My Sad

My Sad
11


__ADS_3

"Sorry gue telat" duduk di hadapan ku, aku hanya mengguk pelan


"Gue juga baru dateng, pesan apa" Ucap ku pelan, Amel menujukan senyuman lebarnya dan duduk di hadapan ku


"Americano" Aku memesan dua cangkir Americano dan beberapa cemilan ringan untuk menemani kami mengobrol hal berat ini, hal yang pastinya akan menguras begitu banyak emosi


"Lo kenapa?, sakit?, trus kenapa mata lo sembab gitu, lo habis nangis?, kenapa?, cerita sama gue, ada yang gangguin Lo?, yok kita ke sana buat ngasih pelajaran" selama ini amel bahkan tak pernah melihat jejak kesedihan di wajah cantik sahabatnya ini, lalu mengapa Cika bisa sampai ke tahap ini apa yang terjadi?


"Angga Mel, gue mergokin Angga, Angga sama lagi tidur sama cewek lain" aku berucap dengan nada yang tercekat, jika di sebutkan kembali terasa benar benar sangat menyakitkan,


"Apa?, lo salah faham kali Cik, ngak mungkin Angga gitu, selama ini rumah tangga kalian baik baik aja, dan gue selalu merasa iri dengan itu" ia menatap ku dengan tatapan tak percaya


"Gue beneran Mel, gue ngak lagi salah faham, gue liat sendiri pake mata gue, dia, dia ngehianatin gue, selingkuh dan tidur dengan wanita lain mel, hati gue sakit banget, saat gue Tampa sengaja mergokin dia, hati gue beneran hancur" kembali terisak, air mata bahkan sangat sulit untuk di hentikan, aku sudah berusaha untuk menjadi wanita yang kuat, namun kenyataanya?, Kenyataanya aku tidak bisa, aku hanyalah wanita lemah yang rapuh


"Lo ngak lagi ngibulin gue kan Cik?" Amel begitu tak suka, ia bahkan menatap mataku dengan tatapan tajam

__ADS_1


"Apa untungnya gue bohongin Lo Mel, terlebih ini masalah yang serius banget" Aku menepis air mata ku dengan pelan


"Dasar bajingan, dulu dia bahkan udah janji sama gue kalo ngak bakal nyakitin Lo, buat Lo bahagia seumur hidup lo gue, gue ngak bisa diam aja, gue harus ketemu sama tu bajingan, gue harus kasih dia pelajaran"


"Ngak usah mel, gue nggak mau buat luka gue lebih dalam lagi dari ini"


"Tapi cik, Lo?, Dia?, Berani beraninya dia gituin Lo, gue harus ngasih dia sama selingkuhannya pelajaran, sampai kapan pun ngak ada seorang pun yang boleh nyakitin Lo, kalo itu terjadi maka gue ngak bakal diam"


Aku menghela nafas pelan, jika wanita itu orang lain maka aku akan senang hati menghancurkannya sebagai mana ia menghancurkan rumah tangga ku, namun wanita itu adalah ibu kandungku sendiri, aku bahkan harus berfikir seribu kali untuk menyakitinya, aku sangat menyayangi, mencintainya lebih dari apapun, aku hanya memiliki mama dan aku akan membahagiakannya seumur hidup ku


"Gue ngak tau Mel, semua terjadi gitu aja, dan Lo tau?, Hari itu gue bahkan ngerasa kalo dunia udah benar benar kiamat waktu gue mergokin Angga sama mama gue" Ucap ku pelan, memang menyakitkan bukan?, namun ya ini lah kenyataanya aku di khianati, dan di campakkan begitu saja


"Apa?, lo ngak lagi bercanda kan cik?, lo waras kan, mama lo ngak mungkin jalin hubungan sama menantunya sendiri, selama ini mama Lo sayang banget sama lo" Ucap amel, ia terkejut, sungguh terkejut itu bisa di lihat dari matanya yang membulat, seakan menyimpan ribuan pertanyaan di sana


"Gue liat dengan mata kepala gue Mel, gue liat sendiri" Ucap ku, sembari terisak, ah ternyata sangat menyakitkan

__ADS_1


"Gila, beneran brengsek tu angga, gue bakalan kasih dia pelajaran, cik lo ngak marah gitu sama mama lo, kenapa mama lo tega banget rebut suami anaknya sendiri" Ucap Amel dengan nada penuh emosi, aku juga tau apa yang sedang di giliran Amel, namun?, Semuanya sudah terjadi, yang sudah terjadi tidak akan mungkin bisa di ulang lagi, Angga mama, udah ngehianatin aku, dan itulah kenyataanya, aku harus menerima itu dengan berlapang dada


"Gue ngak mungkin marah sama mama gue, lo tau kan kalo gue sayang banget sama mama gue, gue ngak bisa bikin dia sedih" Ucap ku pelan, aku tak akan menyalahkan mama ku karena hal ini, karena aku lah yang tak mampu, aku lah yang membuat Angga menunggu, hingga pada akhirnya Angga sudah tak bisa melanjutkan penantiannya dan memilih untuk melakukan perbuatan tercela ini


"Trus lo mau sedih sampai kapan?, gue ngak suka liat lo gini cik, suruh Angga milih antara kalian, pilih lo atau mama lo, "


"Gue ngak bisa Mel, gue ngak bisa nyakitin mama gue, gue ngak bisa dan ngak akan pernah bisa" Ucap ku menggeleng keras di sela isak ku, aku lelah aku ingin tidur dan tidak bangkit lagi, aku hanya ingin pergi dari dunia yang kejam ini, Tuhan tolong aku, jemput aku dan bawa aku ke pelukan mu, aku benar benar tak kuat lagi dengan semua ini, anggap saja aku lemah dan begitu putus asa, namun kenyataan ini benar benar menyakiti ku dan menghancurkan ku


"Udah udah lo, jangan nangis lagi, gue percaya sama lo, lo pasti kuat, gue minta maaf udah mojokin Lo" Ucap Amel degan rasa bersalah, aku menggeleng pelan, ini bukan kesalahannya, aku memang benar benar lemah


"Lo jangan putus asa gini cik, ingat masih ada tuhan, masih ada gue yang bakalan dengerin segala keluhan lo, masih ada gue akan selalu ada di samping lo sampai kapanpun, gue akan nemanin lo dalam keadaan apa pun, lo ngak boleh gini, lo masih ada gue" Ucap amel berusaha pelan, ia bahkan selalu berusaha untuk menyakinkan ku agar tak menyerah dengan semua ini,


"Makasih ya Mel, Lo udah mau jadi pendengar cerita gue, Lo udah mau jadi sahabat wanita gagal kayak gue" Ucapku pelan Amel menggukan kepalanya


"Lo harus kuat ya, gue yakin Tuhan lagi nyiapin yang terbaik buat Lo, jangan putus asa, rencana Tuhan lebih bagus dan tuhan masih sayang sama Lo" Ucap Amel pelan aku hanya menggukan kepala ku sebagai tanda persetujuan, apapun yang terjadi aku tak boleh menyerah, jika bukan demi aku maka aku harus memikirkan kebahagiaan mama, pembicaraan terus berlangsung sampai pada akhirnya suara deringan ponsel membuat kami terhenti karena amel harus mengangkatnya

__ADS_1


__ADS_2