My Sad

My Sad
44


__ADS_3

Hari sudah beranjak sore, pekerjaan pun sudah selesai, aku menghela nafas pelan sembari merebahkan tubuhku di sandaran kursi, setelah bekerja seharian aku merasa begitu kelelahan hingga akhirnya memiliki waktu untuk beristirahat dan meregangkan otot


"Kamu pasti bangga banget kan, karena pak Arya ngasih kamu kendali penuh meeting penting kali ini"


Seperti biasa mahluk ini akan selalu berbicara dengan nada sinis, aku tak pernah berkeinginan untuk bersaing atau apa lah itu, ia saja yang berekspektasi terlalu tinggi, jika kurang kemampuan seharunya belajar dan bekerja dengan giat, bukan malah mencari seseorang untuk di jadikan kambing hitam


"Memang cukup melegakan dan membuat saya merasa sedikit bangga" Ucap ku dengan nada pelan, gadis ini ingin mencoba ku rupanya, ingatlah,


Aku bukan gadis bodoh yang bisa di gertak dengan mudah, aku sudah terjun ke dunia pekerjaan sedari muda, aku sudah sangat terbiasa dengan segala persaingan, baik itu persaingan secara sehat ataupun kotor


"Kamu, huh, jangan bangga dulu, pak Arya cuma sedang ngak sadar waktu ngasih kamu tanggung jawab ini"


Ia berucap dengan nada sinis, sedangkan aku?, Bahkan hanya menunjukan senyuman nan begitu santai, biarkan anjing menggonggong, jika ia lelah maka ia akan diam dengan sendirinya, dan jika belum lelah aku hanya perlu mengabaikannya

__ADS_1


"Anda merasa iri dengan pencapaian saya?, Anda merasa tersaingi?, Jika merasa tersaingi bukankah seharunya anda meningkatkan kemampuan anda, agar anda bisa di andalkan" Aku berucap dengan nada ringan


"Kamu"


"Apakah saya salah?, Saya memang merasa bangga menjadi tanggung jawab meeting kali ini"


"Kamu.."


Aku tak mungkin membiarkannya di sini, ia memiliki niat buruk kepadaku, dan jika ada satu berkas saja yang hilang maka akulah yang akan di salahkan, dari itu aku lebih suka mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang datang,


Hal ini ku lakukan tentu saja karena aku sangat membenci yang namanya masalah, aku sudah menumpuk begitu banyak masalah dan aku tak berniat untuk menambahnya lagi


Saat ini aku sudah berada di rumah, duduk diam di depan jendela sembari menyesap coklat panas sebagai teman ku untuk menikmati langit malam,

__ADS_1


Aku menengadah menatap langit malam nan begitu sunyi, meskipun Jakarta masih tetap seperti biasa selalu sibuk dengan segala kehidupan manusia


Aku meraih ponsel tak jauh dari ku sembari membuka sosial media, sebuah postingan melintas di beranda ku, hal ini membuat ku menghela nafas pelan,


Karena si big bos sakit aku harus bekerja begitu keras hari ini, huh semoga saja ini berakhir dengan cepat.


Memang, aku setelah keputusan hakim keluar aku benar benar menghilangkan jejak dari Angga, apa lagi yang bisa ku lakukan, toh kami telah resmi bercerai, tak ada apapun yang akan di bicarakan lagi


Semuanya sudah berakhir dan aku hanya perlu menjauh dari kehidupan mama dan Angga, aku tak akan menjadi orang yang merusak kebahagiaan mama ku sendiri


"Untung aku sempat bikin akun fake" Ucap ku dengan nada pelan, aku menggunakan fake akun untuk melihat keadaan mamaku


"Ma, Cika kangen banget sama mama, moga mama bahagia ya dengan pilihan mama" Aku berucap sembari menatap gambar mama bersama adik ku

__ADS_1


__ADS_2