
Hari hari berlalu, banyak sekali orderan dan pesanan di boutiq Hae Joo. Mereka sibuk menyiapkannya.
Malam itu, Te Ha menjemput So Jung di boutiq.
Dan menculiknya pulang.
Lagipula Hae Joo dan semuanya sudah tidak ada di boutiq.
Saat di mobil Te Ha berkata," semuanya sudah pulang , kenapa kau juga tidak pulang ? "
So Jung," aku sudah mau pulang. "
Te Ha , "jika aku tidak menculikmu pulang, kau pasti akan tertidur di boutiq kan."
So Jung tersenyum mendengarnya, "kau benar benar cerewet sekarang, Te Ha. "
Te Ha, "kau pantas untuk menerimanya. karena kau benar benar keras kepala. "
So Jung, "baiklah, baiklah. aku minta maaf, dokter Kim Te Ha. Bagaimana jika kita makan malam sekarang. "
Te Ha, "aku yakin kau pasti juga belum makan malam. "
So Jung, "kau marah dokter Kim? " Seharusnya bukankah seorang dokter tidak boleh marah pada pasiennya? Benar bukan? "
Te Ha menghela napas dan menggelengkan kepala.
So Jung tertawa melihatnya.
Malam itu mereka makan malam di cafe milik Te Ha.
Te Ha," kau tidak berencana untuk istirahat dari pekerjaanmu? Lagipula sekarang sudah ada Yun Hi bukan? "
So Jung tersenyum, "aku sudah berencana. Tapi, kau bisa tunggu sebentar lagi kan. Aku masih harus menyelesaikan beberapa hal. "
Te Ha, "aku memang harus terus bersabar padamu So Jung. "
So Jung tersenyum menatap Te Ha, "terima kasih Dokter Kim. "
Te Ha akhirnya tersenyum.
Keesokan harinya, So Jung harus mengirim 2 pesanan gaun.
Gaun pertama ia sudah mengirimnya. Dan siang itu ia segera meluncur untuk mengirim gaun yang ke dua.
Di perjalanan Hae Joo meneleponnya dan So Jung mengangkatnya, "ya Hae Joo, ada apa?"
Hae Joo, "aku akan sampai ke gedung sebentar lagi. bunganya sudah jadi lebih cepat. aku dalam perjalanan. "
So Jung, " aku mengerti, aku juga dalam perjalanan."
Hae Joo ," baiklah. "
Saat menutup telepon.
Tiba tiba dada So Jung terasa sakit.
ia mulai bingung.
Dan dengan tergesa- gesa ia meminggirkan mobilnya.
__ADS_1
Meski dengan susah payah.
Ia menghentikan mobilnya.
Nafasnya terengah engah.
Ia berkata dalam hati, "tidak, aku mohon...aku mohon jangan sekarang. "
Dengan pelan So Jung berusaha mengambil obatnya di dalam tasnya.
Ia meminum obatnya.
Cukup lama ia harus menenangkan dirinya.
Ia berusaha untuk kuat dan tidak menghubungi Te Ha.
Setengah jam Hae Joo menunggu So Jung.
Ia sudah mulai khawatir dan bingung. Ia mencoba menghubungi So Jung, tapi So Jung tidak mengangkatnya.
Hae Joo mulai marah-marah sendiri, "Lee So Jung! Sebenarnya kemana dia?!"
Untung saja , pengantin wanita begitu baik hati.
Ia tidak terlihat bingung.
Dia terus tenang.
Akhirnya So Jung yang masih sedikit lemas, ia mulai menjalankan mobilnya.
ia sampai di resor Formosa kurang 5 menit.
Dan membantu memakaikan gaun itu pada pengantin wanitanya.
Kebetulan, saat itu Hana bersama beberapa orang dan Jai Wan ada di sana melihat mereka.
So Jung meminta maaf pada pengantin wanitanya setelah ia mengenakan gaun itu.
So Jung membungkukkan badannya dan berkata, "aku benar benar minta maaf Nona, sungguh minta maaf. "
Pengantin wanita itu tersenyum, "sudahlah. tidak apa-apa. yang terpenting, hari pernikahanku masih bisa berjalan. Dan lagipula kalian sudah susah payah membantuku. "
Hae Joo ikut membungkukkan badan.
Pengantin wanita itu berkata lagi, "aku suka sekali dengan gaun ini. kalian membuatku terlihat cantik dan menjadi wanita paling bahagia saat ini. terima kasih. "
Lalu pengantin wanita itu berjalan bersama dengan ke dua temannya menuju ke upacara pernikahannya.
So Jung menghela napas.
Hae Joo," syukurlah. "
So Jung tiba tiba memegang lengan Hae Joo.
HAe Joo terkejut , "So Jung, kau kenapa? "
So Jung, "Hae Joo, kakiku lemas. Kau bisa bantu aku duduk di sana. "
Lalu Hae Joo membantu So Jung duduk.
__ADS_1
Hana meminta tolong Jai Wan mengantar tamu mereka hingga ke lobi dan ia berpamitan pada tamu tamunya.
Lalu ia berjalan mendekati So Jung dan Hae Joo.
Hae Joo, "kau ini! Kakimu bisa lemas juga karena hal ini. hampir saja kau mengacaukan semuanya. Untung saja pengantin wanita itu benar benar baik hati. "
So Jung yang sedang istirahat,
ia berkata, "aku benar benar minta maaf. "
Hae Joo, "sudahlah. "
Hana, "kalian. sedang mengantar gaun? "
Sambil Hana memberikan 2 kaleng minuman pada mereka berdua.
Hae Joo menoleh, "kak Hana. Iya benar, kami sudah mengantarnya. Ada upacara pernikahan di resor ini."
So Jung menerima minuman kaleng itu, "terima kasih kak. "
Hana, "ada apa? kalian terlihat lelah sekali. Banyak sekali pesanan bukan?"
Hae Joo mengangguk," benar sekali. Begitu banyak pesanan, sehingga membuatku pusing. Di tambah lagi, So Jung hampir saja mengacaukannya."
So Jung melirik pada Hae Joo, "aku mendengarnya. bukankah aku sudah minta maaf. lagipula, aku hanya terlambat 5 menit."
Hae Joo menoleh So Jung, "apa kau bilang?! Aku tidak bisa mendengarnya. katakan sekali lagi."
SO Jung," baiklah, baiklah. aku mengerti, aku akan diam saja. dari pada harus berteriak teriak denganmu."
Hana tertawa melihat mereka.
Hana berkata, "pengantin wanita itu, meski memang upacaranya jadi sedikit terlambat. Tapi ia terlihat begitu bahagia. Aku rasa, ia benar benar menikmati pernikahannya. Kalian sudah benar benar berhasil membuatnya menjadi pengantin wanita yang paling bahagia hari ini. "
Hae Joo dan So Jung terdiam mendengar perkataan Hana.
Hana, "dan aku rasa, sekarang mulai banyak wanita terhipnotis dengan pernyataan So Jung yang di muat di majalah Style. "
Hana tersenyum menatap So Jung, begitu Juga So Jung dan Hae Joo.
Lalu beberapa saat Jai Wan datang.
dan mengingatkan Hana untuk meeting bersama.
Hana akhirnya berpamitan dan ia berjalan pergi bersama dengan Jai wan.
Sore itu, So Jung berdiri di dekat jendela tempat ia bekerja.
hujan sedang turun sore itu.
ia mulai berpikir mungkin ini saatnya untuk segera mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Ia hampir saja membuat kacau pekerjaannya dan yang lainnya. Untung saja kali ini tidak apa-apa.
Ia menghela napas.
rasanya berat baginya untuk berhenti. Ia begitu menyukai pekerjaannya.
Ia senang bekerja dengan Hae Joo dan lainnya.
__ADS_1
...----------------...