My Sad

My Sad
42


__ADS_3

Mentari pagi sudah kembali menyinari langit biru, aku membuka mataku dengan pelan, hal yang pertama kali menyambut ku adalah pemandangan si big bos yang tertidur lelap, aku menghela nafas pelan sembari memegangi leher ku,


Benar benar tak nyaman, bahkan aku harus tidur dalam posisi duduk semalaman, huh benar benar totalitas dalam bekerja, dengan gerakan pelan aku melepaskan genggamannya dan segera bergerak menuruni ranjang,


Jika sampai bersitatap muka maka hanya akan datang sebuah rasa canggung, dan saat ini aku bahkan tak ingin merasakannya


Dengan langkah pelan aku beranjak menuju dapur untuk membuatkan bubur, dan setelahnya kembali ke kamar si Big Bos untuk memberinya makan dan mengingatkannya untuk minum obat


"Anda sudah bangun" Ucap ku dengan nada pelan, dan setelahnya meletakan Napan di nakas yang berada di sisi ranjang


"Hm" Jawabnya dengan nada datar, huh, mahluk ini, lihatlah?, Semalam ia bahkan merengek seperti anak bayi, namun di siang harinya?, Ia kembali mode mahluk yang dingin dan sangat menyebalkan ini


"Hari ini anda tidak memiliki jadwal, anda hanya perlu dia di rumah untuk memulihkan keadaan anda" Ucap ku dengan nada pelan, menghadapi seseorang yang sulit di nasehati adalah hal yang bahkan begitu sulit, jika tak memaksa maka ia akan tetap keras kepala dan tak akan bisa sembuh dengan cepat


"Saya akan ke perusahaan, siapkan pakaian saya" Ucapnya dengan nada datar, bahkan masih bersikap begitu angkuh seperti biasa, terkadang aku bahkan yak habis fikir,

__ADS_1


Mahluk ini bisakah bersikap selayaknya seorang manusia normal, jika sakit katakan, jika tak suka suarakan dan jika merasa jengah maka utarakan, namun mahluk ini?, Bahkan ia masih bertindak sok kuat saat tubuhnya bahkan tak terlihat baik baik saja


"Pak, anda tak bisa pergi ke kantor hari ini, sekarang akan lebih baik jika anda makan makanan anda, minum obat anda dan segera beristirahat agar cepat pulih" Ucapku dengan nada yang bahkan tak ingin di bantah, mahluk ini, akan sangat buruk jika ia bekerja dalam keadaan sakit seperti ini,


Bukan hanya bahaya untuk dirinya namun juga bahaya untuk perusahaan, orang yang sakit cenderung tak konsentrasi dan bahkan mudah emosi, dari itu akan lebih baik libur untuk beberapa saat dari pada menghancurkan kerja keras yang sudah di lakukan selama ini


"Saya baik baik saja" Jawabnya yang bahkan masih begitu keras kepala


"Anda ingin makan sendiri atau saya paksa?" Ucap ku dengan penuh tekanan, naluri seornag wanita adalah hal yang bahkan dapat mengalahkan wanita itu sendiri, jika di fikir fikir, mengala aku harus repot mengurusi orang yang jelas jelas tak mau di urusi, namun?,


Aku melakukan ini karena aku bahkan tak memiliki pilihan lain, jika mahluk ini memaksa untuk bekerja, maka keadaanya akan memburuk, dan jika keadaan memburuk maka hanya akan merepotkan ku lebih lama, aku hanya ingin menikmati sedikit waktu senggang


"Sekarang segera makan makanan anda pak" Ucap ku mengulurkan  semangkuk bubur, dan dalam beberapa saat bahkan bubur itu sudah berhasil di habiskan, setelah selesai mengisi perut maka sudah waktunya untuk meminum obat


"Saatnya anda minum" Ucap ku mengulurkan gelas kecil, yah aku tau jika si big bos sangat tak bisa melihat obat obatan berbentuk kapsul, dari itu aku menghancurkannya dan di berikan sedikit air akan lebih baik agar bisa masuk ke tenggorokannya dengan cepat

__ADS_1


"Apa ini?" Ucapnya sembari melihat gelas kecil yang berada di tangan ku


"Hanya jus" Jawab aku dengan nada pelan


"Bahkan memiliki bau yang sangat aneh" Ucapnya lagi, hal ini membuat ku mengernyitkan kening, masih tercium rupanya?, Bahkan aku sudah memasuki aroma buah untuk menyamarkan bau obat itu


"Yang pasti saya sedang tak meracuni anda, dan saat ini anda hanya perlu menelannya saja" Ucapku dengan nada pelan, Si Big bos hanya menjergit pelan dan setelahnya meminum cairan kental di dalam gelas itu


"Agg, sangat pahit" Ucapnya hampir mengeluarkan cairan yang baru saja ia telan, namun dengan segera aku menutupi mulutnya, waktu terhenti


beberapa saat karena posisi ini bahkan adalah posisi yang sangat tidak layak untuk di lihat, aku berdehem pelan sembari menarik kembali tangan ku dan mundur satu langkah untuk membuat jarak di antara kami


"Makan buah ini" Ucap ku pelan dan segera mengulurkan buah pisang untuk menghilangkan rasa pahit dari obat yang baru saja di telan oleh si big bos


"Baiklah, anda sudah selesai, saya harus kembali dan segera ke kantor, saya akan meminta pak Rendy untuk datang, saya permisi" Ucapku dengan nada pelan, bahkan aku sudah menginap di sini, mengurus orang yang sakit, ia ingin kembali dan melakukan pekerjaan seperti biasanya selayaknya Seoang karyawan.

__ADS_1


__ADS_2