
"Hallo" Ucapnya, itu telpon dari sahabat ku Amel, aku tak memiliki siapapun lagi, aku hanya mempunyai amel sebagai sandaran ku,
"Lo kenapa?, kok suara lo berubah gini?, lo nangis?, Lo kenapa?, Lo di mana?, Gue ke sana" Ucap Amel dengan nada panik
"Gue ceritain besok ya Mel, gue baik baik aja, lo juga masih sibuk kan ngadepin bos Lo"
"Tapi Lo lebih penting cik, kirim lokasi gue nemuin Lo sekarang"
"Sekarang gue mau sendiri dulu, gue mau nenangin diri dulu" Ucap ku dengan nada pelan, semua masih belum ku percayai, kenyataan yang ku jumpai kali ini bahkan terlalu tiba tiba, aku butuh waktu untuk memahaminya dan memikirkan, aku harus menyiapkan diriku untuk mengambil sikap saat berada di hadapan mama ku, hati ku sakit namun aku tau aku tak bisa menyalahkan siapapun di sini, aku mencintai mama ku dan aku menyayangi Angga, dan akhirnya?, Keduanya mengkhianati ku dengan bermain api di belakang
"Cik, Lo bikin gue takut ta ngak" Ucap Amel dengan nada pelan, aku tau Amel pasti sanga mencemaskan keadaan ku, namun?, Aku tak bisa egois, saat ini Amel sedang sibuk bekerja, ia sibuk dengan segala aktivitas kantornya, terlebih aku juga tau kalo Amel memiliki bos yang begitu garang, aku tak ingin membuatnya dalam masalah, aku akan menahannya sendiri hari ini, aku pasti kuat
__ADS_1
"Gue ngak papa gue tutup dulu ya, kita ketemu besok aja di tempat biasa" Ucap ku dengan nada nan begitu pelan, aku menepis air mata ku dengan pelan dan setelahnya kembali melakukan kendaraan untuk segera sampai di rumah, aku terlalu lelah dan terkejut, aku butuh waktu untuk menenangkan diriku sendiri.
Tak butuh waktu lama, kini mobil sudah berada di garasi aku beranjak turun, dengan penampilan yang sedikit acak acakan, rambut kusut, wajah nan begitu kusam dan mata yang membengkak akibat terlalu lama menagis dan meratapi kesialan ku, saat ini bahkan aku hanya berharap jika itu hanya sebuah mimpiku saja, aku berharap jika kejadian hari ini hanyalah mimpi buruk ku saja, hingga pada akhirnya aku kembali terisak pelan, saat menyadari semua ini, semua yang terjadi hari ini bukanlah sebuah mimpi, ini nyata, aku di khianati oleh suami beserta ibu ku,
"Sa.. "
"Stop jangan panggil aku dengan panggilan menjijikan itu" Ucap ku dengan cepat masuk ke dalam rumah, tak ada hal yang perlu di katakan, semua udah selesai, hati ku udah mati tepat saat aku ngeliat pemandangan menjijikan Angga bersama mamaku
"Ngak ada lagi yang perlu kamu jelaskan Ngga, kamu ngak usah repot ngelakuin itu, karena aku percaya dengan apa yang aku liat, selama ini aku diam, kamu fikir aku ngak tau?, Kemeja kamu bau parfum cewek, aku udah nemuin semua kejanggalan itu, tapi bodohnya aku yang bahkan masih ngak percaya dengan perasaan aku sendiri, aku di bodohi oleh perasaan dan akhirnya semua di tunjukan dengan begitu jelas kan?" Ucap ku dengan nada nan begitu datar, aku sudah menemukan semua ini sedari lama, namun aku masih terlalu percaya diri, aku terlalu percaya dengan Angga dan akhirnya tuhan menegur ku, selama ini aku memiliki yang begitu sempurna hingga akhirnya aku di sadarkan oleh kenyataan jika semuanya hanya sebuah kebahagiaan sesaat saja
"Maaf sayang, aku tak bermaksud ngak pernah punya niat untuk mengkhianati kamu, aku sungguh ngak pernah bermaksud, aku khilaf sayang, ku mohon ampuni aku, aku mohon Maafin aku sayang, aku akui aku melakukan kesalahan, kamu bisa mukul dan menghukum ku, tapi aku mohon maafkan aku" Ucap Angga dengan nada nan begitu lirih, namun semua sudah selesai bukan?, Semua sudah berakhir dan aku bukan orang yang akan menyakiti diriku sendiri hanya untuk sebuah perasaan dan pria yang jelas jelas menyakiti ku
__ADS_1
"Oh jadi kamu ngak sengaja ya Ngga?, bagus banget ya kamu, dan apa kamu percaya kalo aku juga ngak sengaja memergoki kamu sedang bermain panas dengan wanita lain, dan itu adalah mama aku sendiri Ngga, apa aku belum cukup untuk kamu Ngga?, apa selama ini aku ngak cukup buat muasin kamu?, ha?, apa aku ngak cukup?" Ucap ku sembari menekan setiap katanya, aku ngak perduli, saat ini mama sedang tak ada di sini, dan aku ngak perlu takut jika harus menyinggung Angga, aku bisa saja menyinggung dan memaki Angga, tapi?, aku ngak akan pernah bisa menyinggung mama ku, wanita yang sangat ku sayangi, orang yang selalu yang mencintaiku sejak kecil,
"Aku terpaksa ngelakuin ini, mama selalu memojokan ku, aku bisa apa?, kita sudah menikah lama, tapi kita tak menghasilkan apa apa, mama selalu nekan aku, aku muak cik, aku muak dengan semua ini" Ucap Angga yang masih bersikeras membenarkan segala kesalahan yang ia perbuat,
"Oh jadi sekarang cinta kamu cuma sebatas itu Ngga?, cuma sebatas itu, ku ingatkan pada mu, aku adalah manusia, aku bukan mesin pencetak anak, kamu bisa liat kan?, Aku selalu berusaha dengan begitu keras, kamu bisa liat itu kan?, apakah selama ini kalian buta?, kamu pikir aku ngak menginginkan hal itu?, kamu pikir aku ngak mendambakan Seornag anak?, aku adalah wanita Ngga, akulah yang paling sakit di sini, aku normal, kamu juga liat kan hasil dari dokter, aku baik baik aja, tapi kanapa?, Kenapa kalian ngak bisa bersabar sebentar lagi?, dan hanya dengan bermodalkan hal ini kamu bisa mengkhianati pernikahan kita, dengan alasan ini kamu mengkhianati cinta kita?, kamu brengsek Ngga"Ucap ku, mereka fikir apakah aku tak mendambakan kehadiran seorang anak, buah cinta ku bersama Angga, aku sangat ingin tapi tuhan belum mempercayai ku mengenai itu, lalu apakah ini salah ku?, salah ku yang tak bisa memberikan anak?
"Say... "
"Jangan pernah sebut kata kata itu lagi, kamu menjijikan, apa kamu tau?, betapa besar perjuangan ku untuk punya anak?, aku menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk itu ngga, kamu dengan tak berperasaan menduakan aku, dan bahkan dengan mama ku sendiri, kamu hebat banget Ngga" Ucap ku keras, hal yang paling tak bisa ku terima, mengapa harus berselingkuh dengan mamaku?, masih banyak wanita luaran sana yang dengan senang hati naik ke ranjang seorang Rangga Wijaya
"Sekarang mari bercerai, setelah itu kamu harus nikahin mama ku" Ucap ku dengan suara yang tercekat, aku pun tak menyangka kata kata itu berhasil lolos dari mulutku,
__ADS_1