
"Sus saya bisa ketemu mama saya" Ucap Amel pada suster yang sedang bertugas
biasanya mama Amel berada di kursi panjang di bawah pohon itu namun saat ini ia bahkan tak ada di sana, karena di cari tak bertemu maka dari itu Amel memilih untuk mempertanyakan keberadaan ibunya
Oh ia aku sampai lupa mengatakannya, ini kami telah berada di rumah sakit jiwa tempat mama Amel tinggal, dan namanya rumah sakit jiwa ya tempat orang yang punya gangguan jiwa, aku menatap sekeliling ku, semuanya melakukan aktivitas mereka dengan bahagia,
Ada yang bernyanyi sendiri, ada yang mengobrol dengan tiang dan ada juga yang saling melempar tawa dengan temannya, tak masalah ini bukan pertama kali aku datang, dan pemandangan seperti ini sudah sangat biasa aku lihat
"Alin, akhirnya kamu jemput mama juga, yuk kita pulang yuk, mama udah capek di sini, yuk" Orang itu langsung memeluk ku,
Karena terlalu kaget aku bahkan tak tau bagai mana berekspresi, dan akhirnya aku malah menjadi diam membisu, aku tak mengenali orang gila ini, tapi jika aku berbuat kasar itu sangat tak baik, aku menghela nafas pelan,
Membiarkan ibu ini memeluk ku, meskipun cukup erat namun aku masih bisa menahannya,
jika sampai aku mati berita kocak akan bermunculan di media, seoang mantan model ternama di temukan meninggal setelah kehabisan nafas karena di peluk pasien rumah sakit jiwa
"Bu ini bukan Alin" Ucap seorang dengan suster pelan
"Ngak ini beneran Alin, liat tu tu, Alin cantik banget, Alin udah gede ya, mama kangen banget sama Alin, kangen main bareng sama alin dan kangen mau peluk dan cium Alin" Ucap si wanita gila kembali memeluk ku,
Alin?, aku bukan anak ibuk itu, namun aku bahkan menjadi bingung bagai mana mengatakannya, jika mendorongnya maka itu akan sangat kasar dan aku tak akan sampai hati untuk melukai Orang lain
"Bu lidia, sekarang udah waktunya minum obat, kita ke kamar yuk" Aja sangat suster lembut,
bagai manapun berhadapan dengan pasien rumah sakit jiwa memerlukan kesabaran ekstra,
"Alin, Alin ikut ke kemar mama ya, di sana ada banyak coklat dan mainan" Ucapnya dengan semangat yang menggebu,
aku hanya menggunakan sebagai jawaban, entah mengapa hatiku mengatakan jika aku harus ikut dengan wanita gila ini ada sebuah perasaan akrab pada wanita ini, namun aku bahkan tak tau perasaan itu apa
Aku sendiri bingung akan hal itu, aku merasakan perasaan yang bahkan tak pernah ku rasakan sebelumnya, rasa hangat dan nyaman itu?, benar benar nyata
"Lo duluan aja, gue antarin ibu ini ke kamarnya, ah ia jangan lupa salam gue sama mama Lo, kayaknya ni ibuk ibuk susah deh buat ngelepasin gue" Ucap ku pelan, Amel hanya bisa menggunakan sebagai jawaban,
__ADS_1
"Yaudah kalo gitu, Lo temani ibu ini aja dulu, kayaknya dia membutuhkan banget, gue pergi dulu ya" Ucap Amel
Tampa bantahan ia segera meninggalkan ku menuju mamanya yang sedang terdiam di taman tak jauh dari tempat kami berdiri
"Alin jemput mama kan?, mama udah lama tinggal di sini, mama mau pulang, mau tidur dan main sama Alin, Alin pasti udah kangen banget kan sama mama" Si Wanita, yang masih selalu menyebut aku sebagai Alin, dan anehnya aku tak tak merasa tak tersinggung, aku paling benci jika nama ku di ubah karena nama ini pemberian dari papa ku
Kali ini?, anehnya aku merasa tak tersinggung sama sekali, ada apa dengan ku?, apakah ini benar benar seorang Cika Pratina Wiliam?
"Mas jangan ambil anak ku, jangan dekat dekat, jangan ambil anak ku, kamu, kamu bukan Alin, Alin Alin masih bayi" Ucap si ibu yang bahkan berubah menjadi begitu galak, melihat itu para perawat berdatangan untuk menegangkan ibu ini
"Lepasin mbak, dia, dia udah bawa suami saya, dan bakan nyuruh suami saya bawa anak saya pergi, balikin Alin, balikin anak aku" Ucapnya masih histeris, namun beberapa saat kemudian ia jatuh pingsan karena di suntik obat penenang oleh dokter
"Ah maaf jika menganggu kenyamanan anda,.kami harus membawa Bu Linda kembali ke kamar"
"Ngak papa kok sus, yaudah, saya mau ke kamar sebelumya"
"Yaudah, sekali lagi terimakasih banget ya kak"
Waktu berjalan dengan cepat tampa terasa beberapa waktu sudah berlalu, aku masih di sini menemani wanita gila yang sedari tadi memanggil ku alin
Aku menatap wanita gila itu lagi?, bukankah sebelumnya ia sedang pingsan, lalu?, mengala malah sudah terjaga dan sudah berada di sini
"Ah ibuk, ibu di sini dulu aja, biar ibu cepat sehat dan bisa balik kerumah"
"Alin mama sehat kok, mama ngak gila, mama waras" Ucapnya yang bahkan masih bersikeras untuk kembali bersama Ku
Sebenarnya aku juga sudah mendengar beberapa cerita tentang wanita ini, orang yang bahkan dengan begitu mudah datang padanya dan memeluknya dengan begitu erat
Beberapa waktu bersama membuat suster merasa bosan dan berlari membocorkan sedikit hal mengenai wanita gila ini,
Wanita yang masuk dalam rumah sakit ini sekitar dua puluh enam tahun yang lalu, sosok yang selalu mengamuk, dan menanyakan perihal anaknya, dan yah aku merasa kasihan, baik lah anggap saja hari ini aku sedang berbaik hati menemani orang gila dan menjadi teman cerita seorang suster
"Cik,"
__ADS_1
"Hm"
"Udah kesorean ni, lo mau ikut balik atau gimana? " ucap amel pelan, aku hanya mengguk pelan,
"Gue balik"
"Ya udah gue tungguin di mobil"
"Hm" gumam ku pelan, sebelum kembali tentunya aku harus berpamitan terlebih dahulu dengan wanita gila ini,
"Alin?, kamu bakalan ngajak mama pulang kan?, mama capek banget tau di sini, mama mau pulang, mama baik baik aja kok, mama ngak gila"
"Buk, anda harus di rawat di sini dulu, lain kali saya akan mengunjungi anda, dan saat ini saya harus segera kembali ya buk"
"Alin bakalan ninggalin mama lagi?, Alin mau ninggalin mama sendirian lagi?, Alin mau pergi sama papa ia" si wanita gila itu mulai terisak, aku menjadi sedikit kelabakan, jika ia mengamuk matilah aku, amukan orang gila bahkan sangat mengerikan
"Ah ibuk, saya masih memiliki pekerjaan, saya akan mengunjungi ibuk jika memiliki waktu senggang, ya buk, tenang tenang ya buk"
"Alin bakal jengukin mama? "
Aku hanya membalas dengan anggukan kecil, sembari menunjukan senyuman indah ku
"Saya harus segera pergi, suster jaga ibu ini dengan baik, sampai jumpa"
"Da Alin, nanti kalo kamu jengukin mama kamu harus bawa banyak makanan ya"
"Iya"
Setelah berpamitan aku berjalan menuju parkiran, amel sudah menunggu, dan tak membutuhkan waktu lama, kendaraan beroda empat itu perlahan meninggalkan si rumah sakit
"Lo kenapa?" Ucap amel yang membuat ku sedikit terkejut
"Gue?"
__ADS_1
"Dari tadi lo ngelamun trus, kayak anak ayam nelan biji kedondong tau ngak"