My Sad

My Sad
7


__ADS_3

Tampa terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, bahkan hari sudah beranjak sore, aku membukakan pintu mobil dengan pelan, saat ini aku sudah berada di halaman rumah mama ku, aku sudah tak berkunjung selama selama 1 minggu, dan aku merindukannya,


dengan penuh semangat aku segera turun dari mobil, namun sesuatu membuat langkah ku terhenti,


tak jauh dari tempat ku terdapat sebuah mobil yang sedang terparkir dengan begitu indah, hal ini jelas saja membuat kening ku mengerut saat melihat mobil itu, aku merasa jika aku cukup mengenal mobil itu, ku fikir itu adalah mobil Angga, tapi?, saat ini Angga sedang pergi bekerja, mana mungkin bisa berada di sini


Untuk menghilangkan rasa penasaran ku aku memilih untuk mendekat, dan ternyata mobil ini adalah milik Angga, aku tak mungkin salah lihat, aku sangat mengenali mobil ini, baiklah jika seperti itu, karena Angga juga ada di sini aku akan memberi mereka kejutan,


Aku tersenyum jahil dan dengan pelan masuk ke dalam rumah, aku segera mencari keberadaan mama di mana mana, dapur, ruang tamu bahkan di pinggir kolam, namun semua menjadi begitu sepi tak terlihat batang hidungnya, aku berjalan ke lantai dua dan tujuan ku kali ini ialah kamar mama ku mungkin ia sedang melakukan sesuatu di kamar, entah tidur, berdandan atau bahkan berolahraga, semua bisa saja terjadi bukan?, karena aku akan mengejutkan mama tentu saja aku harus mengendap ngendap untuk memberikan kejutan


"Tumben mama tak menutup kamarnya dengan baik" Batinku dengan pelan, pintu kamar mama sedikit terbuka, sepertinya keberuntungan berpihak pada ku kali ini, dan baik lah mari memberi kejutan, dengan langkah pelan aku meraih gang pintu


"Mama" Ucap ku dan langsung membuka pintu dengan lebar, namun hal yang ku lihat membuat ku membulat kan mataku tak percaya dengan penemuan ku kali ini, sebuah pemandangan yang begitu mengejutkan, yaitu sebuah pemandangan yang bahkan tak pernah ku bayangkan akan melihatnya hari ini, untuk sesaat jantung ku berhenti berdetak, dan bahkan tubuh ku terasa kaku, seolah waktu sedang berhenti, dan setelah beberapa saat tiba tiba ku berdegup dengan begitu kencang, darah ku bahkan berdesir seolah terhenti untuk beberapa saat, yang ku lihat hari ini?, yang ku lihat hari ini seolah berhasil menghancurkan seluruh kehidupan yang selama ini aku perjuangkan


Bagai mana tidak saat ini aku sedang memergoki mama ku yang asik bermesraan dengan seorang pria, pria yang bahkan jauh lebih muda darinya, hal ini aku menelan silva ku dengan pelan,

__ADS_1


Hati ku sakit, hati ku terasa di tusuk seribu jarum, sakit bahkan sangat menyakitkan, pria itu adalah Angga, pria yang bermesraan dengan mama ku di ranjang itu adalah Angga, pria sampai saat ini masih berstatus sebagai suami ku secara sah dan di akui oleh agama dan negara, lalu apa?, lalu apa yang ku lihat ini, Apakah aku salah melihat?, dan apa yang sedang mereka lakukan?,


semua bahkan menjadi begitu sulit untuk di jelaskan, yang pasti saat ini Angga sedang bertelanjang dada dan mama ku keadaan mama ku tak jauh berbeda dari Angga, sama sam berpenampilan sedikit berantakan, benar benar membuat ku terdiam Tampa memiliki kemampuan untuk bergerak.


Karena kedatangan ku yang begitu tiba tiba tentu saja membuat keduanya menjadi begitu kaget, dan Angga dengan segera membenahi pakaiannya, beranjak menuju ku yang masih berdiri kaku di ambang pintu,


Mama pun melakukan hal yang sama, ia menatap ku dengan tatapan begitu linglung, aku mengerjapkan mataku beberapa kali dan menghela nafas dengan begitu berat, aku bahkan masih berusaha keras untuk tetap menujukan sebuah senyuman senyuman yang begitu menyakitkan,


Bahkan amat sangat menyakitkan saat tau sebuah kenyataan bahwasanya suami mu orang yang sangat kamu cintai dan kamu hargai di rebut oleh seorang wanita yang berstatus ibu mu, ini terlalu mengejutkan dan ini terlalu tiba tiba dalam sekejap aku bahkan telah di khianati oleh dua orang yang paling ku cintai, aku menggeleng pelan sembari menepis air mataku dengan pelan, dan setelahnya meninggalkan kamar


Kejadian seperti ini?, bahkan aku tak berani untuk membayangkannya, lihatlah ini lah buah dari ke sombongan ku selama ini, aku terlalu percaya dengan manusia aku terlalu menggantungkan kehidupan dan dunia ku pada manusia lihatlah apa yang terjadi? aku hanya berakhir dengan sebuah rasa kecewa,


"Sayang dengerin aku dulu, sayang, ini ngak seperti yang kamu pikirkan" Kali ini Angga yang berlari dan meraih pergelangan tangan ku,


"Lepas" Ucap ku dengan suara parau, karena sudah terjadi maka aku hanya bisa mencari jalan untuk pergi

__ADS_1


Aku tak ingin membuat keributan dan melukai perasaan mama ku, bagai mana pun aku tau batas ku sebagai seorang anak, aku tak akan mungkin mencaci maki selingkuhan suami ku yang merupakan mama ku sendiri,


Pantas saja akhir akhir ini perasaan ku sangat tidak enak, dan aku bahkan merasa sangat mengenali wangi parfum itu, ternyata parfum milik mama ku, aku tersenyum miris jika mengingatnya, pada kenyataanya Angga tak sesempurna yang ku kira, dan aku di khianati, aku di sakiti dan di buang begitu saja,


"Sa.. " Ucap Mama dengan nada nan begitu pelan, kini kami telah berada di ruang tamu, aku sama sekali tak perduli dengan ucapan angga, hatiku sudah terlanjur sakit, hancur berkeping-keping


"Ngak ada yang perlu di jelasin Ma, oh ia aku bawa kue kesukaan mama loh, tadi Cika berhenti di toko kue dulu sebelum kesini, mama jangan lupa di makan ya, aku capek banget aku pamit pulang dulu ya" Ucap ku dengan nada nan begitu pelan, berusaha keras untuk terlihat baik baik saja, aku tak boleh lemah, aku harus kuat berhadapan dengan suami beserta selingkuhannya ini


"Sa.. "


"Aku pamit ya ma" Ucapku berjalan cepat menuju mobil ku aku hanya berniat untuk pergi sejauh mungkin, melepaskan semuanya dan menganggap semuanya hanyalah mimpi buruk ku,


Meskipun pada kenyataannya aku hanya sedang berusaha untuk menipu diriku sendiri bohong jika aku tidak merasakan sebuah rasa sakit, bohong jika aku tak terluka, nyatanya kami telah menikah dalam waktu yang begitu lama,


Hal yang membuat semakin menyakitkan ialah kami tak baik baik saja sebelum ini, tak ada masalah apapun yang datang, lagi pula kami juga tak pernah terlibat pertengkaran, atau berselisih faham,

__ADS_1


Tapi mengapa, kenapa Angga memilih untuk bermain api di belakang ku, kenapa Angga memilih untuk menghindari ku dengan ibu kandung ku sendiri, kenapa?, aku menghela nafas, ini benar benar menyakitkan, dalam sekejap aku Benat benar sudah kehilangan semua, kehilangan dua orang yang ku sayang dan bahkan kehilangan kepercayaan atas diriku sendiri,mengapa dunia begitu kejam?, Mengapa aku menjadi orang begitu menyedihkan?


__ADS_2