
Merekapun minum teh di sebuah kedai teh.
So Jung, "Baiklah, kau ingin bicara apa lagi? "
In Jung, "Kau sudah melihat semuanya. Aku pun juga percuma untuk menjelaskan lagi padamu. Maafkan aku, aku sudah terlanjur mencintai Kang Min Yok. "
So Jung terkejut mendengarnya. Sahabat sejak kecil, dimana mereka selalu bersama sejak di panti asuhan. Bahkan sudah seperti saudara, ia benar -benar tidak percaya In Jung sudah melakukan semua itu di belakangnya.
So Jung, "Sejak kapan...sejak kapan kalian menjalin hubungan? "
In Jung menatap So jung.
Lalu ia pun menjawab, "Sejak kau menikah. "
So Jung menggelengkan kepala.
Ia tersenyum, "Kalian benar-benar tidak tahu malu. Jika sejak awal kalian sudah saling mencintai, kenapa tidak mengatakannya?! Kenapa kau tidak menghentikan pernikahan kami?! "
In Jung menatap So Jung.
So Jung, "Kenapa In Jung? Kenapa baru sekarang? Kau...adalah sahabatku sejak kecil. Kenapa kau melakukan semua ini? "
In Jung," Karena aku sudah terlanjur mencintai Kang Min Yok. "
So Jung, "Shen In Jung...."
So Jung tidak berkata apa-apa lagi.
ia pun berdiri.
Lalu ia pergi.
In Jung hanya diam.
So Jung berjalan hingga malam.
ia benar- benar tidak tahu harus bagaimana.
Tanpa diduga Te ha melihatnya.
Te Ha sengaja tetap ada di mobil.
Ia mengikuti So Jung pelan- pelan.
Akhirnya So Jung pun tiba di boutiq Hae Joo.
Hae Joo dan Su Ran sudah kembali.
__ADS_1
Di boutiq tidak ada siapapun.
So Jung masuk.
Ia membereskan beberapa gaun.
Ia teringat apa yang dikatakan Shen In Jung.
Lalu ia membuang semua yang ada di meja kerjanya.
Dan ia menangis sambil terduduk di lantai.
Dan tangannya memegang dadanya.
Sambil berkata, "Kalian benar-benar keterlaluan..."
Te Ha yang menghentikan mobilnya didepan boutiq.
Kim Te Ha berkata dalam hati, "Lee So Jung, sebenarnya ada apa denganmu? Aku ingin sekali membantumu dan menemanimu..."
Kim Te ha menghela napas," Tapi aku yakin. Kau tidak akan mau..."
Setelah beberapa lama.
So Jung akhirnya keluar dari boutiq. Dan ia menuju ke mobilnya.
Ternyata ia kehabisan bensin.
Dan mobilnya tidak mau hidup.
Ia keluar dari mobil.
Lalu ia meninggalkan mobilnya di depan boutiq.
Dan ia berjalan.
Te Ha melihatnya.
lalu ia mengikuti So Jung.
Tiba-tiba Te Ha membunyikan klakson nya.
So Jung menoleh.
So Jung melihat mobil sampingnya.
Te Ha membuka jendela mobilnya.
__ADS_1
So Jung, " Kim Te Ha?..."
Te Ha, "Kau jalan kaki? Perlu tumpangan?"
So Jung menatap Te Ha.
Te Ha, "Masuklah. Biar aku mengantarmu pulang. "
So Jung, "Tapi..."
Te Ha," Masuklah."
So Jung, "Baiklah. "
Lalu So Jung masuk ke mobil Te Ha.
Di perjalanan,
Te Ha berkata, "Ada apa dengan mobilmu? "
So Jung, "Aku lupa membeli bensin. "
Te Ha tersenyum dan menggelengkan kepala.
So Jung, "Jangan mengejekku. "
Te Ha, "Baiklah. aku tidak mengejekmu. kau sudah makan ?"
So Jung, "Tidak, sudah malam. "
Te Ha , "Kau ini, tidak berubah. Selalu saja tidak bisa memperhatikan pola makanmu. Lihat wajahmu, kau ini sudah seperti orang yang kekurangan makan. "
So Jung, "Te Ha! Kau pikir aku ini kekurangan gizi?! "
Te Ha ," Bukankah itu benar? "
So Jung," Sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu."
Te Ha tertawa, "Baiklah. baiklah. Aku tidak akan mengajakmu berdebat. Begini saja, sebelum pulang, kita ke cafe ku sebentar. "
So Jung menoleh, "Kim Te Ha. Kau hanya perlu mengantarku pulang saja."
Te Ha menoleh, "Lee So Jung. Kita ini adalah teman. Kau bisa menjadi pelanggan di cafe ku. Makan di kafeku dan bayar lah apa yang kau makan. "
So Jung menggelengkan kepala, "Baiklah- baiklah. "
Te Ha berhasil membujuk Sojung.
__ADS_1
...----------------...