
So Jung mulai menerima perawatan di rumah sakit.
Kim Te Ha selalu menemaninya.
Meski begitu, keadaan So Jung bukan semakin membaik.
Tubuh So Jung sudah semakin melemah.
Setelah So Jung bisa tertidur.
Te Ha berjalan keluar kamar.
Dan ia duduk di depan.
Ia menarik nafas.
Beberapa saat,
Wei Xiang datang dan duduk di samping Te Ha.
Wei Xiang," Te Ha...kau tidak memberitahu pada Hye Kyung dan lainnya bahwa So Jung sedang di rawat. Mereka...sangat mengkhawatirkan So Jung belakangan ini karena So Jung pergi begitu saja."
Te Ha terdiam sebentar.
Lalu ia berpikir," mungkin sudah sebaiknya aku memberitahu semuanya pada kak Ha Na tentang hubungannya dengan So Jung. "
Te Ha," baiklah. Aku sendiri yang akan menemui Hye Kyung. "
Wei Xiang mengangguk.
Wei Xiang," Te Ha, sebenarnya aku sempat meminta bantuan temanku, ia seorang dokter ahli bedah Jantung di Jerman. Dia sudah mempelajari tentang penyakit So Jung. Ia akan berusaha membantu So Jung. Jika ia sudah berkata begitu, ia pasti akan melakukannya. Kita tinggal menunggu saja. "
Te Ha menoleh ke Wei Xiang.
Tatapannya berubah menjadi penuh harapan lagi.
Te Ha," benarkah? Dia bisa membantu So Jung?"
Wei Xiang mengangguk.
Dan menjawab," kita tunggu kabar darinya. Meski begitu, kita tetap harus berdoa dan berharap dia bisa mendapatkan donor jantung dan bahkan membantu So Jung secepat mungkin."
__ADS_1
Te Ha menarik nafas.
Mulai ada sedikit senyuman di wajahnya.
Siang itu,
Sebelum Te Ha pergi.
Di luar kamar So Jung.
Kebetulan Shen In Jung datang.
Te Ha," Shen In Jung, kebetulan kau datang. Aku minta tolong padamu untuk menemani So Jung dulu. Aku akan menemui Kak Hana."
In Jung," kau mau menemui Kak Hana? ...maksudmu apakah kau mau memberitahu kak Hana?"
Te Ha mengangguk.
Ia menatap In Jung.
Dan berkata," sudah seharusnya, aku memberitahu tentang siapa So Jung. So Jung...dia semakin lemah. Dan aku tidak mau dia kehilangan kesempatannya untuk bertemu dengan kakaknya. "
In Jung mendengar kata kata Te Ha.
Ia mengangguk," kau benar. Tapi aku yakin. So Jung pasti sembuh. So Jung...dia sangat kuat. Aku tahu itu."
Te Ha menatap Shen InJung.
Mata Te Ha memerah dan menahan air matanya.
Ia menarik nafas panjang.
Setelah Te Ha pergi.
In Jung duduk di kursi samping ranjang sahabatnya.
Ia memegang dengan pelan tangan So Jung.
Sambil menatap wajah sahabatnya.
Ia tidak bisa menahan air matanya.
__ADS_1
So Jung terbangun.
Ia melihat In jung di sampingnya.
So Jung," In Jung..."
In Jung terkejut.
Ia segera mengusap airmatanya.
Dan berkata," So Jung, kau terbangun. "
So Jung menatap sahabatnya.
Tiba tiba tangannya mengusap pipi sahabatnya.
Dan ia tersenyum.
Sambil berkata," kenapa kau menangis? Kau seperti itu , seakan aku akan pergi jauh."
In Jung ," So Jung... "
In Jung masih meneteskan air matanya.
Lalu ia menidurkan kepalanya di samping lengan So Jung sambil menggenggam tangan sahabatnya.
In Jung," sejak kita bertemu pertama kali di panti asuhan. Aku sangat menyayangimu seperti kakakku sendiri. Kita selalu bersama sama. So Jung...berjanjilah padaku. Kau harus kuat. Kita akan selalu bersama sama. "
So Jung tersenyum mendengarnya.
Meski ia juga begitu terharu.
Ia menarik nafas.
Lalu ia mengelus tangan sahabatnya.
Dan berkata," kau tahu bukan? Sejak kecil aku ini yang paling kuat. In Jung...kita akan selalu bersama. Karena , sejak kita bertemu dipanti Asuhan . Sejak saat itu, kau sudah ada dihatiku. Begitu juga aku. Benar bukan?"
In Jung semakin menangis.
Lama sekali ia berada di dekat So jung.
__ADS_1
...****************...