My Sad

My Sad
14


__ADS_3

Kini aku dan mama sudah berada di depan rumah, dan aku tentu saja membantu mama untuk turun dari mobil,


Turun dengan begitu perlahan, semua harus melayani mama dengan baik, Karen aku tak ingin hal buruk apapun menganggu mama dan adik ku di salam sana, sebagai seorang kakak naluri untuk melindungi dan menjaga muncul begitu saja, kasih sayang dengan mudah muncul pada sosok yang akan menjauhkan ku dari suami ku, namun?,


Se cinta cintanya aku pada Angga aku akan lebih menyayangi mama dan adik adik ku, sejak tau tentang keberadaanya aku sudah membuat tekat jika aku aku harus menjaganya dan mama dengan baik, aku juga harus memastikan jika ia lahir dalam keadaan selamat dan sehat


Saat ini? aku bahagia, demi apapun aku sangat bahagia dengan kabar ini, kehamilan mama adalah berita yang sangat membahagiakan


Aku membawa mama masuk ke dalam rumah, sedangkan barang mama ku serahkan pada kedua asisten baru ku, selama ini aku tak pernah memakai jasa pembantu dan ini untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun berumah tangga


Namun saat ini?, aku sudah memiliki mama dan tentu saja mama akan sangat membutuhkan seorang pembantu untuk memenuhi kebutuhannya


tak masalah aku masih sangat mampu membayar orang untuk menjaga dan merawat mama ku


"Mama istirahat, Cika mau masak bubur dulu buat mama, perut mama pasti sedang ngak enak banget kan" Ucap ku pelan,


Aku beranjak meninggalkan kamar menuju dapur, saat ini mama sudah berada di kamar, karena mama yang masih lemas dan membutuhkan waktu untuk beristirahat


Mama sudah berada di sini dan keberadaan mama juga senag tidak baik, maka aku berinisiatif untuk memuaskan bubur untuk mama ku


"Nah Ma, kok mama keluar sih, mama di kamar aja Cika bakalan ngantar ke kamar"


Ucap ku dengan nada pelan, mama sedang tidak baik baik saja, malah menemui ku di sin


"Ngak papa sayang, mama baik baik aja kok, lagian mama juga bosan kalo di kamar terus" Ucap mama dengan nada pelan,

__ADS_1


"Yaudah kalo gitu mama duduk aja, bentar lagi bubur Cika Mateng" Ucap ku setelahnya kembali memfokuskan pada masakannya


"Sayang mama pasti ngerepotin kamu banget, maafin mama ya sayang"


"Ngak papa ma, Cika juga ngak merasa di repot kan, mama ngak usah ngomong gitu" Ucap ku pelan


"Nah ini bubur Cika udah Mateng, silahkan di makan ma" Ucap ku sembari meletakan bubur di hadapan ku, ku lihat wajah mama terlihat sedikit tak suka melihat bubur itu


"Lidah mama pahit banget sayang, mama ngak nafsu buat makan" Ucap mama dengan nada pelan, hal ini membuat ku tersenyum sembari mendudukkan diri di samping mama ku


"Ma, mama harus makan, biar ada tenaganya, mama harus makan ini buat adik Cika juga, pasti dia laper banget di sana"


"Sayang, kamu beneran baik baik saja, sayang kalo kamu keberatan dengan kandungan mama mama bisa gugurin dia atau bahkan mama bisa ninggalin kalian biar kamu punya kehidupan yang lebih bahagia"


"ma ini bukan salah mama, dan jangan pernah mempunyai pemikiran itu, Cika baik baik aja, mama jangan pernah berpikir untuk pergi ninggalin Cika atau bahkan menggugurkannya"


"Ma, ini bukan salah mama, lagi pula lambat laun jika bukan mama maka akan ada orang lain yang akan datang, semua sudah terjadi kan ma?, semua sudah selesai dan Cika terima semuanya, asal mama bahagia, apapun Cika lakukan, Cika ngak masalah ma" Ucap ku dengan nada pelan


"Maafin mama sayang" Ucap mama segera memeluk ku, dan tentu saj aku membalasnya dengan begitu erat


"Yaudah, sekarang mama makan ya, ini Cika masak sendiri loh, pasti enak" Ucap ku yang mulia mengaduk aduk bubur dan segera menyapukan pada mama,


Saat ini mama senang mengandung dan tentu saja ini adalah saat saat yang sulit baginya, ia harus mual dan merasakan tubuh yang tak enak setiap hari ya


"Sayang, kamu ngak makan?" Mama berucap dengan nada pelan, aku menggeleng sembari terus menyiapkan bubur untuk sang mama

__ADS_1


"Ah nggak ma, Cika udah kenyang kok, sekarang mama maka aja, habis itu kita bisa minum obat" Aku berucap dengan nada pelan


aku masih belum lapar, hal yang terpenting saat ini adalah mama


"Sayang, jangan paksakan, maafin mama karena ngelakuin kesalahan fatal seperti ini, kamu Pati sangat membenci mama, apapun yang kamu lakukan mama akan menerimanya, semua Menag salah mama, mama lah yang tak tau malu hingga bahkan malah menjalani hubungan terlarang itu dengan suami kamu"


"Ma, berapa kali Cika bilang, ini bukan salah mama, Cika juga ngak nyalahin mama tentang semua ini, Cika bisa terima, asal mama bahagia Cika bakalan ngorbanin apapun, asal mama bahagia maka itu lebih cukup untuk Cika"


Aku berucap sembari menganggap tangan malu dengan pelan


"mama benar benar mama buruk yang ada di dunia ini"


"Ngak ma, di mata Cika mama adalah mama yang terbaik, dan sampai kapan pun mama akan menjadi mama terbaik untuk Jesika, sekarang mama makan dulu, Cika bantuin"


Aku berucap dengan nada pelan, mama hanya bisa mengguk dan menyantap makanya dengan tenang.


Malam sudah menyapa aku dan mama sedang duduk di depan TV menikmati acara menonton bersama, sudah lama aku tak seperti ini, ah aku jadi teringat masalalu


Gang pintu perlahan terbuka, ku lihat angga sudah berdiri di sana, ia masih berdiri dalam diam, tak bergerak sedikit pun


"Udah pulang?" Ucap ku, aku mengambil alih tas kerja dan jas dan membawanya menuju kamar, yah selama satu bulan ini aku memilih untuk pisah kamar dengan angga, aku masih sakit hati namun aku tak bisa mengabaikan kewajibanku begitu saja


"Sayang" Ucapnya aku masih diam meletakan tas kerjanya ke tempat dimana seharusnya, aku perlahan berjalan menuju pintu untuk segera keluar, namun langkah ku terhenti saat angga menenangkan tangan ku dan memeluk ku dengan erat, aku masih diam tak berkomentar ataupun membalas pelukan itu, di khianati sudah cukup menjadi alasan kematian hati ku,


"Aku mohon jangan gini, maafin aku, kamu bisa pukul aku, maki aku dan apapun, aku mohon janganĀ  diamin aku gini" Ucap angga, aku masih diam tak bersuara,

__ADS_1


"Sayang aku mohon".


" Mama akan tinggal di sini " Ucap ku singkat, aku segera berbalik meninggalkan kamar dan kembali menemani mama beserta dramanya.


__ADS_2