
Alan tertidur dalam pelukan Alena karena terlalu lama menangis ,matanya yang biasanya menatap tajam pada musuhnya sekarang menjadi sembab karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.
muka yang biasanya datar tanpa ekspresi sekarang menjadi merah karena merasa
bersalah atas peristiwa itu.
Alana POV.
rasanya aku tidak mampu melihat air mata yang terus terjatuh dari pelupuk matanya .ada rasa nyeri saat melihatnya menangis sampai sesenggukan.
hati ku terasa teriris saat dia berkata begitu lirih dengan air mata yang terus berjatuhan.
aku tidak menyangka dibalik sifatnya yang arogant ternyata ada sosok anak kecil yang terus merindukan ibunya dalam dirinya.
aku hanya bisa menepuk punggungnya agar dia bisa lebih tenang ,dan ternyata dia tertidur karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.
aku menghapus air mata yang masih tertinggal di wajahnya.
'kalian saling menyayangi tapi takut untuk memulai kembali.'pikir Alena.
kemudian aku pun menutup mata ku agar bisa menjalani hari esok dengan baik.aku pun masuk kealam bawah sadar.
author POV.
keesokan harinya .
setelah sarapan Alena dan Alan pergi ke mesjid tempat dimana dulu Alena belajar menjadi seorang muslim.
mereka memakai pakaian santai ,Alan memakai celana jeans panjang dan baju kaos putih lengan pendek sebenarnya Alan tidak tau harus memakai pakaian apa saat akan ke mesjid dan tidak mungkin juga dia memakai pakaian yang formal .
sedangkan Alena memakai gamis biru dengan dipadukan hijab berwarna pink dan sedikit polesan make up natural.
Alan dan alena mulai memasuki masjid dan ternyata sudah ada laki laki paruh Bayah yang mungkin sudah berumur separuh abad menatap mereka dengan tersenyum manis.
"assalamualaikum ustadz."kata Alena sopan.
"waalaikumsalam wr wb,wah nak Alena sudah sangat berubah ya sekarang."kata ustadz tersebut sambil memuji pakaian Alena yang sekarang sudah benar benar tertutup.
"seperti yang saya bilang di telfon kemarin ustadz saya datang kemari ingin minta ustadz mengajari suami saya untuk menjadi seorang muslim"kata Alena sambil menunjuk Alan yang berada di sampingnya.
__ADS_1
"Alan , ustadz."ucap Alan mengulurkan tangannya ke arah ustadz tersebut.
"ustadz abi.kenapa kamu ingin menjadi mualaf?"tanya ustadz abi setelah menjabat tangan Alan.
"karena saya ingin menjadi imam yang baik untuk istri saya."kata Alan jujur sambil menggenggam tangan Alena.
dan dibalas senyuman yang sangat manis oleh Alena.
" subhanallah,kamu mendapatkan suami yang luar biasa alena."kata ustadz abi sambil menepuk bahu Alan.
"baiklah nak Alan mari duduk dulu."mereka pun duduk di dalam mesjid.
"baiklah pertama tama mari membaca dua kalimat syahadat dulu sebagai tanda kalau kamu sudah beragama Islam,kamu ikuti ucapan saya ya nak Alan."ucap ustadz abi.
"baik ustadz."jawab Alan.
"ayshadu an laa ilaaha illaallallah,"ucap ustadz abi.
"ayshadu an laa ilaaha illaallallah."kata Alan mengikuti ustadz abi.
"wa ayshaduanna muhammadar rasullulah."lanjut ustadz abi.
"wa ayshaduanna muhammadar rasullulah."
"aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah."
"dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah."
"dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah."
"Alhamdulillah sekarang nak Alan resmi beragama Islam."kata ustadz menepuk pundak alan.
air mata Alena jatuh saat melihat suaminya sudah benar benar menjadi imam untuknya.
"baiklah mari kita mandi wajib dulu nak Alan saya akan mengajarkan tata caranya.dan nak Alena bisa menunggu disini dulu ya."kata ustadz abi.
"baik ustadz "jawab Alena .
"mari nak Alan."
__ADS_1
"ya ustadz."
Alan dan ustadz abi berlalu pergi meninggalkan Alena .
.
.
.
satu jam kemudian.
Alan dan ustadz abi kembali memasuki mesjid.
mendengar ada orang yang masuk Alena mendongak kan kepalanya melihat siapa yang datang.
Alena membulatkan matanya melihat siapa yang datang bukan mata saja yang membulat tetapi mulut Alena pun sudah membuat huruf O .
"subhanallah."kata Alena menormalkan ekspresi wajah nya.
bagaimana tidak Alan datang menggunakan baju kokoh dan memakai sarung dan jangan lupa kopiah hitam yang bertengger manis diatas kepalanya.dan satu lagi air wudhu yang masih menetes di wajahnya.
sungguh nikmat Tuhan mana lagi telah engkau dusta kan.
.
.
.
.
bersambung.
###
Jangan lupa like and vote.
Salam hangat dari author 😘😘
__ADS_1