
Keesokan harinya, So Jung bersikeras untuk pulang.
Akhirnya Te Ha kewalahan, dan ia memperbolehkan So Jung pulang.
Te Ha mengantarnya.
So Jung, "Aku hendak ke boutiq. Aku akan berganti pakaian dulu. "
Te Ha ," Kau akan ke boutiq? Tapi So Jung, kau masih belum pulih. Dan dokter mengatakan kau harus banyak istirahat."
So Jung, "Aku mengerti Te Ha. Aku tidak akan terlalu lelah. Kau tenang saja. kau hanya perlu mengantarku ke boutiq, setelah itu pukul 4 kau bisa menjemput lagi. bagaimana? ”
Te Ha menghela napas," Baiklah. aku akan menurutimu. Asal kau tidak membuatku khawatir. "
So Jung tersenyum," Terima kasih Te Ha. "
Saat di boutiq.
Hae Joo memarahinya.
Hae Joo, "Kau kemana saja?! kau menghilang setelah pameran itu, dan kemarin kau tidak masuk bekerja. "
So Jung hanya tersenyum dan berkata, "Maafkan aku. Aku sedang kurang sehat."
Hae Joo, "Aku juga sedang kurang sehat. Berarti kita sama. Benar bukan?! "
So Jung, "Kalau begitu, kau tidak usah masuk bekerja juga. Kita sama."
So Jung masuk ke ruangannya dan merapikan tempat kerjanya.
Hae Joo menggelengkan kepala," Hei! Lee So Jung ! "
Hae Joo mendekati So Jung.
Dan berdiri didepannya.
Sedang So Jung seperti biasa tidak menghiraukannya dan mulai mendesain.
So Jung berkata ," Kau pasti sangat mengkhawatirkanku dan rindu padaku. Iyakan Hae Joo?"
Hae Joo tertawa, "Kau benar sekali! Aku rindu padamu sampai - sampai aku ingin memukulmu."
So Jung tertawa.
Hae Joo masih berdiri di samping So Jung sambil menggelengkan kepalanya, lalu ia memandang So Jung dalam hati sebenarnya ia juga mengkhawatirkan So Jung.
Hae Joo," kau... baik - baik saja bukan? "
So Jung yang sedang mendesain, ia menjawab," Iya, aku baik- baik saja. "
Hae Joo masih menatap So Jung dan berkata lagi, "Benar kau baik - baik saja?"
So Jung lalu menghentikan pekerjaannya dan menatap Hae Joo.
Ia diam sebentar lalu berkata," Apa aku terlihat sedang tidak baik - baik saja? "
Hae Joo menatap So Jung.
Hae Joo lalu mengangguk, "Kau benar, kau memang baik-baik saja. Setelah menghilang dan libur 1 hari membuatmu terlihat baik- baik saja. Kau sudah puas bukan. "
__ADS_1
So Jung tertawa kecil sambil menggelengkan kepala.
Hae Joo hendak berjalan keluar,
So Jung pun memanggilnya, "Hae Joo."
Su Ran yang hendak masuk sambil membawa 2 minuman hangat.
Ia menghentikan langkahnya. Ia merasa tidak harus masuk sekarang. Lalu ia menuju ke meja kerjanya.
Hae Joo menoleh, "Ada apa? "
So Jung menatap Hae Joo, lalu ia berkata, "Kita berempat adalah sahabat. Kau harus ingat itu. "
Hae Joo menatap So Jung, dan So Jung berkata lagi, "Kau mengerti maksudku bukan? Apapun yang terjadi kita berempat tetap sahabat. "
So Jung tersenyum menatap Hae Joo.
Hae Joo mengerti maksud So Jung.
Ia terkejut mendengarnya.
Hae Joo mengangguk, "Aku mengerti."
Lalu Hae Joo berjalan ke ruang kerjanya dan ia duduk di kursinya. Sambil menghela napas.
Dalam hati berkata, "So Jung... kau ingin menganggap semuanya tidak ada apa-apa. yahhh, kau memang terlalu baik hati. jika aku jadi kau, mungkin aku tidak akan bisa sepertimu. Baiklah, kita berempat tetap sahabat. "
Siang itu So Jung pergi ke sebuah cafe dan ia menghubungi Kang Min Yok begitu juga In Jung.
In Jung lebih dulu datang.
In Jung, "Aku terkejut saat menerima pesan darimu. Kau mengajakku untuk bertemu. Kau sudah pulang dari rumah sakit? "
So Jung menatap In Jung , ia mengangguk dan dengan tenang.
Ia menjawab sambil tersenyum, "Bukankah kita ini masih teman? Jadi wajar aku menghubungimu dan mengajakmu untuk bertemu."
In Jung tersenyum mendengarnya, "Kau benar. "
So Jung, "Kita tunggu Kang Min Yok juga. ”
In Jung, "Kau, juga menghubungi Kang Min Yok?"
So Jung mengangguk.
In Jung, "Sebenarnya ada apa So Jung? Apa yang ingin kau bicarakan? "
Menghela napas dan tersenyum," Antara aku, kau, dan Kang Min Yok. Itu yang ingin kubicarakan."
In Jung," Apa? apa maksudmu? "
So Jung tersenyum, "Kau akan tahu. "
In Jung merasa tidak tenang saat itu.
Beberapa saat mereka minum teh bersama.
Lalu Kang Min Yok datang.
__ADS_1
Kang Min Yok terkejut melihat In Jung bersama So Jung dan terlihat sudah akrab kembali.
Kang Min Yok," So Jung, ada apa kau memintaku untuk bertemu? Dan juga In Jung..."
So Jung, "Duduklah."
Lalu Kang Min Yok pun duduk.
Kang Min Yok berkata, "Dalam waktu dekat ini, aku dan In Jung akan segera menikah. Jadi kebetulan saat ini kau memintaku bertemu. Segera tanda tangani surat perceraian kita. "
In Jung menatap Kang Min Yok dan memegang tangan Min Yok, "Min Yok, jangan seperti itu..."
So Jung tersenyum, "Karena itulah, aku memintamu bertemu sekarang. "
In Jung pun menoleh ke So Jung.
So Jung pun mengeluarkan sebuah amplop coklat.
Dan memberikannya pada Min Yok.
Ia berkata," Bukalah."
Min Yok membuka amplop coklat itu.
Ia melihat surat perceraiannya dengan So Jung.
Dan So Jung sudah menandatanginya.
In Jung meliriknya.
Dan ia juga terkejut melihatnya.
So Jung menatap Kang Min Yok, wajahnya terlihat lebih tenang sekarang, dan ia berkata," Aku ingin bertemu denganmu, untuk memberikan surat perceraian itu. kita sudah bercerai sekarang. Dan...aku berharap kalian bahagia. "
In Jung, "So Jung..."
Min Yok, "Apa...yang membuatmu tiba - tiba berubah ? "
So Jung tersenyum dan berkata, "Aku belajar banyak dari kehidupan. Jika ingin bahagia, kau harus rela melepaskan apa yang kau genggam. "
So Jung lalu berkata lagi, "Aku merestui kalian. Dan berharap kalian bahagia. "
So Jung tersenyum,
Lalu So Jung berdiri dan berkata, "Baiklah, aku harus kembali ke boutiq. Sampai jumpa. "
So Jung pun pergi.
In Jung menatap So Jung pergi.
Ia benar-benar terkejut dengan apa yang sudah di lakukan So Jung.
Ia merasa tidak layak menerima semua itu.
Ia meneteskan air mata.
Min Yok," Benar- benar aneh. "
In Jung pun berkata, "Bukan, bukan aneh. Tapi itu adalah kebesaran hati. Sebenarnya kita tidak layak menerima ini. So Jung, dia benar- benar wanita yang hebat. "
__ADS_1
...----------------...