My Sad

My Sad
27


__ADS_3

Mentari pagi sudah kembali menyapa, Amel pun sudah terlihat siap dengan segala barang barangnya, kali ini akan bepergian lama dan Amel tentu saja sudah menyiapkan semuanya,


Terbesit rasa sedih di hati ku, yah aku kembali di tinggalkan, amel akan ke luar kota beberapa bulan kedepan, dan berarti aku hanya akan sendirian setelah ini


Amel akan pergi keluar negri untuk perawatan ibunya dan di sini hanya aku sendirian, menghabiskan hari bersama bos besar yang amat sangat menyebalkan itu


"Lo udah siap?" Amel berucap dan hanya ku balas dengan anggukan pelan


Saat ini aku bahkan sudah siap dengan pakaian formalnya, ku fikir semua akan baik baik saja, sudah satu tahun berlalu dan pastinya berita tentang diriku juga sudah tenggelam oleh hal lainya


"Udah, yuk buruan, entar bandara tutup"


Aku berucap dengan nada pelan, Amel akan meninggalkan ku dan jujur saja aku sangat sedih, namun?, apapun yang Amel lakukan adalah demi kebaikan dirinya sendiri,


Pengobatan di luar negri lebih maju dan ia berharap agar ibunya dapat segera sembuh dari penyakitnya


"Ngadi ngadi lo, oh ia nanti lo dateng aja ke kantor, gue udah bilang sama teman gue buat bawa lo ke ruang pak bos, dan lo harus siap di tes sama pak bos"


Amel menatap ku dengan malas, aku sedih namun aku berpura pura jika semuanya baik baik saja, aku tak sedih dan tak keberatan dengan kepergian Amel, meskipun pada kenyataanya aku keberatan dan bahkan amat sangat keberatan dengan kepergian amel


"Huh iya iya, lama lama lo jadi nyebelin"


"Gue pasti bakalan kangen banget sama lo"


"Cuma beberapa bulan kali, lagian kita kan bisa chating"


"Lo mah ngak ada romantis romantisnya"


"Bagi gue semuanya terasa hambar"


"Maaf ya, gue ngak bisa nemanin lo pas sidang lo sama angga,"

__ADS_1


"Santai aja kali, ada ataupun ngak ada lo hasilnya tetap sama, gue bakalan jadi janda, huh status janda tunggulah kedatangan ku"


"Ya udah, sampai ketemu lagi, lo hati hati ya di sini"


"Iya iya"


Setelah mengantarkan amel ke bandara aku segera memacu mobil ke PT purnama bayang kara, yah itu lah perusahan tempat amel bekerja, dan itu hanya menjadi masa lalu karena pada kenyataannya aku lah yang bekerja di sini di masa depan, benar benar ngak terduga


"Selamat siang" Ucap Ku pada staf yang berada di depan sana, yah ini adalah kali pertama aku ke tempat ini tentu saja aku harus bertanya kan?, pepatah mengatakan malu bertanya sesat di jalan, dari itu mari bertanya agar tak tersesat di perusahaan besar ini


"Ada yang bisa di bantu?" Ucap si wanita sopan, aku tersenyum lebar dan mengatakan tujuan ku,


"Oo mbak ini calon asisten pak Arya yang baru?" Ucapnya yang hanya ku balas dengan anggukan


"Mari saya antar" Ucapnya, aku berjalan beriringan mengikuti langkah sang staf,


"Nah ini ruangan pak Arya, semoga anda berhasil" Ucapnya pelan, aku hanya mengguk sebagai jawaban, dan setelahnya ia meninggalkan ku di depan ruangan big bos yang suka mengatur, huh jika bukan karena amel aku tentu tak akan pernah menginjakkan kaki di tempat ini


Kalian mau mengatai ku lebay terserah, namun pada kenyataannya ya ini benar-benar mengerikan, bos galak,


Suka memerintah dan sangat tak manusiawi, amel memang sangat berbakat jika berurusan dengan menjebak ku ke jurang kematian


Dalam diam langkah membawa ku memasuki ruangan


"Permisi"


"Masuk" Suara Dingin itu membuat suasana ruangan semakin dingin, demi apapun Tuhan jauhkan aku dari segala godaan yang terkutuk


"Selamat siang Pak," Ucap Ku mengulurkan tangan ku, namun?, aku harus menelan kecewa saat tangan ku bahkan tak mendapat sambutan dari pria berjas di hadapan ku ini, yang dikatakan Amel memang benar,


Big bos ini memang sangat tampan tapi?, yah seperti yang ku katakan dia tak bernyawa, sangat kaku seperti patung kayu, menolak uluran tangan wanita cantik seperti ku?, ingat jangan menyesal di masa depan

__ADS_1


"Siapa nama anda?" Ucap Si Big bos dingin, huh ngeri banget cuy,


Baru pertama kali masuk aja udah di suguhi wajah kaku gini, awas aja yah lo Mel, gara gara lo gue harus berhadapan nih sama manusia kaku


"Nama saya Cika pak" jawab ku singkat,


Si big bos cuma diem diem aja tuh sambil bolak balik berkas berkas alakadar yang gue bawa


"Ini peraturan yang harus kamu patuhi" Ucap si big bos ngasih lembaran kertas yang udah di isi sama poin poin peraturan, aku menaikan alis ku sembari membaca poin Poin, huh sangat banyak ternyata


"Maaf Pak, tapi bukankah ini menyalahi aturan ketenagakerjaan?, para karyawan bekerja dari jam 7.30 dan berakhir pada yang 17.25 tapi di sini tertulis dengan jelas bahwa jam kerja di mulai sejak masuk sampai kontrak berakhir, apakah ini tidak sedikit berlebihan pak, menyalahi undang undang ketenaga kerjaan"


"Anda menyalahi peraturan yang saya buat? "


"Saya tidak bermaksud menyalahi peraturan yang anda buat, hanya berusaha untuk mempertahankan hak saya pak, sebagai seorang karyawan saya memiliki hak untuk beristirahat saat makan siang dan di malam hari, jikapun harus bekerja di malam hari harus terhitung dalam lembur" Ucap ku, yah tentu saja,


Dalam kertas selembar itu memiliki 25 poin peraturan, diantaranya harus siap kapanpun di butuhkan, hey aku hanya mencalonkan diri sebagai karyawan di sebuah perusahaan,


Bukan mau pelatihan militer, dokter apa lagi pemadam kebakaran yang selalu melayani 24 jam, benar benar konyol bukan?


"Saya tidak sedang mengajukan sebuah penawaran, anda hanya berkewajiban mematuhi peraturan, jika anda merasa sangat keberatan maka silahkan tinggalkan ruangan saya" Ucap si big bos ngomong dingin bener ngak nyangka bakalan berhadapan sama si kulkas gini,


Dari kecil aku terbiasa mengatur dan kali ini?, aku harus terikat peraturan gila itu?, benar benar laki laki ngak punya hati, saat ini aku hanya ingin memprotes dan sayangnya aku tak memiliki kuasa untuk itu,


Aku hanya bisa menghela nafas kasar menelan semua yang ada dalam pikiran ku, hey kalo ngak terpaksa gue juga ogah banget kali kerja di sini, mimpi apa gue semalam,


"Baik, saya setuju dengan peraturan yang anda berikan" Ucap ku kesal, aku benar benar berada di jalan yang buntu sekarang,


Tak ada pilihan, sudah telanjur juga, dan yah mau tak mau aku harus mematuhi dan menyetujui segala deretan peraturan gila itu, benar benar big bos ngak punya hati,


Ia memanggil seorang gadis dan di minta untuk mengantarkan ku ke meja, hari hari yang menyebalkan, aku datang.

__ADS_1


__ADS_2