My Sad

My Sad
24


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu dengan begitu cepat, dan aku menghabiskan hari hari ku dengan bersenang senang, yah tentu saja, kapan lagi aku bisa menikmati hidup,


Aku berbelanja sepuasnya dan jalan jalan kemanapun aku mau, lagi pula aku sudah mulai terbiasa dengan semua ini, langkah yang harus ku ambil adalah mengajukan gugatan cerai pada Angga, akan lebih baik bercerai melalui jalur hukum,


Angga tak akan melepaskan ku dengan mudah dan aku harus berusaha keras untuk menggapai status janda ku, aku sebenarnya sangat tak suka menjadi janda namun yah aku lebih tak suka menjadi madu,


"Lo beneran mau gugat Angga?" Ucap Amel dengan nada tanya, kepergian ku kali ini tentu saja sudah memiliki persiapan yang matang, lihatlah aku bahkan begitu nekat dan bertekad untuk meninggalkan


Sebenarnya aku sudah meninggalkan surat di kamar sebelum pergi, setidaknya ini adalah pertanda jika aku telah bebas dari Angga dan jika Angga menandatanganinya maka semua akan selesai sampai di sana


Aku tak ingin menjadi perusak dalam pernikahan mama ku sendiri, aku tak mau menyakitinya dan pastinya tak akan pernah mempu untuk melakukan hal kejam itu


"Ia lah, semuanya sudah gue siapin, Gue udah ninggalin surat cerai di rumah, dan perihal mau tandatangan atau ngak ya itu urusan Angga dan gue ngak mau ambil pusing lagi"


Aku berucap dengan nada pelan, aku sudah mengurus semuanya, sebelum meninggalkan rumah aku sudah menemui Seornag pengacara dan setelahnya proses perceraian akan di ambil alih olehnya


"Lo niat amat kabur, ya ampun Lo bawa ijazah juga?"


Amel bahkan tak habis fikir dengan ku, aku tau itu tapi ya mau bagai mana lagi, jika ingin kabur tentu saja harus sudah siap dan persiapan lengkap


Aku kabur untuk lari dan lepas dari Maslah bukan menambah masalah dengan menjadi gelandangan yang hidup di pinggir jalan


"Kalo nggak pake ijazah gue mau ngelamar kerja apa goblok, mau jadi kuli bangunan?, Ogah banget gue, bisa bisa kulit cantik gue rusak karena debu" Jawabku asal, jika tak membawa ijazah terlahir lalu untuk apa aku kuliah?, untuk apa aku mengambil gelar sarjana


Selama ini sarjana ku memang hanya gelar tapi siapa tau jika suatu saat aku ingin bekerja dan dengan ijazah ini setidaknya akan mempermudah ku dalam mencari pekerjaan, ya walaupun cari kerjaan itu sulit sih di jakarta


"Gue cuma ngak habis pikir aja, Lo kabur masih sempat sempatnya ninggalin surat cerai sama bawa ijazah, kayaknya Lo udah packing ni barang dari jauh jauh hari " ucapnya menatap ku tak habis fikir

__ADS_1


"Harus siap lah, gue juga harus siap jadi janda muda gini, mau gimana lagi, bagai manapun gue harus lepas dari Angga, dan perihal ijazah ini? kan gue udah bilang, kalo aja kan gue berubah pikiran dan mau kerja, dengan ijazah ini kan gue bisa lebih mudah nyari kerjanya"


"keren abis lah Lo Cik, gue aja ngak sampe ke sana loh, kayaknya Lo udah bulat banget ya mau pisah sama si angga"


"Sebenarnya ngak harus bulat sih, kan bukan bola apa lagi donat"


"Sialan Lo, masih sempat sempatnya Lo ngelawak"


"Idup ini susah, jadi bawa ketawa aja, biar ngak kayak orang susah gitu"


"Yaudah gue yang bikin CV lo, Lo mau nyari kerja kan?, gue bantuin"


Amel bahkan begitu bersemangat saat ku mengatakan ingin bekerja, tapi semangat boleh tapi tak perlu terlalu bersemangat, karena aku belum niat mencari kerja sekarang, toh uang ku masih cukup untuk menghidupiku selama 10 Tahun kedepan


Aku pasti bekerja dan pastinya akan mencari pekerjaan, hanya saja aku merasa sedikit ragu, terlebih aku bakan tak memiliki kemampuan lebih tentang apapun, sedari muda aku hanya sibuk dengan model


kayak si Amel yang bakan kewalahan ngadepin bos, karena gaji gede aja dianya bertahan, kalo ngak ya pasti udah lama tuh anak angkat kaki


"Ya ngak sekarang juga kali Mel, masak ia gue nujukin muka sekarang, yang ada gue di kejar wartawan tau ngak Lo"


Aku berucap pelan, gosip yang beredar bahkan belum redam, bagai mana mungkin aku menujukan diri di depan umum


"Nah kalo bukan sekarang trus kapan Lo jadi pengangguran udah hampir setengah tahun loh Lo ongkang kaki dari kerjaan lama lo?, trus sekarang nungguin apa lagi hah? nunggu kumis ikan lele di cukur sama pak samat?"


Amel berucap, aku tau ia memiliki niat baik, aku tau jika ia tak ingin aku menjadi stres karena masih memikirkan Angga atau masa lalu yang pahit itu


Namun mengertilah untuk masuk dalam dunia pekerjaan saat aku bahkan menjadi topik hangat seperti ini bukan pilihan yang baik

__ADS_1


"Emang ada yang gituan?" Ucap ku polos, ia hanya menghela nafas malas dan meninggalkan ku sendiri di ruang tamu,


"Lo mau nunggu apa lagi?, mau nunggu kumis pak samat yang di cukurin ikan lele?"


Amel menghela nafas dengan pelan Amel sengat bersemangat mendorongku bekerja untuk mengalihkan pikiran agar tidak stres


Namun yakin dan percayalah meskipun aku suka sedih jika sewaktu waktu bayangan Angga muncul namun aku tak akan sampai menjadi orang gila karena hal ini, karena aku tau kesalahan itu bukan ada pada ku namun takdir kita yang sudah berakhir


"Ngak begitu juga konsepnya Amel, masak ia ikan lele sama pak amat main cukur cukuran kumis gitu"


"Udah deh pusing ngomong sama Lo, sana siap siap, kita udah janji mau pergi kan?"


"Emang kita mau kemana? "


"Lo udah pikun benget yah, lo yang bilang mau ngikut gue ke rumah sakit lo sendiri yang lupa" Ucapnya ketus, aku hanya menunjukan senyum konyol ku, berjalan menuju kamar untuk mengambilkan tas dan setelahnya, tentu saja ke garasi untuk segera ke rumah sakit


"Kita beli buah dulu yah buat nyokap gue"


"Yaudah, gue ikut lo aja," Ucap ku pelan, Amel hanya menganggukkan kepala kua sebagai persetujuan setelahnya?, tentu saja berangkat ke rumah sakit jiwa buat liat keadaan mamanya amel,


"Cik, lo beneran ngak ada niatan buat nyari kerja dalam waktu dekat?" Ucap Amel pelan,


"Kalo niat sih ada, ya kali gue jadi pengangguran trus, tabungan gue ngak mungkin bisa biayai gue seumur hidup, tenang aja gue bakalan cari kerjaan kok tapi ya ngak sekarang"


"Kirain masih betah sama pengangguran lo itu, lagian kelamaan diam di rumah juga bosan kalo, udah dua bulan loh Lo cuma makan tidur doang, gue sih ya ngak papa dan ngak ada masalah juga Sama Lo yang nganggur tapi ya dari pada diem aja di rumah, mendingan kan nyari kerja, nyari kesibukan gitu biar ngak stres"


"Nganggur juga ngak enak kali Mel, cuma makan tidur doang, gue bakal cari kerja kapan kapan, dan ngak dalam waktu dekat pastinya, ah udah deh buruan nanti kita malah telat loh jengukin mama lo" jawab ku pelan, amel hanya mengguk pasrah, hahah, bekerja ya?, baik lah mari kita fikir di manakah tempat yang cocok untuk seorang Cika Pratina William  ini bekerja

__ADS_1


__ADS_2