My Sad

My Sad
30


__ADS_3

"Selamat siang Pak, saya asistennya Pak Arya sudah berada di loby hotel, dimana saya bisa bertemu dengan anda?" Ucapku pelan,


"... "


"Baik Pak, saya akan segera ke sana" Ucap Ku mematikan sambungan telpon,


langkah membawaku menuju restoran hotel yang berada di lantai dua


meskipun memang sedikit tak menyenangkan namun aku harus bersikap profesional dalam bekerja, jangan sampai ke tidak siapan ku merusak semua kerja keras orang lain


"Pesan apa mbak?," Ucap pelayan yang sudah berdiri di samping ku, aku meminta secangkir cafe untuk menemani ku menunggu kedatangan klien


Untung saja aku bergerak cepat, jika tidak aku akan terlambat, dan aku sangat tak menyukai sebuah kekurangan dalam pekerjaan dan usaha ku


Sedari kecil aku sudah terbiasa memiliki kehidupan yang sempurna dan teratur, dan mengulur waktu sama seja dengan membuang uang bagi ku


"Makannya mbak?" Si pelayan berucap lagi, saat datang ke sebuah restoran tentu saja untuk makan,


Dan itu bukan sekarang, setelah semuanya selesai baru aku memikirkan mahluk kecil di perutku ini


"Saya pesan nanti aja mbak" Ucap ku pelan si pelayan mengguk pelan dan segera meninggalkan ku sendiri,


Sembari menunggu pesanan ku datang aku membuka buka berkas yang ku bawa, si big bos benar benar sangat kejam, ia bahkan belum mengatakan apapun sebelumnya


Dan tiba tiba aku di hadapkan dengan beberapa klien, aku bahkan tak mengerti dan belum pernah melihat materinya


Dari pada malu akan lebih baik jika aku mempelajarinya terlebih dahulu, agar tak ada kesalahan yang ku lakukan


Ini adalah pengalaman pertama aku bekerja di perusahaan seperti ini, selama belasan tahun aku hanya sibuk berkutat dengan foto dan seputar dunia model


"Selamat siang, dengan buk Cika dari PT purnama bayang kara? " Ucap seorang pria berdiri tepat di hadapan ku


Aku segera berdiri dengan senyuman lebar, saat asik mempelajari materi seseorang mendekati ku, dan dalam sekali lihat aku sudah ta jika mereka adalah klien yang di katakan oleh si big bos

__ADS_1


"Selamat siang Pak, benar itu saya" Ucap Ku berdiri menyambut tangan si pria, dan jangan lewatkan senyuman ramah tamah sebagai seseorang yang akan menawarkan sesuatu dan berharap sebuah kesepakatan bekerja sama


Aku mempersilahkan si pria untuk duduk, setiap pertemuan pastinya di selingi dengan sedikit basa basi, bagai manapun aku bukan kurir yang sudah mengantar paket langsung kabur


"Maaf sudah membuat Anda menunggu lama"


Ucapnya dengan nada pelan dan aku hanya membalas dengan gelengan, memang menunggu tapi tak terlalu lama, karena aku menyibukkan diri dengan hal lain


hingga membuat penantian itu tak terasa berat sedikitpun


"Ah tidak masalah Pak, seorang karyawan akan di hormati karena kedisiplinannya" Ucap ku tersenyum kecil, aku memanggil kan pelayan dan menawari si pria untuk minum


Setelah selesai aku segera mengulurkan berkas yang ku bawa, dan menjelaskan poin per poin penawaran dari perusahaan kami


aku berusaha menjelaskannya sesimpel mungkin, dengan begitu akan mempermudah mereka untuk memahaminya


Memang di dalam proposal penawaran kerja ini terdapat sedikit kelemahan, namun jika aku yang menjelaskan aku yakin dapat menyakinkan mereka untuk menandatangani kerja sama penting ini


"Anda sangat cerdas dan penjelasan anda dalam proposal ini sangatlah menyeluruh, selain itu anda juga sangat pemberani" Ucapnya setelah pelayan pergi untuk menyiapkan minuman pesan kami, pertemuan harus memiliki basa basi, dari itu tenggorokan tidak boleh kering


"Ah Terimakasih atas pujian Anda Pak"


Aku menjawab dengan sewajarnya hanya hal seperti ini mengapa aku harus merasa takut?, mereka masih sama seperti ku


masih seorang manusia, dan lagi apa yang bisa mereka lakukan di tampar ramai seperti ini


"Apakah Anda tidak merasa takut?, apakah anda tidak tau dengan saya?"


"Untuk apa saya takut?, perusahaan kami menjamin kedisiplinan pegawai dan perusahaan kami selalu menerapkan agar semua karyawan lebih percaya diri dengan pekerjaannya sendiri,


saat dia sendiri (karyawan) tak menghargai usahanya bagai mana orang lain bisa menghargainya" Ucap ku dengan intonasi yang pas,


Saat ini aku sedang membawa nama big bos aku tak ingin terjadi kesalahan lagi dan berujung kerja lembur lagi, oh no, aku tak ingin berlama lama berada di perusahaan bersama semua berkas berkas memusingkan itu

__ADS_1


"Semua karyawan seharusnya memiliki semangat seperti Anda" Si pria berucap dnegan puas


Ia tak menyangka jika keponakannya memang sangat kompeten dalam memilih seorang pegawai, hasil hari ini benar benar membuatnya merasa puas


"Anda terlalu memuji, ah silahkan di minum pak" Ucap ku pelan saat minuman segar sudah berada di depan mata,


Ia mengguk dan meraih minumannya dan menyesapnya dengan perlahan, setelahnya kami hanya terlibat beberapa obrolan ringan sebelum salam perpisahan di ucapkan


"Ah baik lah, masih ada beberapa hal perlu saya kerjakan, sedang bekerja sama dengan Anda dan sampai jumpa di lain kesempatan" Ucap si pria perlahan berdiri, aku tentu saja melakukan hal yang sama, setelahnya penyerahan map biru itu dan jabat tangan, sebagai salam perpisahan


"Saya berharap bisa mengobrol dengan anda lagi di lain waktu, dan saat itu tiba saya harap anda jangan terlalu formal" Ucapnya tersenyum lebar, aku hanya mengangguk pelan sembari membalas senyuman itu,


Saat tubuh si pria menghilang aku kembali duduk di meja ku, dan memesan makanan ku, dalam waktu beberapa saat akhirnya makanan sampai dan tentu saja aku harus menyantapnya bukan?,


Acara makan yang nikmat harus terhenti karena suara deringan telepon, dan itu dari big bos ku, bisakah memberikan aku waktu untuk makan siang saja,


Mengapa mencari waktu kosong sangat susah, aku menghela nafas dan mengangkatnya dengan kesal


"Selamat siang Pak, apa ada yang bisa saya bantu" Ucap ku pelan


".. "


"Ah baik Pak, saya akan segera kembali,"


".. "


"Baik Pak, selamat siang" Ucap ku sembari menggenggam tangan ku kesal


"Sialan tu CEO kaku, manusia salju, triplek, patung kayu, ngak punya hati, ngak manusiawi, ngasih gue waktu makan aja apa susah nya sih?, lama lama gue kutuk jadi batu juga tu big bos" Teriak batin ku kesal,


Makanan ku bahkan belum habis, tapi?, si big bos itu?, memintaku untuk kembali ke kantor, hey tolong lah aku hanya ingin beristirahat sebentar saja, bahkan si big bos dengan tak memiliki perasaan merebut waktu istirahat


Dengan kesal langkah membawa ku kembali ke perusahaan, dan yah tentu saja aku langsung menuju lantai atas untuk segara menghadap si big bos nyebelin itu

__ADS_1


__ADS_2