My Sad

My Sad
19


__ADS_3

Mentari kembali menyapa, saat ini aku sedang duduk manis di sofa aku menanti desainer itu, aku harus memastikan jika pernikahan mama mewah, dan jangan lewatkan, aku harus mengundang banyak orang, ini hari bahagia mama mana mungkin aku melewatkannya


selama ini aku memang tak mengekspos hal pribadi ku ke dunia pekerjaan, dan semua orang hanya mengetahui jika aku adalah Cika Pratina Wijaya seorang model yang terkenal,


dan ku fikir acara pernikahan ini tak akan menimbulkan keributan bukan?, yah aku hanya berharap, aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk mama ku, mama ku sudah cukup menderita selama ini dan aku tak ingin membuatnya semakin menderita dengan merasakan bagai mana sakitnya menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga ku


"Ma, duduk dulu, liat deh bagus bagus banget kan, kayaknya ini cocok deh, warnanya juga keren" Ucap ku pelan,


aku menujukan beberapa majalah yang berisi model pakaian yang ada di butik, dan semua pakaian ini terlihat bagus, oh ralat sangat bahkan bagus, berbagai macam model gaun terpajang di sana, sungguh asupan yang berkualitas


Senyumku kembali merekah saat Angga turun dengan pakaian formalnya, sepertinya ia akan berangkat ke kantor


"Ngga" Ucap ku dengan nadanpelan,


Angga melangkah mendekati ku, aku menunjukan senyum terbaik ku, dan yah senyuman terakhir pastinya,


Karena setelah ini aku akan benar benar pergi, aku hanya perlu menunggu pernikahan mama dan Angga selesai dan aku tak akan menggangu lebih lama lagi, aku tak ingin merusak kebahagiaan mama, cukup sudah, mama sudah mengalami begitu banyak penderitaan karena ku, aku harus membalas kebaikan mama


"Sayang" Ucap Angga menggenggam tangan ku dan menatap ku penuh tanya,


"Duduk, coba kamu liat," Ucap ku menunjuk majalah yang berada di hadapan ku, Angga yang akan menikah dan pastinya ia lebih tau apa yang cocok untuknya


"Pilihan kamu yang terbaik, kamu bis pilih apapun yang kamu mau dan aku akan memakainya" Ucap angga pelan, hal itu bahkan hanya membuat ku tersenyum dengan paksa


"Kamu sibuk banget ya?, ngak bisa di tinggal," Ucap ku pelan, hari ini mama sedang sibuk mencari baju pernikahannya, dan tentu saja Angga harus menemani, selamanya pasangan yang akan menikah pada umunya


Bukankah ini yang Angga inginkan?, bukankah ia ingin aku memaafkannya dan ia juga menginginkan seorang anak, mama sudah memberinya anak dan aku sudah berusaha untuk memaafkannya, dari itu bukankah seharunya Angga menjadi sedikit lebih tau diri

__ADS_1


"Aku ngak terlalu sibuk, aku bisa nemanin kamu milih pakaian ini" Ucap Angga duduk di samping ku, aku berdehem pelan dan perlahan berdiri dan membuat mama duduk di samping Angga


Saat ini beberapa orang sedang melihat kami, dan tentu saja ini akan sangat tidak nyaman, dari itu aku membiarkan Angga dan mama duduk lebih dekat agar dapat menentukan pakaian mana yang akan di pilih untuk pernikahan mereka


"Aku ngak mungkin milih kan?, ini adalah pernikahan kalian, kalian harus milih, ngak udah ragu, banyak kok yang bagus bagus" Ucap ku menujukan senyuman manis ku, aku beralih menatap ekspresi dari para desainer itu, namun aku tak terlalu banyak berfikir aku yakin mereka salah orang yang profesional dalam pekerjaan mereka


"Sa.. "


"Kamu pilih aja aku mau keluar dulu ada beberapa urusan" Ucap ku menunjukan senyum ku dan beranjak meninggalkan ruang tamu


Angga sudah bersama mama, dan aku tak perlu menemaninya lagi, mereka akan menjadi canggung jika aku di sana


toh aku juga tau sejak mama tinggal Angga cukup sering mengunjungi kamar mama, awalnya aku berfikir Angga akan sangat menyesali perbuatanya, namun nyatanya?,


Mulutnya memang berkali kali mengucapkan kata maaf namun kata kata itu seolah tak memiliki arti apapun, ia tak merasa menyesal sedikitpun meskipun kata kata sesal itu sudah ia ucapkan puluhan bahkan ribuan kali, setelah meminta maaf ia akan kembali mengulanginya,


"Sayang" Ucap angga mencekal tangan ku, langkah ku terhenti dan berbalik menatap nya


"Ada apa lagi ngga, sekarang kamu pilih baju pernikahan kamu dengan mama, setidaknya setelah ini hubungan kalian akan berada di atas ikatan yang sah" Ucapnku dengan nada pelan, setelah ini setidaknya mama dan Anga tak perlu berhubungan secara sembunyi sembunyi lagi


Hati ku sakit saat mengetahui semua kenyataan namun kembali lagi pada takdir, dan sialnya aku mendapatkan takdir yang buruk ini,


"Apa yang kamu lakukan?, sayang kamu udah mikir ini baik baik" Ucap Angga dnegan nada pelan, ia bahkan menatap mata ku dengan begitu lekat


Sedangkan aku?, hanya menujukan senyuman kecil, matanya selalu di penuhi dengan sebuah penyesalan, namun hanya saat aku berada di depannya, saat aku pergi maka sebuah Penyesalan itu seolah menghilang


"Membiarkan kamu memilih pakaian pernikahan, tak perlu pedulikan aku, aku baik baik saja" Ucapnku dengan nada pelan, saat ini waktu mama dan Angga dan aku tak akan menganggu,

__ADS_1


"Sayang aku.. Aku"


"Ngga penyesalan ngak akan berguna, kata maaf ngak akan berpengaruh, aku cuma mau kamu nikahin mama aku, apakah sulit?, aku cuma mau adik aku punya ayah, mama udah menderita sejak muda, aku ngak bisa liat mama sedih lagi, dan mulai sekarang kamu ngak usah diam diam lagi ke kamar mama, setelah kamu resmi jadi suami mama kamu bisa tinggal di sana sesuka hati kamu"


"Lalu kamu?, apa kamu tau konsekuensinya?, apa kamu tau apa yang kamu lakukan?, kamu melangkah terlalu jauh"


"Aku hanya melakukan yang seharusnya ngga seharusnya kamu memikirkan kemungkinan ini saat memilih untuk ngelakuin ini, kamu yang mengkhianati pernikahan kita, dan kenapa kamu ngak bisa terima ini?, aku baik baik saja, aku bukan wanita lemah," Ucap ku datar


"Kamu berbohong"


"Untuk apa?, sama sekali tak berguna untuk ku" Ucap ku melepaskan cekalan tangannya


"Sa.. "


"Jika tak ingin aku menjadi lebih kecewa maka lakukan apa yang aku katakan, aku pergi" Ucap beranjak menuju garasi, setelahnya mobil mulai kembali berpacu di tengah keramaian jalan raya, masa depan memang tak ada yang tau namun apa salahnya memperjuangkan masa depan yang bahagia, meski kehidupan pernikahan ku sudah selesai namun aku masih memiliki banyak orang yang menyayangiku, aku harus bertahan, dunia memang kejam namun yakin lah aku lebih kuat dari yang kalian bayangkan


Aku menghela nafas pelan, meraih ponsel ku


"Hallo"


".. "


"Lo lagi sibuk? "


".. "


"Yaudah, gue ngak bakal ganggu lo, gue cuma mau nanya masalah penjualan apartment gue, nanti aja kita bicarain, kelarin pekerjaan lo, bos galak lo ngamuk bisa bahaya" Ucap ku pelan setelahnya memutuskan sambungan telpon, aku memilih untuk tak bekerja untuk sementara waktu, pikiran ku masih sangat kacau, aku tak ingin membuat perusahaan tempat ku bekerja bangkrut, lagi pula tabungan ku masih cukup untuk menghidupi ku untuk beberapa waktu,

__ADS_1


__ADS_2