
Saat malam sudah larut aku segera kembali ke rumah, Acara pernikahan mama ku baru saja selesai dan kami juga baru kembali dari gedung resepsi, tubuh ku juga sudah begitu lelah dengan segala aktivitasku
Lagi pula anggap saja sebagai malam terakhir aku berada di tempat ini, karena besok aku akan pergi meninggalkan semuanya, meninggalkan luka dan sisa pengkhianatan yang dilakukan oleh suami ku, pria yang amat sangat ku cintai
Kepergian ku kali ini bukan karena aku putus asa, aku tak akan mengorbankan seluruh kehidupan ku hanya untuk Angga, aku hanya berharap jika kepergian ku kal ini akan menjadi jalan ku untuk memulai kehidupan yang baru
Menata ulang kehidupan ku yang yah terlanjur hancur, aku menghela nafas pelan membuka gang pintu dan berjalan mendekati tangga, aku akan kembali ke kamar untuk segera beristirahat
"Angga ngapain kamu si sini?" aku sangat terkejut atas keberadaan Angga di sini, apa yang di lakukan Angga di kamar ku, dan keberadaan Angga ini tengu saja membuat ku merasa jika ini tak pantas
Ini adalah malam pertamanya dengan mama, dan mengapa ia malah berada di kamar ku, mengapa angga berada di sini?,
Saat ini aku hanya berusaha untuk mengusirnya dari kamar ku, mama pasti akan sedih sampai tau kalo suaminya malah berada di sini
"Sayang, kamu sudah pulang, sayang aku kangen, aku rindu kamu" Ucap Angga dengan langkah sempoyongan, aku menatapnya penuh tanya, ada apa?, ia tak pernah mabuk sebelum ini, lalu? mengapa ia malah melakukan ini?
"Aggh" Aku terkejut saat Angga menarik ku kasar dan membanting ku ke ranjang, terlalu tiba tiba dan yah tentu saja aku reflek mendorongnya menjauh
"Angga, sadar, sadar Ngga" Ucap ku saat dengan gugup, tatapan itu?, penuh dengan emosi yang tak terlupakan, dan untuk ke sepersekian detiknya aku merasa takut, yah aku takut dengan tatapan angga bak singa kelaparan, demi apapun aku takut seperti ini
"Aku sadar sayang, bahkan aku sangat sadar, aku telah melakukan yang kamu inginkan, bukankah waktunya mengambil hadiah?, aku merindukan mu sayang, sangat merindukan mu, kau telah menyiksa ku sangat lama, sudah berapa bulan kau menjauhi ku?, apakah aku sebegitu tidak di inginkan, aku tau jika aku melakukan kesalahan, tapi apakah aku tak bisa mendapatkan maaf dan kesempatan dari mu" Ucap angga tertawa keras,
__ADS_1
Dengan gerakan cepat langsung menindih tubuh ku, aku membulatkan mata dan ingin protes, tapi?, bahkan Angga tak membiarkan ku untuk hal itu, Angga dengan cepat membungkam ku dengan ciuman sangat kasar,
"Kamu gila Ngga, kamu gila, lepasin aku" Teriak ku setelah ciuman panas itu terlepas, aku dengan sekuat mendorong tubuh Angga dan menepis air mataku dengan kasar,
Angga memperlakukan ku seperti ini?, Angga ku, Angga ku yang selalu mencintai dan menyayangi ku malah melakukan ku sehina ini
"Kamu yang buat aku gila, Cika, kamu, kamu yang udah buat aku gila, kehilangan semuanya, cinta mu, senyuman mu, dan semua kebahagiaan itu" Angga berucap dengan di iring tawa yang begitu keras
"Kamu yang bikin kamu sendiri yang berbuat Ngga, kamu yang berani bermain di belakang ku, tapi lihatlah?, kau bertindak seolah aku istri kejam yang memiliki hati yang begitu sempit" Aku berteriak dengan kesal
"Biarkan aku menikmati tubuh mu, aku merindukan tubuh mu, aku telah menuruti keinginan mu, apakah aku tak pantas mendapat hadiah?, aku akan mengambil Hadiah ku sekarang, suka atau tidak suka kamu harus melayani ku kali ini" Suara itu membuat tubuh ku bergetar hebat,
Tulang ku terasa melunak dan yah aku lemah, aku tak bisa berbuat apapun selain menagis, aku tak menginginkan ini,
"Kamu gila ngga, kamu sendiri yang membuat hidup itu hancur, kamu yang membuat rumah tangga kita hancur, kamu yang main api ngga, kamu yang udah buat mama aku hamil, setelah semuanya kamu ngak mau tanggung jawab dan menerima resiko?, kamu bajingan ngga" Ucap ku berteriak keras, Angga bahkan memperlakukan ku dengan kejam seperti ini
Saat ini aku bahkan malah berusaha untuk menjauhkan diri dari Angga, pertengkaran selalu menemani hari hari kami, tak ada lagi kebahagiaan hanya ada rasa sakit dan penuh dengan kecewa
Tak ada keharmonisan, tak ada cinta dan kasih sayang lagi, hari hari bahagia dan penuh cinta sudah berakhir sampai di sana
Berakhir di hari di mana aku menemukan mama dan Angga sedang memadu kasih dengan begitu mesra, huh lagi dan lagi aku mengingatkan susah beberapa bulan berlalu namun sakit yang di berikan keduanya bahkan masih terluka dan basah, seolah tak memiliki harapan untuk kembali sembuh
__ADS_1
"Aku tak perduli, aku menikah dan menuruti kemauan mu, dan sekarang kau harus membayar segala rasa sakit yang kurasakan selama ini"
Angga bahkan menatap ku dengan penuh minat tatapan yang bahkan membuat ku menggigil melihatnya, tatapan yang menakutkan itu
Angga berjalan cepat mendekati ku dan menyertakan paksa tangan ku, dan ia membanting ku ke ranjang dan dengan menarik paksa gaun yang aku ke akan,
gaun seketika robek hingga meninggalkan beberapa goresan di tubuh ku, aku hanya bisa menagis, aku ketakutan dan aku tak berdaya, angga benar benar berubah,
bahkan ia memaksakan keinginannya tampa memikirkan perasaan ku yang hancur karena perlakuannya
Kejadian malam ini membuat ku yakin jika sebenarnya Angga tak mencintai ku, ia tak benar benar menginginkan ku sebagai teman hidupnya, ia tak benar mengasih ku dengan tulus
Miris, ternyata perasaan Angga pada ku hanya untuk memenuhi kebutuhan seksnya aja
Hal yang paling ingin ku lakukan saat ini ialah tertawa sekeras kerasnya, aku tak menertawakan siapapun, yang ke tertawakan ialah diri ku sendiri, mengapa memiliki kehidupan seperti ini,
kehidupan yang penuh tipu daya, kehidupan yang tampak begitu sempurna dari luar namun hancur bak debu di dalam, tak ada puing lagi yang bisa ku satukan
nyatanya semua sudah pergi bersama hembusan angin, kehidupan sempurnaku, cintaku dan kasih sayang tulus ku selama ini hanyalah sebuah kebohongan
hanya ilusi dan Ambisi ku saja dan pada akhirnya kenyataan menampar ku dan membangunkan ku dengan kejam dari dunia yang penuh tipu muslihat ini
__ADS_1
Dan akhirnya aku hanya terjebak dalam lingkaran ilusi yang ku buat,
Malang, wanita bernasib malang seperti ku ini sepertinya Menag tak memiliki hak untuk hidup di dunia ini, dunia terimakasih telah menjulang padaku apa arti sebuah kekejaman