My Wedding Life

My Wedding Life
Episode 67


__ADS_3

Siang itu, Te Ha bertemu dengan Jai Wan saat TE Ha mengantarkan temannya yang sedang mencari hotel untuk menginap beberapa hari.


Te Ha berbincang bincang dengan Jai Wan sebentar.


Jai Wan, "bagaimana hubunganmu dengan So Jung? "


Te Ha tersenyum, "kau selalu mengamatiku sepertinya. "


Jai Wa tertawa, "sejak dulu saat kuliah, pamanmu selalu saja menceritakanmu tentang So Jung. Aku pikir, saat itu kalian akan bersama. aku tidak menyangka akhirnya sekarang kalian bisa bersama. "


Te Ha," bagaimana denganmu Hyung?"


Jai Wan tersenyum.


lalu ia berkata, "kami sudah memutuskan untuk segera menikah. 5 bulan lagi kami akan menikah, tepat di hari ulang tahunnya. Akhirnya, Hana bisa sedikit melepaskan tentang adiknya yang hilang. "


Te Ha menatap Jai wan.


Jai Wan menghela napas.


lalu ia berkata lagi sambil berjalan, "sepertinya kami akan merepotkan desainer yang akhir akhir ini sering diperbincangkan."


Te Ha menatap Jai Wa .


Jai Wan tersenyum, "siapa lagi, kalau bukan So Jung. Aku rasa, Hana menyukai So Jung. Aku sedikit lebih tenang, sejak ada So Jung. Hana menjadi lebih bersemangat. Mungkin karena, Hana merasa So Jung mirip dengan adiknya. "


Saat perjalanan pulang menuju ke rumah sakit, Te Ha memikirkan kata-kata Jai Wan.


[ " kami sudah memutuskan untuk segera menikah. 5 bulan lagi kami akan menikah, tepat di hari ulang tahunnya. Akhirnya, Hana bisa sedikit melepaskan tentang adiknya yang hilang. "


Te Ha menatap Jai Wan


Jai Wan menghela napas.

__ADS_1


lalu ia berkata lagi sambil berjalan, "sepertinya kami akan merepotkan desainer yang akhir akhir ini sering diperbincangkan."


Te Ha menatap Jai Wan.


Jai Wan tersenyum, "siapa lagi, kalau bukan So Jung. Aku rasa, Hana menyukai So Jung. Aku sedikit lebih tenang, sejak ada So Jung. Hana menjadi lebih bersemangat. Mungkin karena, Hana merasa So Jung mirip dengan adiknya."]


Lalu ia teringat kata-kata So Jung.


["Te Ha, sebenarnya, aku masih ingin menyelesaikan desain gaun pernikahan untuk kakakku. Sebentar lagi, ia akan menikah. Ya, 5 bulan lagi dan itu tepat di hari ulang tahunnya, ia akan menikah. Aku ingin sekali, ia bisa mengenakan gaun pernikahan yang aku desain untuknya dan melihatnya menjadi mempelai wanita yang paling cantik dan paling bahagia di hari pernikahannya. "


Te Ha mendengarkannya, "kau, pasti bisa."


So Jung, "kakakku...dia memintaku mendesainkan gaun pernikahan untuknya. "]


Ia teringat saat So Jung menceritakan bahwa SO Jung sudah tahu siapa keluarganya.


[" aku sudah menemukan keluargaku. "


Te Ha terkejut mendengarnya, lalu berkata, "kau sudah menemukan keluargamu? Bukankah itu bagus. Kau sudah menemui mereka?"


Te Ha," lalu? "


So Jung, "Ayah dan ibuku...dia sudah meninggal. "


Te Ha mendengarnya ikut sedih.


So Jung," aku punya seorang kakak perempuan. Aku punya seorang bibi dan paman. Dan juga aku punya seorang sepupu. Sepupuku ini, dia sudah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan. Sedangkan kakakku, dia masih belum menikah. Mereka terlihat bahagia."]


Te Ha berpikir mengenai Hana.


Ayah dan Ibu Hana sudah meninggal. Hana mempunyai bibi dan paman dan juga seorang sepupu, Hye Kyung, dan Hye Kyung sudah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan.


Te Ha berkata dalam hati, "mungkinkah?! So Jung adalah adik kak Hana?"

__ADS_1


Tapi ia berkata dalam hati lagi, "tapi, apakah mungkin ini suatu kebetulan?"


Te Ha berkata pelan," jika benar, kenapa Kak Hana dan keluarganya seakan tidak tahu bahwa So Jung adalah adiknya yang selama ini hilang?"


Te Ha mulai curiga.


Ia lalu menelepon So Jung, tetapi handphone So Jung tidak aktif.


Ia segera menuju ke apartemen So Jung.


Saat memarkirkan mobilnya ia sempat melihat mobil So Jung juga sudah di parkir.


Ia segera ke tempat So Jung.


Hanya saja berkali-kali ia memencet bel, So Jung tidak membukanya.


Te Ha berkata dalam hati, "mungkinkah ia sedang pergi? lalu kenapa mobilnya ia tinggalkan di tempat parkir? "


Te Ha kembali berjalan menuju parkiran.


Ia melihat mobil So Jung dan berkata dalam hati, "So Jung, kau ada dimana? Apakah terjadi sesuatu padamu?"


Ia menghela napas.


lalu ia berjalan masuk ke mobilnya dan pergi.


Sementara itu So Jung yang sudah sampai ke panti asuhan.


Kepala panti asuhan yang selalu ia panggil bibi selama ini senang melihatnya pulang.


Semua anak-anak panti asuhan pun ikut senang.


So Jung sengaja tidak memberitahu pada bibinya mengenai segalanya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2