My Sad

My Sad
12


__ADS_3

"Hallo" Ucap Amel pelan setelah telpon terhubung


Saat mendapatkan telpon wajah Amel menjadi tak terkendali, wajah kesal, amarah dan malas bercampur menjadi satu


"..."


"Tapi pak, sekarang saya masih"


".."


Aku melihat Amel yang menghela nafas dengan begitu pelan, berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan dirinya, menjadi seornag bawahan memang tidak mudah, aku yakin saat ini bis bos Amel sedang menyuruhnya kembali hanya


"Maaf pak, saya punya masalah pribadi dan penting banget, maaf pak untuk kali ini saya tak bisa menjadi karyawan yang profesional"


"..."

__ADS_1


"Mel" Ucap Ku dengan nada pelan, saat ini Amel akan bekerja, aku tak bisa membuat Amel mempertaruhkan pekerjaannya, aku tak mau menjadi sebab atas kesulitan yang di alami orang orang di sekeliling ku


"Tapi Cik, gue ngak bisa ninggalin Lo sekarang, gue tau Lo pasti butuh banget teman, meskipun gue ngak bisa bantu apa apa setidaknya gue bisa nemanin Lo, di sini"


"Jangan pertaruhkan pekerjaan Lo buat gue, gue ngak papa, gue bisa, lo lupa gue siapa?, gue ini Cika, cewek kuat dan sangat realistis" Ucap ku dengan nada pelan


"Tapi Cik"


Ponsel kembali berdering dan dalam sekejap Amel langsung mengangkatnya dan ia langsung di sambut dengan Omelan dari seseorang yang berada di seberang sana


"Lo pergi kerja, masih ada hari esok" Ucap Cika dengan nada pelan, hal ini membuat Amel menghela nafas dengan nada pelan


"hm"


"Hm yaudah pak, saya akan segera kembali, dalam 5 menit saya sudah berada di ruangan pak Arya" Ucap Amel dengan nada pelan, mendengar itu membuat ku menghela nafas pelan, wajahnya enggan terlihat dengan jelas , telpon barusan berhasil membuatnya bad mood

__ADS_1


"gue ngak papa Mel, masih ada hari esok kan?"


"tapi gue ngak bisa ninggalin Lo sendirian "


"gue bisa kok, sekarang sana, Lo udah di tunggu kan?, gue ngak bakalan gangguin pekerjaan Lo, Lo pasti di omelin karena ini, Lo harus profesional dalam bekerja, kan Lo juga tau kalo dunia kerja emang gini


"Gue ngak yakin ninggalin Lo sendirian di sini"


"Gue ngak papa, makasih ya udah mau jadi taman gue, tapi gue mohon jangan lakuin hal yang merugikan Lo" Ucap ku pelan, saat ini air mata bahkan sudah di hentikan aku sudah tak menagis lagi,


Yang di katakan Amel benar, untuk apa aku menagis hanya akan membuang waktu dan tenaga saja, waktu terus berputar,


Aku yakin suatu saat pasti luka ini bisa sembuh, saat ini yang harus ku lakukan adalah bertahan, memastikan jika Angga tak membuang mama dan membuat mama dalam penderitaan, cukup aku saja, saja sampai mama pun ikut merasakan apa yang aku rasakan saat ini


"Bos gue kayak raja yang ucapnya ngak bisa di bantah sedikitpun" Ucap Amel memasukan ponsel kembali ke tas, ia berdiri dengan ogah ogahan, aku bahkan dapat memastikan jika saat ini ia sedang malas berhadapan dengan bos menyebalkan itu,

__ADS_1


"Gue gak punya waktu banyak, baru keluar benar aja si bos udah dicariin, ingat Lo ngak boleh putus asa, masih ada gue yang bakal selalu ada di samping Lo, orang yang bikin sakit hati mendingan ngak usah di pikirin cuma ngabisin waktu dan tenaga Lo doang, yaudah, gue duluan ya, jaga diri Lo baik baik, kalo ada masalah jangan sampai lupa kabarin gue" Ucap Amel mengambil tasnya dan berjalan cepat meninggalkan cafe, yah begitulah Amel, ia akan tetap ada di sisi ku bahkan saat kerjaan menurutnya untuk tinggal,


"Lo benar Mel, gue ngak boleh putus asa, kalo bukan demi gue, gue harus tetap bertahan demi mama, Angga ngak akan bisa lari lagi, ia berani berbuat maka harus berani bertanggung jawab" Ucap ku pelan, sembari menyesap kopi pahit ku


__ADS_2