
Rembulan malam sudah menyapa, saat ini aku mama dan angga sedang berada di meja makan, seperti biasa kami senang duduk di meja makan sembari menikmati makan malam kami dengan nyaman,
keluarga yang terlihat begitu sempurna di luar namun nyatanya hancur di dalam, keluarga yang terlihat begitu bahagia namun pada kenyataanya hanya saling menipu
Mama membenci ku, Angga sudah tak mencintaiku lagi, aku benar benar menyedihkan, dunia yang kejam sudah menujukan kepada ku bagai mana cara kerja mereka
Memberi kebahagiaan dan bahagia sebagai ilusi hingga pada akhirnya segala kebahagiaan itu menjadi bumerang yang berbalik menyerang ku
"Ma, mama jangan lupa minum susu, trus jangan kecapean lagi, aku dengar tadi mama sempat pusing" Ucap ku pelan, aku mendapatkan laporan dari bik Asmi jika mama sempat hampir pingsan
Sejak mama hamil kesehatan mama menjadi semakin menurun, dan tentu saja ini membuat ku menjadi cemas,
Mama sedang membawa dua nyawa saat ini dan aku harus menjaga mama dengan baik
"Ia sayang, makasih kamu udah perhatian banget sama mama, mama bakalan minum kok susu yang kamu buat" Ucap mama pelan, aku tersenyum lembut, sedangkan Angga?, angga bahkan hanya diam seperti batu, ia tak ikut dalam pembicaraan kami
Setiap bersama mama maka Angga akan diam saja, tak ingin menimpali apa lagi masuk dalam pembicaraan ini
Mereka mungkin berfikir jika semua mang sudah baik baik saja dan aku sudah lupa dengan semuanya
Namun berpura pura bahagia di saat hari hancur bukanlah hal yang mudah, aku bahkan harus tetap tersenyum lebar saat air mataku jatuh begitu saja
__ADS_1
"Mama, mama juga harus banyak makan karbo biar mama kuat" Ucap ku pelan,
Sedari muda mama memang sangat ketat dengan tubuhnya, ia selalu memiliki tubuh yang indah saat usianya yang bahkan sudah hampir setengah abad, namun lihatlah penampilannya, orang orang akan dengan mudah tertipu dengan wajah cantiknya itu.
Acara makan malam sudah selesai aku segera kembali ke kamar untuk melihat HP ku, aku harus memastikan jika barang barang ku sampai pada Amel barang barang berharga ku,
meskipun aku memiliki rencana kabur namun aku tak akan meninggalkan Antang barang ku itu, aku mendapatkannya dengan susah payah dan tentu saja aku tak akan meninggalkan mereka, perihal harga Angga aku bahkan tak pernah menginginkan apapun, pekerjaan ku sudah sanggup menghidupi ku sendiri dan aku tak butuh uang dari Angga lagi
Akan merepotkan jika aku pergi dengan membawa barang, aku sudah mengirim barang barang ku pada amel, dan tentunya aku akan pergi dengan tangan kosong setelah ini
Aku merasakan jika tubuh ku di peluk dari belakang, aku menghela nafas pelan, pelukan hangat yang sangat aku rindukan namun nyatanya?, ah sudah lah semua sudah selesai, tak ada yang perlu di sesali, semua sudah berlalu, dan nyatanya hatiku benar benar telah hancur
Saat ini aku mengingatkan Angga untuk menyiapkan apanyang seharusnya ia siapkan untuk acara penting itu
Aku memutuskan untuk bertingkah baik, anggap saja ini adalah kebaikan terakhir ku sebelum aku pergi, anggap saja aku meninggalkan kenangan yang baik sebelum semuanya selesai, jika aku seperti ini maka Angga hanya akan menganggap aku sudah menerimanya
dengan begitu aku memiliki kesempatan untuk menyusun rencana pelarian ku, aku akan pergi, dan itu adalah keputusan ku
"Sayang, apakah harus?, apakah aku harus nikah sama mama kamu, sayang, aku ngak mau, aku ngak mau nyakitin kamu lebih dari ini " Ucap Angga dengan nada nan begitu lirih,
Aku merasakan jika ia mempererat pelukanya, aku tau ia tak ingin melakukan ini, namun?, ia sudah mengkhianati ku, anggap saja aku kejam dan egois, num saat berani berbuat maka harus berani bertanggung jawab
__ADS_1
jika ia benar benar tak menginginkan mama ku kenapa perselingkuhan itu terjadi?, apakah ia akan mengatakan jika ia khilaf?, dan kehilangan itu sudah menghancurkan hati ku hingga bahkan tak ada perasaan apapun lagi yang tersisa di sana, hanya ada rasa sedih dan sakit yang mendalam
Sejak awal sudah ku katakan jika tak ada toleransi untuk sebuah pengkhianatan, saat ini mungkin ia menyesal tak tau di masa depan, aku memilih untuk tak memberi kesempatan dari pada kembali di kecewakan, hanya orang bodoh yang mau jatuh di lubang yang sama dan percayalah aku bukan orang bodoh itu
"Kita udah bahas ini dari jauh jauh hari Ngga, jangan buat aku semakin benci sama kamu" Ucap ku menghela nafas pelan menatap keindahan langit malam,
Memang sangat indah, angin yang lembut, rembulan yang hampir sempurna dan jutaan bintang bintang yang menemaninya, namun keindahan itu bahkan bertolak belakang dengan keadaan ku yang hancur,
Tak ada wanita yang rela melihat suaminya menikah lagi, namun?, aku harus melakukan itu, aku harus melihat suamiku menikahi ibuku sendiri, aku harus rela, aku harus rela melakukan ini untuk mama ku
"Kamu senang? kamu senang dorong aku ke pernikahan yang bahkan nggak pernah aku inginkan ini" Ucap angga berbisik pelan,
"Apakah aku harus senag?, apa aku harus bahagia saat dorong suami aku nikah sama orang lain?, tapi ini adalah buah dari pengkhianatan kamu ngga, kamu ngak bisa lari dari tanggung jawab kamu" Ucap ku menghela nafas pelan dan melepaskan pelukanya segera beranjak meninggalkan balkon menuju ranjang untuk beristirahat, tubuh ku sedikit lelah akibat aktivitas harian
"Maaf, aku salah, aku janji ngak bakal nyakitin kamu lagi, ayo kita mulai semua dari awal, ayo kita mulai dari awal lagi dan kita bisa hidup bahagia, cuma kita berdua, aku janji ngak akan ada orang lain" Ucapnya sembari memeluk ku, aku memilih diam,
Aku tak berniat menjawab, aku memilih untuk memejamkan mataku dan pura pura tidur, mengabaikan segala ucapan manis yang di lontarkan angga
"Aku tau kamu sayang sama aku, aku tau kamu ngak bakalan ninggalin aku, aku memang salah karena mengkhianati pernikahan kita, tapi asal kamu tau, apapun yang terjadi aku sangat mencintai kamu, ngak akan pernah ada wanita yang bisa gantiin kamu di hati ku" Ucap Angga mencium pipi ku,
aku memilih diam dan melanjutkan ke pura puraan ku, aku dapat mendengar semuanya dengan jelas, aku tak perduli, tak ada sistim pengulangan dari hidup ku, aku sudah terlalu lelah di kecewakan biarkan aku hidup dengan nyaman.
__ADS_1