My Sad

My Sad
10


__ADS_3

Pagi ini, mata ku terbuka dengan perlahan, aku menghela nafas pelan sembari mengalihkan posisi ku ke tempat yang lebih nyaman


Aku sangat mengantuk namun bahkan tak bisa tertidur, aku sangat ingin tidur namun aku tak bisa, bagai mana mungkin aku bisa tidur saat aku bahkan dalam keadaan yang jauh dari kata baik baik saja


Huh nasib malang, selama ini aku terbiasa di atas awan hingga hingga akhirnya membuat ku lupa dengan keberadaan, jatuh saat di atas awan benar benar sangat menyakitkan dan dengan begitu mudah menghancurkan sampai ke titik sehancur hancurnya


lagi dan lagi aku bahkan hanya bisa menghela nafas dengan pelan untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun lamanya, ini lah pertama kalinya aku tak menemukan keberadaan Angga di samping ku,


Haha, sangat menggelikan dan menyedihkan, aku bahkan melupakan bencana besar yang terjadi semalam, namun, semua sudah berlalu, dan semua tak akan bisa ku ulangi lagi


Saat ini aku hanya bisa kembali menata hatiku yang terlanjur hancur karena keduanya aku akan bersiap siap untuk ke luar, meski tak bertujuan yang terpenting adalah menjauh dari Angga, hatiku akan kembali sakit saat melihatnya, saat mengingat bagai mana perlakuannya selama ini, kebaikannya kelembutannya dan caranya menyanjung ku setinggi langit hingga akhirnya dalam sekejap menghempaskan ku dengan kejam dasar bumi terdalam,


Nasib ku bahkan pantas di sebut miris, rumah tangga hancur karena ibu kandung ku sendiri benar benar bernasib malang bukan


Aku menyibakan selimut dan beranjak menuju kamar mandi, setelah beberapa saat aku perlahan keluar dengan handuk sedada, mentari sudah menujukan dirinya dan itu berarti hari ku akan di mulai, dan kali ini aku tak akan membiarkan hari ku hancur,


Aku segera bergerak menuju sebuah lemari besar untuk mencari pakaian yang cukup nyaman dan memolesi wajah ku dengan make up yang cukup, untuk menyamarkan wajah sembab dan mata bengkak ku , haha aku tak menyangka jika akan begini akhirnya, aku harus berbagi kasih suami dengan ibu sendiri, ah ah aku hanya bisa tertawa sumbang menertawai nasib buruk ini,


"Hidup gue beneran miris" lagi dan lagi aku hanya bisa menertawai nasib ku, sebelum orang lain melakukanya maka akan lebih baik jika aku mengambil tempat pertama


Aku berjalan pelan menuruni tangga, di sofa Angga masih tertidur dengan pakaiannya semalam, berarti ia sudah tertidur di sini sepanjang malam,

__ADS_1


Saat ini aku bahkan sangat ingin mendekat ke arahnya memberikannya selimut agar tak merasakan kedinginan atau mengucapkan sapaan selamat pagi dan tak lupa kecupan lembut di pagi hari


Ah apa yang baru saja ku pikirkan, setelah segala perlakukan kejam pada ku aku bahkan masih berfikir untuk memberikan kecupan selamat pagi aku sangat bodoh ternyata, saat di sakiti seperti ini pun aku bahkan masih memikirkannya mencintainya dan menginginkannya, huh aku benar benar bodoh, cinta membuat ku bodoh hingga bahkan masih berfikir hal konyol itu di saat hatiku di hancurkan begitu saja


hah susah lah pada kenyataanya semua itu hanyalah angan ku, semua hanyalah sebuah kenangan dan sudah tak mungkin terjadi lagi, saat Angga memilih untuk mengkhianati ku maka di saat itu jugalah aku memaksa diri ku untuk melupakan dirinya


Saat ini bahkan aku menatapnya dengan tatapan nanar dan berjalan menuju pintu utama


"Sayang" Suara serak itu membuat langkah ku terhenti di ambang pintu, angga perlahan duduk


Saat Angga membuka matanya aku segera mengalihkan pandangan ku dan segera melangkah untuk melanjutkan rencana awal yakni meninggalkan rumah untuk menenangkan diri


"Kamu mau pergi Kemana?" Angga berucap dengan nada pelan, sedangkan aku?, bahkan aku memilih untuk pura pura abai, aku lebih suka menyakiti hati ku sendiri dari pada melukai mama ku, jika Mama benar benar menginginkan Angga maka aku hanya akan memberikannya, aku bisa memberikan apapun yang aku miliki untuk mama, termasuk suami ku sendiri, toh Angga juga sudah menyukai mama


"Bukan urusan kami"


Aku menjawab dengan nada yang begitu sarkas dan setelahnya segera bergerak untuk menuju garasi,


Lagi lagi air mata ku menetes, dan bahkan aku tak bisa menghentikannya, aku hanyalah seorang wanita biasa yang telah di khianati, di sakiti dan di lukai,


Pada kenyataannya aku hanyalah manusia biasa, aku tidak sekuat itu untuk tetap bertahan saat seseorang yang menggoreskan begitu banyak luka yang begitu dalam di sana, bahkan hati sangat sakit hanya dengan melihat Angga,

__ADS_1


"Sayang" Angga bahkan mengejar ku ke garasi, masih dengan wajah kusut karena baru bangun tidur


"Jangan ganggu aku, aku butuh waktu, aku mau nenangin diri aku" aku mengalihkan pandangan ku, untuk bertatap mata saja aku tak sanggup,


Segala bayangan malam itu masih teringat dengan jelas dalam ingatan ku dan bahkan menggangu kehidupan ku, kejadian semalam benar benar membuatnya menjadi kacau balau


Bayangan saat keduanya dengan begitu tak tau malu bercumbu rayu di atas ranjang, saat itu keduanya yang bahkan tidak pernah memikirkan perasaannya yang pastinya akan sangat terluka, keduanya sibuk memuaskan nafsu birahi mereka sendiri tampa perduli dengan hati ku yang begitu tersakiti


"Amel Lo sedang sibuk ngak?"


Telpon baru saja terhubung, saat ini hanya amel lah tempat ku membagi rasa sakit, hanya Amel lah tempat ku bersandar dan berbagi beban berat yang ku miliki


"Hm kayaknya ada deh, emang kenapa?, Suara Lo berubah gitu, Lo sakit?, Kenapa ngak ke rumah sakit?"


Amel menjawab dengan nada pelan, aku tau jika Amel sangat penasaran dengan apa yang terjadi, karena saat ini aku hanya memiliki Amel maka aku akan menemuinya, semua begitu berat dan jujur saja aku tak akan sanggup untuk menahannya sendiri


"Gue mau ngomong sesuatu lo, gue ngak kuat lagi nanggung beban ini sendirian, gue butuh telan buat berbagi, gue butuh lo" Lagi lagi aku kembali terisak, bahkan tak mampu menahannya,


Aku bahkan tak mampu menahan air mata yang seolah begitu suka mengalir Tampa bisa tertahan,


Hatiku benar benar hancur melihat kenyataan yang berada di depan mata, Angga berkhianat hanya karena aku tak bisa memberikannya seorang anak,

__ADS_1


Ia memilih untuk meninggalkan ku saat merasa jika diriku sudah tak berguna lagi, aku menghela nafas lelah, kepala ku benar benar sakit jika memikirkan hal ini, dari ribuan bahkan jutaan wanita mengapa harus mama ku?, Mengapa harus wanita yang paling ku hormati, ku jaga dan paling ku percaya, apakah Angga tak mampu mencari wanita lain untuk memuaskan nafsunya


Dalam keheningan mobil terus berjalan hingga pada akhirnya, berhenti di sebuah kafe yang berada tak jauh dari perusahaan tempat Amel berkerja


__ADS_2