
"Selamat atas kerja sama kita, saya sangat tertarik dengan produk yang kalian pasarkan, ibu cika juga mempresentasikan semuanya dengan jelas dan mudah di mengerti" Ucap seorang pria berdasi mengulurkan tangannya dengan si big bos dan di sambut ramah oleh si big bos,
Sedangkan aku hanya menujukan wajah senyuman ramah, sebagai pegawai tentu saja harus menghormati dan menghargai klien
"Semoga kerja sama kali ini berjalan dengan sukses" Si big bos berucap menggunakan bahasa Jerman
Tentu saja masih bisa ku mengerti setelah menjabat si big bos pak Robert juga mengulurkan tangannya ke hadapan ku dan aku tak memiliki pilihan lain dan tentu saja tak memiliki alasan untuk menolak uluran itu
"Semoga proyek ini berjalan dengan lancar dan sukses" Ucap ku dengan logat Jerman,
Saat keduanya saling berjabat tangan Sintia malah menyenggol, aku yang sudah kelelahan tentu saja dengan mudah limbung, dan untuk saja aku tak jatuh
Keberadaan si big bos di samping ku berhasil menghentikan ku dari jatuh dan membuat ku akan menanggung malu seumur hidup
"Ah maafkan saya pak, maaf" Ucap ku kembali berdiri tegak, benar benar memalukan
Dan Sintia?, dia berniat mempermalukan ku di sini, dan jika pun tidak pak Arya akan memarahi ku karena di anggap tidak bekerja dengan profesional.
"Apakah anda baik baik saja?" Ucap si klien dengan nada tanya
"Saya baik baik saja" Jawab ku yang juga menggunakan bahasa jerman
Bagai manapun aku adalah seorang dari keluarga kelas atas, aku sudah mengelilingi begitu banyak negara,
Tentu saja aku juga menguasai beberapa bahasa asing, seperti Jepang, korea, Spanyol, Italia, jerman dan lain lain,
Hal seperti ini sudah ku pelajari sedari muda, si mahluk menyebalkan Sintia ini berniat mengerjai ku
Untung saja aku tak melakukan kesalahan
"Ternyata anda bisa berbahasa Jerman" Ucapnya dengan nada penuh semangat
Di lihat dari kedekatan keduanya aku juga sudah tau jika klien kali ini merupakan teman si big bos sendiri
__ADS_1
Dan untuk Sintia?, ia sangat ingin mencelakai ku bukan?, maka akan ku tunjukan bagai mana cara ku membalas kelicikannya, ingin bermain dengan ku, jangan berharap bisa lepas dari ku dengan mudah
"Saya pernah tinggal di sana beberapa tahun lalu" Ucap ku dengan nada sopan
Aku beralih menatap Sintia dengan tatapan mengejek, ia mengatai ku orang yang tak tau asal usul, akan ku tujukan bertapa berkualitasnya aku, jika di bandingkan maka ia tak akan pernah mampu untuk menandingi ku
"Ah benarkah?, senang berjumpa dengan anda" Ucapnya dengan senyuman lebar,
"Sama sama" Ucap ku menunjukan senyum manis ku,
Lagi dan lagi aku berhasil melakukan pekerjaan ku dengan baik, dan tentu saja aku sangat bangga pada diriku sendiri,
Seorang yang tak berpengalaman bukan berati tak akan mampu, jika ingin belajar dan berkerja keras maka semua bisa saja di dapatkan
Setelah si klien meninggalkan ruangan aku menghela nafas pelan, baiklah hari ini meeting sudah selesai kan?,
Aku harus kembali ke ruangan ku untuk melanjutkan dokumen ku yang sempat tertunda, pekerjaan oh pekerjaan mengapa kalian bahkan seolah tak memiliki titik akhir
"Selamat" Ucap si big bos dengan nada pelan, hal ini sebenarnya membuat ku terkejut
meski begitu aku tak memiliki hak untuk mempertanyakannya, ia dalam suasana hati yang baik dan aku tak ingin mengganggunya
"Selamat untuk kita semua pak, baik jika tak ada yang di perlukan saya akan kembali ke ruangan" Ucap ku pelan,
Setelah mengantarkan si klien aku di minta langsung ke ruangan si big bos, setelah diam beberapa saat ia mengatakan selamat dan tentu saja aku semakin merasa bangga pada diri ku
"Silahkan" Ucapnya singkat, aku mengguk pelan dan segera meninggalkan ruangan nya, sebenarnya ruangan ku dan si big bos bahkan tidak terlalu jauh, kami hanya di batasi dinding kaca
Aku menghela nafas pelan lega akhirnya meeting selesai dan aku bisa kembali fokus pada tumpukan dokumen itu dan setelah mengabiskan beberapa waktu akhirnya semua selesai, aku tentu saja sangat lega
Akhirnya aku bisa beristirahat, tubuh ku benar benar lelah karena bekerja tiada henti, aku menatap arloji ku, sudah hampir waktu makan malam, dan malam ini tentu saja aku lembur, agar bisa bekerja dengan tenang besok,
Semoga saja semua yang ku harapkan menjadi nyata, aku mengambil tas dan segera menuju pintu untuk kembali ke rumah, langkah ku terhenti saat melihat bayangan di balik kegelapan
__ADS_1
"Siapa di sana?" Ucap ku sedikit berteriak,
Malam sudah sedikit larut, dan bahkan mungkin hanya aku yang masih berada di sini
Bagai mana pun aku tak bisa diam saat pencuri masuk ke ruangan si big bos, jika ada sesuatu yang hilang pasti akulah yang akan di salahkan, si big bos sudah kembali saat sore hari meninggalkan ku dengan segala tumpukan kertas ini
"Hallo" ucap ku lagi, namun masih saja di balas dengan keheningan, kening ku mengerut,
Aku merasa sedikit merinding, walaupun aku bukan orang yang terlalu percaya dengan hantu, tapi jika di tempatkan dalam posisi seperti ini tentu saja sedikit cemas, apa lagi di gedung sebesar ini, tak ada yang bisa membantu ku,
"Siapa di sana" Aku melangkah menyusuri kegelapan meraba saklar lampu untuk memastikan jika tak ada pencuri ataupun hantu yang sedang berada di ruangan ini
"Pak Arya?" Aku hanya membatin,
Si big bos nampak duduk tersandar dengan mata yang terpejam di kursi ke besarnya, karena sepertinya ia sangat kelelahan dan tertidur pulas aku tak berniat untuk menunggunya
"Ugh" saudara lenguhan itu membuat ku menghentikan niat untuk memadamkan lampu,
matanya perlahan terbuka pertanda tidurnya sudah ku ganggu, aku hanya berharap semoga ia tak memarahi ku
"Selamat malam pak, anda belum pulang?" ucap ku dengan nada pelan, ia membenahi duduknya dan menatap ku dalam diam
"Pak"
"Mari makan malam" Ucapnya
"Ah?" Aku hanya menatapnya dengan tanya, namun si big bos bahkan tak membiarkan ku berfikir lamban, saat ini ia sudah berada di hadapan ku dan menatap ku dengan keheningan
"Ah, baik pak, silahkan" Ia hanya menghela nafas dan berjalan ringan menuju pintu, aku tentu tak bisa menolak karena si big bos tak menyukai itu, aku melangkah dalam diam,
"Kenapa?" ucapnya membuka suara,
"Ah tidak apa apa pak, apa bapak memerlukan hal lain?" Ucap ku dengan anda sopan
__ADS_1
Ia hanya menggeleng sebagai jawaban, setelahnya kami berjalan memasuki cafe,