
Beberapa bulan sudah berlalu perut mama kian membesar namun mama tutupi dengan pakaian kebesarannya, tubuh cantik mama ku sudah mulai berisi, aku dengan sekuat tenaga memenuhi segala keinginan mama, tentu saja aku tak mau adik ku menjadi ileran,
Sebenarnya aku sedih namun berusaha menipu diri untuk tetap bahagia, semua sudah menjadi takdir dari Tuhan, aku hanya bisa mengikuti kemana arus membawa ku, kemana takdir menggiring ku,
Hingga pada akhirnya aku memilih untuk menghilang dari dunia yang kejam ini, angga?, angga tentu saja belum mengetahui mengenai kandungan mama,
Ia belum mengetahui bahwa dalam perut mama ku ada bayi yang akan menjadi anak mama dan angga kelak, terkadang aku menertawai diri ku sendiri, bagai mana aku bisa begitu kuat, ah ia mama juga meminta ku untuk merahasiakan masalah kehamilannya, walaupun pada awalnya aku menolak dengan keras namun nyatanya mama mampu membuat ku luluh dan mengikuti keinginannya
"Mama makan yang banyak ya" Ucap ku tersenyum lebar sembari memasukan nasi dan beberapa lauk ke dalam piring mama, selama mama di rumah, aku tak pernah menunjukan wajah sedih ku, ah untuk apa wajah itu?,
aku tentu saja tak akan membuat mama semakin merasa bersalah, aku hanya akan menangis di kamar, dan aku tak mungkin membiarkan mama mengetahui itu, ini bukan salah siapapun, aku lah yang tak mampu, aku lah yang tak sempurna, aku lah yang salah, aku bisa membuat semua orang melirik ku namun bahkan tak mampu mempertahankan suami ku sendiri, kenyataanya angga selingkuh kan?, itu pertanda aku telah gagal menjadi istri yang baik
"Kita perlu bicara" Ucap angga pelan, aku hanya mengabaikannya dan menyantap makanan dalam diam, aku tak berminat, tak ada lagi keharmonisan, tak ada lagi keromantisan, semua sudah berakhir hari itu, saat ini hanya ada rumah tangga yang dingin tampa interaksi berati
"Sayang kita perlu bicara" Ucap angga pelan ia mulai menarik tangan ku ke kamar, aku sempat menolak bahkan angga tak melepaskan ku,
"Lepas" Ucap ku datar, ah ia selama beberapa bulan ini aku dan angga kembali tinggal sekamar, dan itu adalah permohonan dari mama, aku terpaksa menurut, tapi aku memilih untuk tidur di sofa, aku membuat batas, aku tak mau angga menginjak batasan itu, biarkan seperti ini setidaknya sampai aku pergi
"Sampai kapan?, sampai kapan kamu bersikap seolah semua baik baik saja?, sampai kapan kamu bohongin mama?, sampai kapan kamu nunjukin senyum palsu mu itu" Ucap angga,
__ADS_1
"Trus aku harus gimana ngga?, aku harus menangis, depresi, bersedih dengan kenyataan ini, aku nggak selemah itu ngga, kamu lupa siapa aku?,"
"Sayang, aku khilaf aku janji ngak akan melakukannya lagi, maaf, aku tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi, aku mohon kembali menjadi cika yang aku kenal, cika yang selalu menatap ku penuh cinta" Ucap angga menggenggam tangan ku dengan erat, aku memandanginya tampa expresi, maaf?, sungguh memalukan
"Bahkan kamu masih bisa berharap sebesar itu pada ku?, sayang sekali itu hanya sebatas angan mu saja ngga, dan kenyataanya kekhilafan kamu bukan hanya nyakitin aku, kamu juga nyakitin mama ku ngga, kamu sadar kan?,
selama ini aku tersenyum bukan karena aku senang ngga, aku ngak baik baik saja, semua ini menyakitkan, kenyataan yang kamu berikan ini menyakitkan ngga, dari sekian banyak wanita di dunia ini mengapa harus mamaku?,
ada begitu banyak gadis cantik, mengapa harus mama aku?, aku hancur ngga, aku bahkan tak pernah menyangka jika aku harus berbagi suami dengan mama ku sendiri, tapi, aku harus bertahan, aku harus kuat, demi mama, demi mama aku harus kuat" Ucap ku, kini air mataku sudah mengalir, aku tak bisa menahannya lagi,
aku selalu menipu diriku selama ini, dan itu sangat menyesakan, aku sakit, aku hancur, aku lelah, dan aku ingin tertidur tampa membuka mata lagi, kehidupan ku sudah berakhir, hati yang dulunya penuh cinta kini perlahan mati, tak ada cinta, tak ada kasih, dan tak ada percaya, semuanya telah usai
"Lalu kamu berharap apa?, kamu yang berkhianat, kamu yang bermain api, lalu kamu bersikap seolah ini sebuah lelucon, kamu keterlaluan ngga, mama aku bukan wanita pelacuran yang bisa kamu buang setelah kamu pakai ngak ngga" Ucap ku terisak pelan, aku yang paling tersakiti di sini, aku di khianati karena ketidak mampuan ku, aku yang tidak bisa memberikannya keturunan, aku yang tak sempurna, tapi apakah ia tak bisa menunggu sebentar lagi, aku baik baik saja, aku tidak mandul, aku dapat memastikan itu, tapi ternyata ia tak bisa menanti, dan yah di dalam perut mama ku sudah ada calon adik ku, miris sekali nasib ku
"Maafin aku sayang, aku akan lakukan apapun untuk kamu" Ucap angga menepis Air mata ku perlahan
"Nikahi mama ku" Ucap ku serak, cepat atau lambat semua akan terjadi, ia tak ingin adikku lahir tampa sosok ayah, perut mama sudah semakin membesar, apa yang akan mama katakan jika seseorang menanyai suaminya?,
"Apapun kecuali itu, aku ngak bisa, aku ngak bisa nyakitin kamu sayang" Ucapnya menatap ku, aku dapat melihat penyesalan itu, aku tau ia sangat menyesali segala perbuatnya, namun sayang, nasi telah menjadi bubur,
__ADS_1
"Semua sudah terlambat ngga, kamu udah terlanjur nyakitin aku, bahkan sangat menyakiti aku, kamu buat hati aku mati, kepercayaan ku hilang, semua sudah berakhir ngga"
"Cika, aku khilaf, aku ngak akan ngulangin itu lagi, aku janji, Maaf" Ucapnya masih menggengam tangan ku erat
"Aku tak akan mempercayaimu lagi, semua sudah terlambat, cukup kamu nyakitin mama, dan satu lagi selamat sebentar lagi kamu akan jadi papa" Ucapku tersenyum pahit sembari menepis air mata yang mengalir sejak tadi, aku sudah berusaha keras untuk melupakan semuanya, tapi aku tidak bisa, tidak ada wanita yang rela berbagi suami, tidak ada
"Maksud kamu?, " Ucap angga tak percaya, ia menatap ku lekat
"Bukan aku, tapi mama mama, udah hamil 5 bulan,"
"Ngak ini ngak mungkin, itu bukan anak aku"
"Kenapa?, bukanya seharusnya kamu senang?, bukanya ini yang kamu dan keluarga mu mau?, apalah daya ku yang tak sempurna ini" Ucap ku lirih
"Ngak mungkin cika, itu ngak mungkin, dia bukan anak ku"
"Kamu fikir mama ku wanita murahan?, mama ku tak akan mungkin tidur dengan laki laki lain, kamu jahat ngga aku nyesel udah kenal sama kamu aku benci sama kamu" Ucap ku berlari meninggalkan kamar, aku beranjak menuju mobil dan memacunya dengan kecepatan tinggi,
Fikiran ku kacau, hey tak ada satupun perempuan yang akan rela melihat suaminya menikah lagi, tapi?, ini adalah keharusan, meskipun aku tau jika aku hanya sedang menyakiti diriku, bahkan tetap menemani mama sampai ia melahirkan, aku tak mungkin membiarkan mama menderita sendirian, aku juga akan memastikan jika Angga akan menikahi mama ku, dia telah berbuat, maka ia harus bertanggung jawab, memang jangan coba coba untuk bermain api jika tak ingin terbakar sendiri
__ADS_1