My Sad

My Sad
21


__ADS_3

Mentari pagi kembali bersinar terang seakan menertawai nasib malang ku, aku menepis air matanya kasar, membiarkan air menyirami tubuh ku,


Saat ini aku masih duduk tertunduk dan memeluk diriku sendiri di dalam bathtub aku merasa jika harga diri ku di injak injak oleh pria yang sampai saat ini masih resmi menjadi suami ku


Perlakuan angga semalam teringat jelas dalam ingatan ku, perilaku kejam dan kasarnya, aku semakin tak mengenalinya, ia seolah berubah menjadi orang lain dan membuat kami menjadi semakin jauh


Selama tujuh tahun menikah Angga begitu mencintai ku, begitu menghormati ku dan selalu memperlakukan ku dengan lembut, namun kalo ini?, ia bahkan memperlakukan ku lebih buruk dari wanita panggilan


Tak ada lagi cinta di matanya, tak ada lagi kehangatan dan sayang di sana, setelah hari itu aku benar benar kehilangan Angga ku, pria yang selama ini aku cintai dan aku hormati


"Sayang maaf, maafin aku, maaf, sayang" Angga yang sedari tadi mengetuk pintu pun aku abaikan, aku menghela  nafas menepis air mataku yang sudah jatuh sejak tadi,


Setelahnya segera meraih handuk dan mengganti pakaian, aku sudah cukup lama berendam di sini dan memang sudah waktunya untuk naik dan menghadapi semuanya


"Sayang, maaf, semalam aku ter.. " Ucap angga saat gang pintu terbuka, aku menatapnya nanar wajahnya, wajah itu masih sama, namun ia bukan Angga ku, bukan pria yang selama ini aku cintai dan mencintai ku


Seperti biasa setelah melakukan kesalahan lalu minta maaf, semua tak semudah itu, rasa sakit tak akan hilang dengan kaya maaf itu, harga diri ku terluka tak akan bisa sembuh dengan kata itu,


Semua tak selesai dengan begitu mudah, meskipun aku tak membenci, tapi percayalah aku sangat kecewa, aku kecewa pada diriku yang lemah dan tak berdaya ini


"Sayang" Ucap Angga memeluk pinggang ku dengan erat hal ini membuat ku menjadi tidak nyaman


Wajah bersalahnya terpasang dengan jelas rapi dan sempurna, namun kenyataanya wajah memelas itu tak akan mempan pada ku, aku sudah terlalu biasa mendengarkan kata maaf itu, aku sudah terlalu biasa dengan wajah memelas tu,

__ADS_1


"Lepas" Aku berucap dengan nada datar, setelah memperlakukan ku dengan begitu kejam apakah pantas untuk mendapatkan pelukan hangat dari ku?, tentu saja tidak


"Maaf, maaf aku lepas kendali, maaf" Ucap Angga berbisik dengan lirih


Ia mabuk semalam, ia bahkan tak menyadari apa yang ia lakukan, saat terjaga ia sudah menemukan istrinya di sampingnya


Ia berfikir jika ini adalah awal yang baik namun kenyataanya ini adalah kehancuran bagi pernikahan mereka, yang telah mereka perjuangkan selama tujuh tahun ini


"Sudah lah, semua sudah selesai kan?, sekarang kamu ke kamar mama, mama akan sedih jika tau semalam kamu tidur di sini" Ucap ku berusaha tegar


Aku bersikap seolah aku baik baik saja, saat ini sudah pagi dan Angga juga sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, apa lagi?, jika sudah selesai maka akan lebih baik menemui mamanya


"Sa"


Namun aku tak bisa marah dan melakukan apapun, aku tak akan mungkin mampu menyalahkan mama ku untuk semua kejadian ini


"Ke kamar mama Ngga, kamu udah ninggalin mama semalaman, mama sedang mengandung Ngga dia butuh kamu" aku berucap dengan lirih


Aku masih berusaha keras untuk menjadi kuat, aku tak bisa terlihat lemah Karana ini, karena aku bukan orang yang lemah


"Sayang, aku ...ngak.." Angga bahkan masih berusaha menjelaskan perihal semalam


Semua sudah terlambat ia sudah terlanjur menyakiti ku dan bahkan sampai pada diriku terdalam,

__ADS_1


"Ngak aku mohon ngga, aku cuma minta satu hal sama kamu terima mama, apakah sangat sulit?," Ucap ku dengan nada sendu, sesulit itukah mengabulkan keinginan ku?, aku hanya ingin mama hidup bahagia, membesarkan buah hati mereka dan tak ada yang namanya masalah di masa depan, aku hanya ingin memutus tali dendam itu, biarlah sampai di sini,


"Sayang maafkan aku"


"Kata maaf kamu ngak akan pernah berguna Ngga, semua sudah selesai, mama hamil dan kalian telah menikah, dan kamu harus Terima kenyataan itu, dan aku ikut senang akan hal itu, aku mohon bahagiakan mama ku, itu permintaan terakhir ku, kamu bisa pergi dari kamar" Ucap ku mendorong tubuh angga hingga di depan pintu setelahnya pintu itu di tutup, lagi lagi air bening itu jatuh tampa permisi, tubuhku perlahan jatuh sembari terisak dalam diam


"Tuhan mengapa kau berikan aku cobaan seberat ini, aku tak sanggup" Teriak ku dalam hati, setelah puas menagis aku beranjak menuju ranjang merebahkan tubuh ku yang sangat lelah dan remuk, kejadian semalam berputar di otak ku, ke kasaran angga, kegilaan angga, bahkan ia masih menggauli ku saat aku sudah jatuh pingsan


"Huh" Ucap ku menghela nafas pelan, aku akan beristirahat menjelang siang setelahnya pergi SPA untuk merealisasikan tubuh dan otak ku, baiklah sesuai rencana aku akan pergi hari ini, pergi menghilang tampa jejak dan menghapus semua kenangan pahit bersama angga, ah bahkan saat seperti ini pun aku masih memikirkannya, aku cinta pada angga tapi?, penghianatan itu membuat ku tak bisa memberi maaf, lagi lagi aku hanya menghela nafas dan memejamkan mataku.


Cuaca yang panas membuat ku terjaga dari tidur nyaman, entah mengapa, seingat ku rumah ini memakai AC tapi kok?, ataukah rusak?, ah sudah lah apa peduli ku, aku akan keluar untuk SPA rumah mewah selamat tinggal, kehidupan yang indah penuh kepalsuan sudah berakhir mari menata semua sejak awal, sejak tak kenal dengan yang namanya cinta.


"Sayang" Sapa mama yang duduk nyaman di taman depan rumah, panas belum terlalu terik tenyata, bahkan belum jatuh pada sore hari mama masih bisa menikmati suasana yang nyaman


"Mama,"


Aku membalas sapaan mama dengan senyuman lebar


"Mau kemana?"


"Keluar bentar ada urusan"


"Ngak bawa mobil? " Ucap mama pelan, aku hanya menggeleng sebagai jawaban, kan mau kabur ni ceritanya, ya mana mungkin bawa mobil orang mudah dong di lacaknya

__ADS_1


"Ngak ma, cika udah pesan taxi online, yaudah cika pergi, selamat tinggal ma" Ucap ku tersenyum kecut, yah memang hanya salam perpisahan yang bisa ku katakan, aku tak bisa dan tak rela jika berbagi suami, lebih baik aku yang pergi, melihat mama bahagia aku sudah cukup lega.


__ADS_2