
"Selamat siang Pak" Ucap ku berdiri tegak di hadapan si big bos,
mau bagai mana lagi?, aku harus tetap bersyukur, karna kalo tidak bisa gila beneran aku kerja kayak gini, harga diri ku bener bener terluka karena ini
Selain menyemangati diri sendiri tak ada hal lain yang bisa ku lakukan, bayangkan saja mahluk ini menyuruh ku pergi menemui klien, tak lama setelahnya ia menyuruhku kembali, dan ini membuat ku bertanya tanya apa lagi yang akan aku lakukan setelah ini
apakah aku di suruh menjadi memimpin rapat lagi, pekerjaan yang bahkan tak pernah ada selesainya, jika bukan terpaksa maka aku akan dengan senang hati mengundurkan diri dari perusahaan gila ini
Namun?, Amel?, jika tak memikirkan Amel maka aku akan Benar kabur, kontrak Amel masih ada satu setengah tahun lagi, dan selama itu juga aku harus kuat menghadapi segala cobaan dari si big bos gila ini
"Buatkan saya teh" Ucapnya yang masih sibuk membolak balik kan map,
Aku kembali dari hotel maha dewi hanya untuk membuatkannya teh?, apakah di perusahaan sebesar ini tak ada orang yang yang bisa untuk ia minta tolong
Sintia bahkan masih duduk manis di mejanya, mengapa tak meminta Sintia saja benar benar bos besar yang sangat menyebalkan
"Pak, saya bisa protes ngak pak?, apakah saya tidak di berikan waktu istirahat makan siang?, bukankah ini sudah menyalahi hak seorang tenaga kerja" Ucap ku pelan,
Aku hanya ingin protes atas ketidak Adilan yang aku dapatkan selama bekerja di sini, ini bahkan bukan kali pertama pekerjaan merebut waktu ku, bahkan aku harus bekerja terus menerus
"Teh" Ucapnya yang bahkan masih menujukan wajah datar seperti biasanya
"Mahluk ini, jika bukan Amel sudah terlanjur memiliki kontrak di sini maka Gu pastiin bakalan ngirim racun terbang, biar ni siluman mati" Dan semuanya hanya ku katakan di dalam hati
Aku menghela nafas pelan, dengan langkah kesal segera meninggalkan si big bos, dia ingin teh kan?, maka akan ku buat kan, dia mau teh kopi jus wortel ataupun jus cabe semua akan ku buat,
__ADS_1
Dasar bos kaku, mahluk kejam, tak punya perasaan, aku sudah menyampaikan protes ku, dan bahkan ucapan ku tak pernah di gubris lama lama ku korek kuping si big bos
"Silahkan pak" Ucap ku meletakan teh di hadapannya,
aku yang memang pada awalnya kesal hanya menunjukan senyuman paksa, huh untung aku sempat pakan di hotel tadi, kali tidak?, hari ini aku akan benar benar kelaparan
Dan besok akan keluar berita jika seoang mantan model ternama meninggal dunia di karenakan terlalu sibuk bekerja
"Ada lagi pak?, kopi, jus atau makanan ringan lain?, akan saya siapkan sebelum saya kembali ke meja saya" Ucap ku pelan, aku sangat malas bolak balik,
si big bos sangat suka membuat ku bolak balik, jika ada yang ingin di kerjakan maka katakan sekaligus jangan berceceran, ini pekerjaan bukan cicilan kredit kompor
"Kamu bisa balik ke tempat kamu dan lanjutkan pekerjaan" Ucapnya datar,
"Baik Pak" Ucap ku menghela nafas pelan, kening ku lagi lagi mengerut,
Kecurigaan ku ternyata sangat berdasar, lihatlah di meja ku, sudah begitu banyak map yang bertumpu kan di sana,
begitu banyak beberapa proposal dan laporan yang harus ku lihat, setelahnya tentu saja memberikannya pada si big bos, huh baik lah mari bekerja,
parahnya aku tak bisa melakukan kesalahan sedikitpun, meskipun aku tak berminat untuk melakukan itu, tapi yang namanya manusia?, pasti memiliki kesalahan
"Semangat Cika, lo pasti bisa, demi si Amel dan nyokapnya, lo harus kuat" Ucap ku menyemangati diriku sendiri
semua tak akan selesai jika aku hanya mengeluh dan terus mengeluh, dan saat ini memilih untuk menyibukkan diri dengan segala dokumen di hadapan ku, jika tak di mulai dari sekarang lalu kapan semua akan selesai
__ADS_1
Selesai, pasti selesai aku harus bersemangat, bekerja bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab demi Amel dan kesehatan mamanya
"Heh lo?, kelihatanya lo sering banget sama pak Arya" ucap seorang gadis mendekati ku,
Saat ini aku sedang sibuk bisakah menghentikan gangguan ini sebentar saja?, aku mengabaikannya dan memilih untuk kembali fokus dengan pekerjaan melelahkan ku ini
"Hey Lo denger ya, apapun yang Lo lakuin pak Arya ngak bakalan mau sama Lo, secara selera pak Arya pasti bukan cewek ngak jelas kayak Lo" aku menatapnya malas, aku kan asisten yah sering ketemu lah, yakali kerja online, mana bisa di Terima sama tu big bos,
"Jika anda sangat menginginkannya anda bisa mengambilnya, dan jika anda sangat suka anda juga bisa mengambil alih segala pekerjaan ini, agar anda bisa bersama pak Arya" Ucap ku dengan nada kesal
Apakah ia fikir aku senang?, apakah ia berfikir aku bahagia saat berkali kali harus menghadapi mahluk kaku itu?, aku juga gak menginginkannya, jika tak terpaksa aku juga tak akan pernah sudi untuk mendekati mahluk Aku seperti ini
"Dasar penggoda ulung"
"Kita kerja sama sama pak Arya hal yang wajar kalo sering ketemu, ada masalah" Ucap ku pelan, aku memilih untuk kembali memfokuskan diri dengan memeriksa segala tumpukan dokumen itu, si big bos adalah mahluk yang sangat teliti, ia bahkan tak menoleransi sebuah kesalahan kecil,
"Lo lama lama nyolot ya?, lo itu cuma anak baru, ngak pantas buat sok berkuasa di hadapan gue?" Ucap si gadis pelan, aku menghela nafas pelan, huh aku bahkan tak habis fikir senior yang songong dan junior yang penurut benar-benar klasik
"Berapa usia anda ibu Sintia?, seperti anak kecil saja, masalah seperti ini apakah pantas untuk di ucapkan oleh mahluk dewasa seperti kita?" Ucap ku menaikan alis, hey kekanak kanakan sekali,
Ini perusahaan kali, dan apa urusannya karyawan baru dan lama, semua hanya tentang kinerja dan kemampuan, jika tak memiliki otak yang cerdas maka tentu saja kau akan di gantikan oleh orang lain, dunia memang persaingan kali
"Lo, jangan mimpi buat deketin pak Arya, karena lo bukan level pak Arya" Ucapnya meninggalkan ku, aku menghela nafas pelan dan memijit pangkal hidung ku pelan, bodo amat lah sama si sekretaris songong,
Pekerjaan ku bahkan jauh lebih penting dari pada sekedar menarik perhatian si big bos, mahluk kaku itu?, jika memiliki pilihan tentu saja aku akan memilih untuk menjauhinya, tapi apalah daya ku yang bahkan tak memiliki kemampuan untuk itu
__ADS_1