My Sad

My Sad
6


__ADS_3

Hari hari terus berlalu begitu saja, dan dari hari kehari aku merasakan hal yang sangat mengganjal, hal yang bahkan membuat ku menjadi sangat tak nyaman, aku bertanya tanya apakah itu, namun sampai saat ini pun aku tak tau apa yang sedang mengangguk, hati ku terasa begitu sesak seolah sedang berada dalam suasana hati yang buruk, namun?, selama ini? semua masih berjalan seperti biasanya,


Aku tetaplah aku yang dulu dan Angga tetaplah Angga yang dulu, mengapa?, aku selalu bertanya tanya pada diri ku sendiri, sebenarnya apa yang salah?, mengapa semua terasa begitu tak mengenakan?


"Sayang" Suara serak itu membuat ku kembali dari lamunan dan di sinilah ku di atas ranjang dan masih di baluti selimut, mendengar suara itu membuat ku tersenyum lembut sembari menatap pucuk kepala pria yang sangat ku cintai ini,


Angga memeluk ku dengan erat, ah dia masih bersikap seperti biasanya, masih begitu hangat dan sangat manis, ada apa dengan diri ku ini?, karena cemas aku bahkan pernah ke rumah sakit namun hasilnya sama, aku baik baik saja, huh benar benar hal yang membingungkan


"Bangun, bukankah kamu ada kerjaan jangan malas, Ayuk bangun trus mandi" Agi berucap dengan nada lembut, Angga menggelengkan kepalanya dengan pelan


ia bahkan masih memeluk ku dengan erat dan sepertinya tak memiliki niat untuk bangun dalam waktu dekat ini


"Ngga, ayo bangun, nanti kesiangan loh" Bisik ku lagi, namun Angga malah menengadah menatap ku dengan tatapan lekat


"Beri aku 300 ciuman, maka aku akan bangun dan bersiap, ayo, cium aku, sayang" Suara itu  terdengar begitu manja, Angga memeluk ku dengan erat, pagi hari ku memang selalu indah, Angga yang selau akan bersikap manis, benar benar membuat ku hanyut dalam kebahagiaan


"Itu kebanyakan Ngga, bibir ku bisa doer jika mencium sebanyak itu" Aku terkekeh pelan, tiga ratus ciuman yang benar saja


"Itu bahkan sangat sedikit sayangku, itu masih belum cukup, tapi karena takut Kesiangan jadi aku perkecil, nanti saat pulang dari bekerja aku  akan meminta 3000 ciuman dari mu, aku sayang banget sama kamu" Ucap Angga yang kini mencium pucuk kepala ku,


Aku mendongak menatapnya dengan lekat, dengan cepat Angga menarik tengkuk ku dan yah berakhir dengan sebuah ciuman nan begitu romantis di pagi hari, setiap hari ya hanya ada kebahagiaan dan rasa syukur, tuhan memberikan ku suami yang begitu sempurna dan sangat mencintai ku


"Udah bangun, kerja"

__ADS_1


Aku berucap dengan nada pelan, mahluk ini harus segera di bangunkan dan segera berangkat bekerja, terlalu lama memeluk ku seperti ini tak akan membuatnya menyelesaikan pekerjaan


Aku tau waktu bersama itu penting hanya saja tentu saja Angga harus menjadi orang yang disiplin, ia harus bekerja saat sudah waktunya bekerja, dan saat malam barulah waktu pribadi mereka, sebagai dua orang yang selalu berada dalam lingkup pekerjaan bersikap profesional adalah hal yang sangat penting


"Cium dulu" Angga berucap dnegan nada pelan, ia bahkan masih bersikeras menagih tiga ratus ciumannya, benar benar mahluk ini


Cup


Aku mengecup singkat keningnya, Angga tersenyum lebar dan kembali menarik ku ke dalam pelukanya


"Sayang, bangun, kerja kerja dan kerja, jangan sampe telat" Aku berucap dengan begitu lembut


"Aku bosnya sayang, jadi aku bisa datang kapan pun aku mau" Angga tersenyum begitu lebar, mahluk pemalas ini, meskipun seoang bos namun tatap saja tak bisa melakukan hal sesuka hati


"Tapi tiga ratus ciuman ku" Ucapnya dengan nada nan begitu manja, mahluk ini, selalu membuat ku di ingkan dan di butuhkan,


"Bersihkan diri mu dulu baru mendapatkan tiga ratus ciuman"


"Kamu sudah janji ya, jangan berani untuk mengingkarinya"


"iya, udah sana mandi, aku mau nyiapin pakaian dan sarapan kamu"


"Aku mandi ya, jangan lupa, tiga ratus ciuman"

__ADS_1


ia melepaskan ku saat aku hampir saja mati kehabisan nafas, ia tersenyum menatapku yang menghirup udara dengan rakus Ia segera beranjak ke kamar mandi, begitupun denganku yang kini mulai membereskan kamar, yang sedikit kacau akibat gelutan panas semalam.


"Parfum cewek?, parfum siapa?" Ucap ku dengan nada pelan kening ku bahkan mengerut aku sangat tau dengan aroma ini dan


Bagai mana bisa kemeja Angga ketempelan parfum wanita lain, dan lagi aku juga merasa jika aku pernah mencium aroma ini dan bahkan terasa begitu familiar tapi siapa?, dimana aku menemukan aroma ini, atau jangan jangan Angga?


Aku menghela nafas sembari menggeleng pelan, mana mungkin itu terjadi, mana mungkin hal itu terjadi, mungkin ini hanyalah perasaan ku saja, hanya perasaan ku saja, benar, mana mungkin Angga bermain api di belakang Ku


Lagi pula Angga adalah seoang yang berada di tengah tengah begitu orang banyak, tentu saja, aku sepenuhnya yakin dan percaya jika Angga tak akan mengkhianati ku, ia tak akan bermain api di belakang ku aku percaya itu


Hanya saja?, beberapa hal yang ku temui akhir akhir ini membuat hati kecilku menolak untuk percaya, aku menghela nafas, ada apa dengan ku?, mengapa akhir akhir ini aku malah terlalu terbawa perasaan seperti ini,


Mengapa aku bahkan tak mempercayai diriku sendiri, aku sudah begitu baik dan sempurna untuk Angga, mana mungkin Angga bisa menyelingkuhi ku, benar, mana mungkin itu bisa terjadi, bagai mana mungkin Angga mengkhianati ku sedangkan aku sudah menjadi istri yang


Angga yang langsung mengambil alih kemeja yang berada di tangan ku, keningku mengerut, ada apa?, mengapa ia terlihat sedikit aneh


"Kemeja ini yang akan ku gunakan?" Ucap Angga dengan nada pelan


"Ah tidak, kayaknya kemeja mu yang ini sudah di pake dan sedikit kotor, oh ia aku mencium aroma yang familiar, tapi aku tak tau di mana" Ucap ku pelan, mengambil alih kemeja itu dan memasukannya ke keranjang tempat pakaian kotor aku akan mencucinya nanti


"Hm..ba..ik lah kalo gitu mana pakaian ku" Ucap Angga gagu


Aku hanya membalasnya dengan sebuah senyuman dan mengeluarkan kemeja putih dari lemari, membantu Angga menggunakannya, setelah  beberapa saat akhirnya Angga selesai di rapikan, kami berjalan beririangan menuju meja makan

__ADS_1


"Sayang, aku akan pulang terlambat hari ini, kamu tak perlu menunggu" Ucap Angga dengan nada lembut, aku mengguk pelan sembari menyantap sarapan ku dengan tenang, setelah beberapa saat acara sarapan selesai, aku mengantar Angga hingga kedepan pintu dan seperti biasa setelah mobil itu menghilang aku akan memulai aktivitas rumah ku dengan tenang.


__ADS_2