My Wedding Life

My Wedding Life
Episode 37 Semakin Melemah


__ADS_3

Hari- hari berlalu,


So Jung mulai merasa semakin lemah. Terkadang, jika ia hanya kelelahan sedikit, tiba -tiba ia merasa sesak nafas. Lalu ia harus segera minum obat.


Tidak sengaja siang itu di pantry,


Su Ran melihatnya dan berkata, "Kau minum obat lagi? "


So Jung mengangguk.


Hae Joo mendekati Su Ran, "Su Ran, tolong buatkan kopi untukku."


Su Ran," Baiklah bos."


Hae Joo menoleh pada So Jung dan berkata, "Ada apa? Kau sakit?


So Jung menggelengkan kepala.


Lalu ia berjalan hendak duduk, dan berkata, " Su Ran, aku juga ingin teh hijau. "


Su Ran," Okey."


Hae Joo, "Su Ran, di mana Yun Hi?"


Su Ran, " Dia sedang membelikan makan siang untuk kita semua. "


Hae Joo, "Syukurlah, ada orang seperti Su Ran lagi."


Su Ran," Bos, jangan begitu. Yun Hi, dia gadis yang baik."


Hae Joo mengangguk," Iya, aku percaya padamu. "


So Jung tersenyum kecil.


Lalu Su Ran datang dan memberikan pesanan kopi dan teh mereka.


So Jung, "Terima kasih Su Ran."


Lalu Su Ran duduk di samping mereka.


Su Ran," So Jung, lebih baik kau periksa ke dokter. Kau perlu cek kesehatanmu. "


Hae Joo, "Aku rasa, benar kata Su Ran. Periksalah ke dokter. Daripada nanti aku yang repot."


So Jung tersenyum, "Aku tidak akan merepotkanmu Hae Joo. Lagipula kau sudah punya asisten yang cukup hebat. Dengan begitu kau bisa sedikit tenang. Benar bukan?"


Hae Joo," Hei! kau Lee So Jung! Baiklah, aku akui kau hebat. Kau desainerku yang paling hebat. Aku tidak bisa bekerja tanpamu, Kau sudah puas bukan? "


So Jung menatap Hae Joo.


Su Ran tersenyum.


So Jung menghela napas dan berkata, " Kau salah Hae Joo. Kau salah. sehebat apapun manusia, semuanya hanya sia-sia saja. Aku tidak sehebat yang kau kira. "


Lalu So Jung pun berdiri, "Aku lapar. Aku tidak bisa menunggu Yun Hi. "

__ADS_1


Lalu ia berjalan keluar.


Hae Joo sedikit aneh dengan kata -kata So Jung.


Belakangan ini So Jung tidak seperti biasanya.


Terkadang ia tidak seperti yang dulu, yang hanya cuek dan jika Hae Joo sedang marah -marah dengannya, pasti So Jung hanya menganggap itu angin lalu, dan So Jung hanya akan tertawa saja.


Su Ran, "Bos... sepertinya, ada yang salah."


Hae Joo hanya diam meski ia juga berpikir seperti Su Ran.


Di dalam mobil, di pinggir jalan.


So Jung hanya menangis.


Cukup lama dia menangis.


Keesokan harinya,


Hye Kyung meminta tolong So Jung untuk menjemput So Ra.


Karena seperti biasa, mereka tidak bisa menjemput, dan saat itu sedang hujan. So Ra tidak membawa payung.


So Jung seperti biasa menjemputnya dengan mobil.


Di dalam mobil, "So Ra, kau harus selalu ingat untuk membawa payung, walau hujan atau tidak."


Sora menjawab," Jika ibu dan ayah tidak bisa menjemput, bukankah selalu ada bibi So Jung. "


So Jung tersenyum, "So Ra, bibi tidak bisa terus bersamamu. "


So Jung menghela nafas, lalu ia berusaha tersenyum, "Baiklah, sekarang kau pasti lapar. Kita makan."


So Ra mengangguk.


Mereka makan siang.


Seperti biasa, So Jung memanjakan So Ra.


Mereka makan dengan lahapnya.


Lalu mereka jalan- jalan.


So Jung membelikan So Ra boneka.


So Ra sangat menyukainya,


Saat hendak pulang, tiba-tiba So Jung merasa sesak napas.


Penyakitnya kambuh.


Ia segera menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Ia memegang dadanya.

__ADS_1


Dan nafasnya terengah-engah.


So Ra terkejut dan takut melihatnya," Bibi So Jung, kau tidak apa-apa?! bibi ?!"


So Jung berusaha kuat dan menoleh pada So Ra, "Bibi tidak apa- apa So Ra. Sebentar ya, bibi istirahat sebentar."


So Jung berusaha mengambil obat di tasnya.


Ia hendak meminumnya.


Lalu So Ra melihat di dekatnya ada minimarket.


Iapun berkata, "Bibi So Jung, tunggu sebentar. So Ra belikan air minum untuk bibi. "


So Jung, "So Ra..."


So Jung memegang dadanya yang semakin perih.


So Ra keluar dari mobil, dan berlari ke minimarket.


Untung saja, So Ra memiliki uang jajan yang diberikan neneknya.


Lalu ia lari kembali ke mobil.


Dan memberikan sebotol air minum pada So Jung, "Ini bi. Minumlah."


So Jung menatap So Ra , "So Ra..."


Lalu So Jung menerimanya dan berkata, "Terima kasih So Ra."


So Jung segera meminumnya.


Setelah meminumnya, ia diam sebentar.


Nafasnya masih terengah- engah.


Beberapa saat ia mulai tenang.


So Ra, "Bibi, sudah baik- baik saja? apa perlu So Ra menelepon ibu? "


So Jung tersenyum dan mengusap kepala So Ra, "Bibi sudah tidak apa-apa So Ra. Baiklah, ayo kita pulang. "


So Jung menyalakan mesin mobilnya. Dan mereka pergi.


Sampainya di depan rumah, So Jung pun ikut mengantar So Ra.


Di depan pagar.


So Jung menjongkok di depan So Ra dan berkata," So Ra , mengenai tadi. Bibi hanya kelelahan saja. "


So Ra, "Bibi So Jung, jangan sakit. So Ra jadi takut. "


So Jung mengangguk," So Ra, bibi tidak akan sakit. tapi So Ra jangan memberitahu ibu, ayah atau nenek ya."


So Ra, "Baiklah. tapi bibi juga harus janji jangan sakit."

__ADS_1


So Ra mengangkat jari kelingkingnya, lalu So Jung pun membalasnya, sambil tersenyum.


...----------------...


__ADS_2