My Sad

My Sad
32


__ADS_3

Aku menghela nafas pelan dan segera memfokuskan diri pada dokumen dokumen itu, hingga tiba tiba suara telfon menunggu konsentrasi ku


telpon dan telpon lagi, jika di ganggu seperti ini kapan semua pekerjaan ku ini berakhir, semua sangat banyak


Sintia juga bekerja bersama bos kaku itu, namun mengapa hanya aku yang bahkan seolah di siksa di sini


"Hallo pak, ada yang bisa saya bantu?" Ucap ku pelan,


si big bos menyebalkan itu bahkan kembali nelpon, dan apa lagi yang ia inginkan kali ini?, bahkan aku baru menyelesaikan beberapa dokumen, huh baik lah, bawa saja, dari pada nanti kerepotan


"Baik pak" Ucap Ku menutup sambungan telpon dan segera meninggalkan ruangan menuju si big bos,


Big bos sangat membenci keterlambatan maka dari itu aku harus bergerak cepat, tenaga ku benar benar di peras paksa di tempat ini


"Selamat siang pak, ini dokumen yang bapak inginkan" Ucap ku pelan, ia mengambil dokumen yang ku ulurkan,


Membukanya dan membolak balik beberapa waktu, ia bahkan tak mengatakan apapun, hanya melihat dan mengamati, setelahnya map itu tertutup dan di letakan di atas meja


"Sudah semua?"


Ucapnya dengan dengan wajah yang bahkan masih sama, masih datar, namun aku tak ingin perduli yang terpenting aku menyelesaikan pekerjaan dan bisa kembali kerumah dan beristirahat sesegera mungkin,


pekerjaan di hari esok pastinya akan lebih merepotkan dan menumpuk dar hari ini dunia pekerjaan oh dunia pekerjaan,


Aku tak menyangka jika akan menjadi sekejam ini


"Untuk laporan dari bidang keuangan sudah pak" Ucap ku pelan dia hanya menggunakan kepalanya dan mengulurkan sebuah map berwarna merah aku menyambutnya dengan tanya


Beberapa laporan yang sudah ku periksa akan di serahkan padanya untuk di setujui dan di sortir


"Satu jam lagi kita meeting dan persiapkan ruang meeting dengan cepat, dan pelajari ini dengan cepat" Ucapnya dengan nada datar,

__ADS_1


Apakah aku tak salah dengar?, ada meeting?, dan aku harus mempelajarinya dalam waktu 1 jam?, yang benar saja?, namun aku tak bisa protes dan hanya menggunakan kepala ku pelan


Aku baru saja menemui klien dan mahluk ini malah membuat ku kembali ke ruangan rapat itu lagi, apakah tak ada orang lain


Sintia sebagai sekretaris, mengapa tak membawanya saja dan biarkan aku beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa kesal dan amarah di hati ku


"Baik pak, saya permisi" Ucap ku menghela nafas pelan,


Bahkan ia mengatakan tampa mengubah expresi datar itu sedikit pun, ia bahkan mengatakan itu dengan sangat ringan seolah aku ini mesin yang bisa di suruh melakukan apapun dalam singkat


Apakah ia fikir aku ini robot pintar, apakah ia berfikir jika aku adalah komputer, yang bakan mengetahui dan ahli dalam segala bidang?


Sedari kecil aku hanya berkecimpung di dalam dunia permodelan, ini pengalaman pertama ku dan aku sudah mengatakannya, namun mengapa si mahluk kejam ini bahkan tak memberikan ku sedikit waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan seperti ini


Ia fikir aku sangat pintar hingga segala pekerjaan di serahkan kepadaku dan bahkan dengan begitu percaya diri menyuruh ku untuk pergi kesana dan kemari


"Huh" lagi lagi aku hanya menghela nafas pelan dan segera membawa langkah menuju lantai 12 tempat ruang rapat,


Satu jam lagi kan?, baik lah, mari kita mulai bekerja dengan keras, dunia kerja yang keras aku datang, dan sambutlah aku ini dengan sambutan yang meriah


Ruang meeting baru saja di gunakan namun saat ini sudah terlihat bersih dan cukup layak untuk di gunakan, petugas kebersihan begitu sigap dengan tugas mereka


"Sudah buk" Jawabnya dengan nada pelan, membersihkan ruangan meeting ini Menag harus sering di lakukan


Bahkan terkadang sampai 8 atau bahkan 10 kali dalam sehari, begitu banyak orang yang menggunakan ruangan ini untuk saling berdiskusi dan menyampaikan permasalahan Yang ada di perusahaan ini


"Baik pak Terimakasih" Ucap ku, pelan,


"Baik buk, saya permisi dulu, apakah ada hal lain yang di butuhkan?" Ucap sang petugas pelan


"Ah ia pak, minta beberapa orang untuk menyiapkan minum di ruang rapat" Aku berucap dnegan nada pelan, dalam ruang rapat ini tengu saja menghabiskan waktu yang cukup lama

__ADS_1


sebagai persiapkan tentu saja harus di siapkan Snack dan minuman untuk menemani acara rapat ini


sangat tidak menyenangkan bukan saat seseorang presentasi di depan orang orang di belakang malah saling bersahutan karena lapar


"Ah baik Buk"


"Terimakasih pak"


"Saya permisi buk" Ucap petugas kebersihan segera meninggalkan ruangan untuk menyiapkan apa yang di minta oleh sang atasan,


semua sudah selesai kan?, ruangan rapat sudah bersih dan minuman akan di atar karena malas kembali ke ruangan akan lebih baik aku di sini,


jika kembali dapat di pastikan si big bos akan meminta bantuan ku lagi, aku sebenarnya tak terlalu masalah jika membantunya, hanya saja, masih begitu banyak orang lain mengapa harus aku


Demi apapun aku tak ingin terjebak dalam romansa kantor, saat ini aku hanya ingin menjauhkan diri ku dari semua hal yang tidak penting, aku bekerja, dan murni hanya untuk bekerja saja tak ada niat ataupun ambisi lain


"Maaf ya pak, bukannya gue ngak profesional, tapi gue harus belajar dulu, entar kalo salah Lo juga yang bakalan malu kan?, dari itu gue harus memahami materinya dulu biar Lo ngak malu punya karyawan kayak gue"


Aku menghela nafas pelan mendudukkan diri ku di salah satu kursi yang berada di ruang meeting, meeting yang mendadak ini tak akan membuat ku takut, hanya saja aku tak boleh sombong dan angkuh


Manusia pasti memiliki kekurangan, dan aku tak ingin membuat kesalahan di sini, aku harus mempelajarinya sebaik mungkin


Setelah beberapa waktu mempelajari akhirnya semua selesai, waktu meeting akan segera tiba, aku berjalan pelan kembali ke ruangan si big bos


Seperti biasa meeting akan di mulai dan aku harus kembali ke ruangan si big bos buat jemput dia dan barang barang lainya


"Ruang meeting sudah siap pak" Ucap ku nada sopan


si big bos masih diam dan melangkah pelan keluar dari ruangannya, aku yang bertugas sebagai asisten tentu saja harus mengikuti langkahnya,


Aku dan Sintia berjalan beriringan menuju ruang meeting, klien dari Australia datang dan semoga saja presentasi ku bisa mereka terima

__ADS_1


Kali ini aku merasa lebih percaya diri karena aku memiliki sedikit lebih lama untuk belajar, tidak seperti yang terjadi di hotel mahadewi sebelumnya


Meskipun mereka merasa puas namun aku merasa jika penyampaian ku tak bagus sangat tak profesional


__ADS_2