sendiri dan begitu juga dengan Cia ia sangat menyayangi ibu Rika.
sekarang tak seperti biasanya sekarang Alena masih tertidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi,kalau biasanya Alena setelah shalat subuh akan menyiram dan merawat taman belakangnya atau membuat sarapan tetapi tidak untuk hari ini setelah shalat subuh tadi Alena malah kembali tidur di bawah selimut tebalnya yang nyaman.
"sayang bangun ini sudah jam 7 pagi."kata Alan menepuk pipi cuby sang istri tetapi kelihatannya pipi itu bertambah cuby sekarang.
Alena menggeliat bukannya membuka matanya Alena malah membelakangi sang suami dan kembali melanjutkan tidur cantiknya.
"sayang bangun ayo mandi setelah itu kita sarapan bersama"kata Alan sambil menoel Noel pipi Alena.
Alena menyembunyikan seluruh tubuhnya di balik selimut agar tidak di ganggu oleh sang suami.
lalu Alan menarik selimut Alena dari atas sehingga ia dapat melihat wajah Alena yang masih tertidur.
Alan langsung melangsungkan aksinya yang terakhir,Alan mencium dengan gemas seluruh wajah Alena sehingga membuat si empunya langsung membuka mata karena sangat terganggu.
"iya iya ini aku udah bangun jadi berhenti."sungut Alena kesal dengan kening anaknya yang berkerut.
Alan hanya terkekeh melihat wajah cemberut sang istri.
"sekarang tunggu di bawah aja ,aku mau mandi dulu."kata Alena bangkit dari tempat tidur.
__ADS_1
Alan pun turun kebawah untuk menemani ibu Rika di meja makan.
"kakak mana kak?"tanya aleta saat melihat Alan turun sendiri.
"dia baru bangun sekarang tuh sedang mandi."kata Alan santai dan duduk di kursinya.
sekarang mereka akan sarapan bersama sama karena mereka sudah bikin jadwal yaitu dalam satu Minggu mereka akan sarapan bersama minimal satu kali.
setelah sampai di kamar mandi Alena baru ingat ia melupakan sesuatu yang ia beli kemarin.
Alena kembali keluar dan mengambil kantong plastik kecil.
testpack ya! itulah barang yang Alena beli kemarin.
Alena bukanlah orang bodoh yang tidak menyadari perubahan yang ada pada dirinya sendiri,karena itulah ia membeli alat itu .
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa like and vote ya 😉
salam hangat dari author 😘😘😘