
Malam itu, So Jung datang ke rumah Nyonya Song.
Kebetulan mereka semua ada dan hendak makan malam.
So Jung makan malam bersama dengan mereka.
Sambil ia memberikan kue yang sudah ia bawakan untuk mereka semua.
Saat makan malam,
Hana berkata,"So Jung seperti nya 2 hari lagi, aku akan ke boutiq untuk meminta tolong padamu. Kau mau mendesain gaun pernikahan untukku bukan?"
So Jung menatap kakaknya.
Ia sedikit terkejut dan menatap kakaknya.
Lalu ia berkata, "mendesain gaun pernikahan untuk kak Hana?"
Hana mengangguk," iya, bukankah sudah lama aku mengatakannya. Aku selalu ingin kau yang mendesain gaun pernikahan untukku. "
Nyonya Song tersenyum, "kami akan merepotkanmu. "
Hana,"kau mau mendesainnya untukku bukan? "
So Jung menatap Hana, ia terpaku sebentar.
Semuanya menatapnya.
Lalu ia berkata sedikit ragu," baiklah."
ia tersenyum dan berkata lagi, "aku akan mendesain gaun pernikahan untuk kakak."
Hana tersenyum dan ia berkata, "kami sudah menentukan tanggal dan bulannya. 5 bulan lagi, kami akan menikah. "
Jai Wan tersenyum di samping Hana.
So Jung menatap mereka, ia ikut senang melihatnya.
So Jung berkata," aku ikut senang mendengarnya. aku yakin, kak Hana pasti akan menjadi mempelai wanita yang paling cantik dan paling bahagia di hari pernikahan kalian. "
So Jung tersenyum.
Hana , "terima kasih So Jung."
So Ra, "aku juga akan membantu bibi Hana mengenakan gaun pengantin. "
Semuanya tertawa senang mendengarnya.
Dalam hati So Jung berkata, "mungkinkah, aku masih bisa melihat kakak menjadi mempelai wanita yang paling cantik dan paling bahagia di hari pernikahannya? "
Setelah So Jung berpamitan, ia pergi menemui Te Ha di cafe milik Te Ha.
Sambil So Jung membawakan kue untuk Te Ha.
Te Ha," kau terlihat lelah hari ini. nanti biar aku yang mengantarmu pulang. "
So Jung tersenyum dan mengangguk," baiklah. "
So Jung berkata," TE Ha..."
TE Ha menatap So Jung menunggu So Jung mulai berkata lagi.
So Jung berkata lagi, "aku...akan berhenti bekerja. dan mulai istirahat. "
Te Ha sedikit terkejut mendengarnya.
So Jung, "apakah, menurutmu aku benar ?"
TE Ha tersenyum lembut dan berkata, "apapun yang menjadi keputusanmu, aku akan selalu mendukungmu. Aku rasa, jika memang sudah saatnya kau harus istirahat. Istirahatlah. "
So Jung menatap TE Ha,
ia teringat kata kata Su Ran tadi sore.
Saat hendak turun dari mobil, Su Ran berkata sambil menoleh pada So Jung, "jika kau memang tidak enak badan, lebih baik istirahatlah. Cepat sembuh So Jung. "
Ia mengangguk dan tersenyum, "kau benar, Te Ha."
Di perjalanan pulang,
So Jung berkata," Te Ha, sebenarnya, aku masih ingin menyelesaikan desain gaun pernikahan untuk kakakku. Sebentar lagi, ia akan menikah. Ya, 5 bulan lagi. Aku ingin sekali, ia bisa mengenakan gaun pernikahan yang aku desain untuknya dan melihatnya menjadi mempelai wanita yang paling cantik dan paling bahagia di hari pernikahannya. "
Te Ha mendengarkannya, "kau, pasti bisa."
So Jung, "kakakku...dia memintaku mendesainkan gaun pernikahan untuknya. "
Te Ha," bukankah itu bagus. Kau selalu ingin mendesain gaun pernikahan untuk kakakmu bukan? "
So Jung mengangguk, "kau benar. "
Sampainya di apartemen So Jung.
Te Ha mengantar So Jung masuk.
Di depan pintu Te Ha berkata, "baiklah, sudah sampai. Masuk, dan istirahatlah. "
__ADS_1
So Jung tersenyum dan mengangguk.
Ia menatap Te HA beberapa saat.
Lalu Te Ha berkata," kenapa kau menatapku cukup lama? apakah kau, semakin mencintaiku?"
So Jung tersenyum lembut.
Lalu tiba tiba So Jung memeluk Te Ha. Te Ha sedikit terkejut.
So Jung berkata, "Te Ha, terima kasih. kau benar benar membuatku bahagia dan selalu tersenyum. terima kasih Te Ha. "
Te Ha tersenyum dibalik pelukan So Jung dan ia membalas pelukan So Jung.
Te Ha berkata, "So Jung, aku akan selalu membuatmu tersenyum. pasti. "
So Jung mengangguk.
Lalu beberapa saat kemudian So Jung melepaskan pelukannya.
Ia tersenyum, dan berkata, "baiklah, aku masuk dulu. kau hati hatilah di jalan. "
Te Ha mengangguk.
So Jung, "selamat malam. "
Te Ha pun membalas," selamat malam."
Lalu So Jung masuk ke dalam.
dan Te Ha kemudian berjalan keluar.
Malam itu So Jung melihat desain gaun pernikahan untuk kakaknya yang sudah hampir selesai.
Ia menatapnya.
Ia menghela napas. lalu ia mulai melipat gaun itu dan memasukannya ke dalam sebuah kotak.
Keesokan harinya, So Jung ke boutiq.
Ia melihat meja kerjanya.
Dan melihat sekelilingnya.
lalu ia perlahan mengambil amplop putih yang ada di laci meja kerjanya.
Ia menatap amplop itu sekali lagi.
lalu ia berjalan ke ruangan Hae Joo.
So Jung berjalan dan berdiri di depan Hae Joo.
Hae Joo melirik ke depan sebentar dan ia melanjutkan lagi desainnya.
Sambil berkata," kau sudah sehat? "
So Jung, "ya, jika tidak, hari ini aku pasti tidak akan masuk."
Hae Joo meletakkan pensilnya, dan ia menatap So Jung.
Hae Joo, "So Jung, bisakah kau membuatku sedikit untuk lebih sabar? Ini masih pagi So Jung. "
So Jung tersenyum, "jika kau tidak marah, aku jadi malah terkejut. "
Hae Joo melirik sahabatnya, dan ia menghela napas , lalu berkata," baiklah, aku minta maaf padamu karena kemarin aku sudah memarahimu. "
So Jung tertawa kecil.
Hae Joo, "ada apa kau pagi-pagi menemuiku? Kau ingin mengajakku bertengkar lagi? "
So Jung tersenyum.
lalu ia berkata, "ada yang ingin kubicarakan padamu. "
Hae Joo menatap So Jung.
Lalu So Jung duduk di depan Hae Joo.
Hae Joo, "ada apa? Lebih baik cepat kau katakan, dan setelah itu kau bisa segera kembali bekerja. "
So Jung, "kau selalu seperti itu. "
Hae Joo, "baiklah, ada apa? "
So Jung menatap Hae Joo.
Ia lalu meletakkan sebuah amplop putih di meja Hae Joo.
Hae joo menatapnya dan berkata, "apa ini? aku tidak mengerti maksudmu."
So Jung berusaha hati hati mengatakannya pada Hae Joo. Ia berkata, "aku, bermaksud untuk mengundurkan diri."
Hae Joo," apa?! kau..."
So Jung menatap Hae Joo.
__ADS_1
Lalu Hae Joo berkata lagi, "Lee So Jung! Jangan main-main, kau sedang merencanakan untuk membuka usaha sendiri?! atau...benar ada perusahaan lain yang menggajimu lebih tinggi?! "
So Jung tersenyum," tidak seperti itu Hae Joo."
Hae Joo, "lalu apa?! baiklah, aku akui, kau memang perancang desainer terhebat. Kau puas?! "
So Jung menghela napas.
lalu ia berkata, "aku sedang sakit dan harus istirahat."
Hae Joo tertawa, "sakit? dan harus istirahat?!"
Su Ran dan Yun He yang berada diluar mendengar teriakan Hae Joo.
Mereka hanya diam saja.
Lalu Hae Joo berkata lagi, "aku juga sedang sakit dan harus istirahat. "
So Jung, "Hae Joo..."
Hae Joo, "baiklah, kau boleh pergi. Kau boleh keluar! "
So Jung menatap Hae Joo.
Hae Joo berdiri dari kursinya dan menatap jendela.
So Jung, "aku memang sedang sakit. sakit ku seperti yang pernah dikatakan Su Ran dan Yun Hee. Aku setiap hari, setiap beberapa jam harus minum obat. Dan itu bukan vitamin. Itu obat untuk penyakit penderita jantung. "
Hae Joo mulai terkejut mendengarnya. ia perlahan menoleh dan menatap So Jung.
So Jung tidak menangis.
Ia berusaha untuk tegar.
Ia berkata lagi," beberapa minggu terakhir ini, penyakitku sudah banyak merepotkan kalian. karena itu, aku rasa sudah saatnya aku harus istirahat. Dengan begitu tidak akan banyak merepotkan kalian. lagipula, akhir akhir ini pesananan kita begitu banyak. Kau tentunya tidak inginkan karena aku jadi menghambat pesanan boutiq kita. "
Hae Joo terdiam.
Ia masih terkejut mendengarnya, ia seakan tidak percaya mendengarnya.
Hae Joo, "kau, sedang mengarang bukan. Kau ingin aku benar benar membiarkanmu keluar. "
So Jung tersenyum, "aku harap, aku sedang mengarang."
Hae Joo membalikkan badannya.
Ia menahan air matanya.
dan berkata," kalau begitu, kau boleh cuti. "
So Jung tersenyum.
lalu ia berkata lagi," Hae Joo, selama aku cuti. Aku bisa minta tolong padamu. "
Hae Joo, "kau sedang cuti saja, selalu merepotkan orang lain."
So Jung tersenyum dan berkata," aku tinggalkan sebuah kotak disini. didalamnya ada sebuah gaun pernikahan. Sebenarnya tinggal sedikit lagi, ini akan selesai. Tapi aku tidak bisa melanjutkannya. Kau...bisa bantu aku untuk menyelesaikannya? "
Hae Joo," aku akan mencobanya. Jika aku tidak sedang sibuk."
So Jung, "baiklah. didalamnya, ada sebuah amplop. Aku mohon padamu, kau boleh membukanya saat kau sudah menyelesaikannya. Di amplop itu ada tulisan alamat rumah seseorang. Kau bisa mengantarkan gaun pernikahan ini padanya."
Hae Joo, "kau begitu percaya padaku, kau tidak takut aku akan membuka amplop itu terlebih dahulu?"
So Jung, "aku percaya padamu."
Hae Joo, "baiklah, baiklah! Kau boleh pergi sekarang! Pergilah! "
So Jung melihat Hae Joo yang masih berdiri membelakanginya.
Ia berdiri dan berkata, "Hae Joo, maafkan aku. "
Hae Joo, "aku akan memaafkannya, setelah kau menyelesaikan cutimu dan kembali lagi kemari. "
So Jung tersenyum.
ia berkata lagi, "terima kasih, Hae Joo. Sampai jumpa."
Lalu So Jung berjalan keluar.
Hae Joo akhirnya meneteskan air matanya.
So Jung akhirnya keluar dan pergi meninggalkan boutiq tanpa membawa apapun peratalannya.
Su Ran dan Yun Hee tidak tahu.
Hae Joo berjalan mendekati kotak yang di letakkan So Jung di mejanya.
Ia berkata pelan," kenapa...aku tidak pernah menyadarinya selama ini, kalau ia sakit separah itu. So Jung..."
Setelah itu, So Jung pergi dan meninggalkan mobilnya di parkiran apartemennya.
Dan ia pergi dengan taksi menuju panti asuhan tempat ia dibesarkan.
Ia tidak memberitahu siapapun. Bahkan Te Ha sekalipun.
__ADS_1
...----------------...