My Sad

My Sad
9


__ADS_3

"Ngak, ngak sayang aku tidak akan menceraikan mu, aku ngak mungkin bisa hidup tampa kamu, aku mohon jangan katakan itu, aku ngak akan pernah bisa kehilangan kamu" Ucap Angga lemah, air matanya pun sudah mengalir sedari tadi, ia mencintai istrinya namun ia juga menyayangi mertuanya?, apakah bisa egois untuk mendapatkan keduanya?


"Mau kamu apa sih ngga?, kamu yang main api kenapa kamu yang bertindak seolah kamu yang paling tersakiti" Ucap ku dengan suara serak, mengapa Angga bahkan tak mau melepaskan ku, tidak kah Angga bersifat terlalu serakah, apa yang sebenarnya Angga inginkan?,


Mengapa bahkan dengan begitu mudah meminta maaf saat sudah melakukan sebuah kesalahan yang begitu fatal


"Sayang, aku ngak akan ninggalin kamu, apapun yang terjadi kamu akan tetap menjadi istri ku, kamu satu satunya wanita yang ada di hati ku" Angga berucap dengan nada memohon, namun apapun yang ia katakan aku bahkan sudah tak percaya lagi


Angga sudah benar benar menyakiti ku kali ini, cinta dan kasih sayang yang ku dambakan selama ini ternyata hanya sebuah ilusi dan angan ku saja, Angga tak begitu mencintai ku


perlakuan romantisnya selama ini bahkan tak lebih dari kompensasi pada dirinya yang dengan mudah menyelingkuhi ku


"Kamu sangat menggelikan ngga, kamu lupa apa yang kamu lakukan ke aku, saat melakukan hal itu kamu bahkan tak memiliki rasa bersalah sedikit pun" mendengar ini jujur saja membuat hatiku semakin sakit, bahkan membuat ku semakin muak melihatnya


Apakah mahluk ini tak memiliki otak perasaan ataupun akal?, setelah melakukan hal kejam bahkan ia tak mau di tinggalkan, apakah ini kesalahan ku?, tentu saja tidak bukan?, selama ini aku sudah melakukan tugas ku dengan baik, aku sudah berusaha mengerti dengan semua yang Angga lakukan,

__ADS_1


Benar yang dikatakan orang orang, hati manusia sangat berubah, hari ini ia mengatakan cinta maka esoknya ia akan meninggalkan Tampa sebuah penyesalan


"Sayang" Angga berucap dengan nada lirih, namun sungguh itu tak membuatku merasa kasian, malah membuat ku semakin jijik, lihatlah pria ini sangat pandai mengelabuhi


Apakah aku terlihat seperti orang bodoh, yah pada kenyataanya aku benar bodoh hingga dengan mudah percaya dengan apapun ya f Angga katakan, aku bahkan begitu buta karena cinta ku


"Diam Ngga, aku ngak mau dengar suara mu, sangat menjijikan" Ucap ku dengan nada lirih, Angga hanya akan mencari pembenaran untuk dirinya, dan akhirnya aku lah yang di salahkan, aku lah yang akan di pojokan,


Beginilah seseorang yang melakukan sebuah kesalahan, ia akan selalu melimpahkan hal yang ia lakukan pada orang lain, ia mengaggap bahwa ia tak melakukan kesalahan apapun hingga pada akhirnya menyalahkan orang lain atas kesulitan yang ia alami


"Tak perlu katakan itu, aku benci sama kamu, kamu menjijikan ngak, sekarang kamu ngak lebih dari bajingan brengsek di mata ku" Ucapku dan segera menaiki tangga, aku akan menyembunyikan diri ku di kamar, marah atau berteriak pun sudah percuma


pada kenyataanya apapun yang terjadi aku tak bisa melakukan apapun, kesalahan ku yang terlalu mempercayai Angga hingga ia menganggap remeh akan cinta yang ku miliki


Pintu ku kunci dengan rapat, aku segera menuju ranjang menagis dalam diam sembari memukul mukul udara, hal ini tentu saja ku lakukan untuk melampiaskan segala kekesalan ku, saat ini aku benar benar sudah tak berdaya

__ADS_1


Oh tuhan mengapa harus aku?, mengapa harus aku yang kau berikan ujian seberat ini, mengapa harus aku yang kau berikan cobaan kejam ini, mengapa harus aku?, apa salah ku, apa salah ku tuhan?, kenapa rumah tangga ku, yang ku bangun dengan cinta dan sebuah harapan hancur karena mama ku sendiri?, mengapa?, aku tidak sanggup lagi tuhan aku lelah


"Sayang... Sayang, ku mohon, jangan tinggalkan aku, sayang, aku akan melakukan apapun, asal kamu ngak ninggalin aku" Angga bahkan berteriak di depan pintu, ia masih berusaha keras untuk menjelaskan apa yang seharusnya sudah di jelaskan, aku melihat semuanya dan aku percaya apa yang aku lihat,


Saat Angga sibuk berteriak aku memilih untuk bungkam, apapun yang terjadi hari ini adalah jalan dari kehidupan, memang sangat menyakitkan, namun? aku tak bisa memutar waktu, aku tak bisa melakukan apapun, aku hanya bisa menerimanya tanpa sebuah protes sedikit pun


"percuma ngga, kamu udah nyakitin aku, hati aku yang aku berikan pada mu dengan mudah kamu hancurkan, percuma, apapun yang kamu lakukan tak akan pernah bisa memperbaiki hati ku yang hancur ini"


Ucap ku di sela Isak tangis, selain menagis aku tak bisa melakukan apapun, selingkuhan Angga adalah mamaku dan aku tak akan pernah menyakiti mamaku, aku tak akan pernah mendekati batasan ku, aku sangat menghargai ibu ku dan akan seperti itu selamanya.


Ketukan pintu terdengar semakin menggila di luaran sana, aku bahkan tak perduli, saat ini aku harus menumpahkan segala rasa sedih ku agar tak ada beban di esok hari, bagai manapun aku harus profesional dalam bekerja, jangan mencampur adukan masalah pribadi dan pekerjaan.


"Terlambat Ngga, kamu udah nyakitin aku banget, kamu udah ngelakuin hal yang fatal, aku bisa aja maafin semua kesalahan kamu, tapi ngak yang kali ini, ngak untuk kali ini, kamu harus menanggung resiko atas tindakan mu" Ucap ku menghela nafas pelan,


Selama ini aku sudah terlalu percaya diri hingga melupakan jika aku hanya seorang manusia yang tak sempurna

__ADS_1


Setelahnya aku menepis air mataku dan menarik selimut, dalam waktu singkat aku terlelap, berharap hari esok tak akan membuat ku kembali terluka, hingga mentari kembali menyapa dan seperti biasa aku akan bersiap untuk segera berangkat bekerja, apapun yang terjadi aku akan menghentikan pekerjaan ku yang satu ini, aku akan tetap keluar dari dunia permodelan


__ADS_2