My Wedding Life

My Wedding Life
Episode 72


__ADS_3

Sekali lagi So Jung berkata," In Jung...kau kemari..."


In Jung, "aku yakin, kau pasti ada di sini SO Jung. "


So Jung menatap In Jung.


Lalu In Jung memeluk So Jung.


In Jung berkata, "kau ini, kenapa tiba tiba saja pergi tanpa memberitahu kami semua. Kau tahu betapa kami semua mengkhawatirkanmu. "


SO Jung hanya terdiam.


Mereka akhirnya berbincang bincang.


In Jung, "Te Ha sudah mencoba mencari mu kemari, tapi aku yakin kau pasti tidak ingin menemuinya. Kenapa So Jung? Kenapa kau tiba tiba pergi?"


So Jung menghela napas dan ia menjawab, "aku hanya ingin menenangkan pikiranku saja. dan lagipula udara di sini sangat bagus untuk orang yang menderita penyakit jantung sepertiku. Benar bukan? "


In Jung, "So Jung, mau sampai kapan kau pergi dan menghindar dari semuanya? Kenapa kau tidak mencoba untuk menghadapinya? "


So Jung, "maksudmu, kau ingin aku menerima perawatan di rumah sakit. dan terus terbaring menyia-nyiakan waktuku begitu saja? "


So Jung menggelengkan kepala," tidak In Jung. Aku tidak mau. "


In Jung," So Jung..."


In Jung lalu berkata lagi," lalu...apa kau juga akan menghindar dari keluargamu? Apa kau akan terus diam pada kak Hana dan tidak memberitahunya bahwa kau adalah adiknya yang selama ini hilang. "


So Jung menoleh pada In Jung, ia terkejut mendengarnya, In Jung, "bagaimana kau..."


In Jung menyaut,"aku sudah tahu So Jung. Apa kau ingin seperti itu? Benarkah? ”


So Jung terdiam.


Ia berdiri dan melihat langit.


lalu ia berkata," beri aku waktu untuk memikirkan ini semua. "


In Jung," baiklah, tidak apa-apa. aku akan berada di sini selama beberapa hari. Dan aku harap, kau mau ikut pulang bersamaku nanti. "


In Jung belum memberitahu Te Ha kalau So Jung ada di panti asuhan.


Ia sengaja memberikan waktu untuk So Jung.


Selama 1 minggu In Jung ada di panti Asuhan.


Ia tidak memberi kabar apapun pada Te Ha.


In Jung memutuskan 2 hari lagi ia akan kembali.


Malam itu, So Jung terlihat kelelahan.


Saat ia hendak berjalan ke kamarnya. In Jung menemuinya.


Mereka berbincang sebentar.


In Jung, "2 hari lagi, aku akan kembali. pimpinanku sudah memintaku untuk segera kembali. "


Ia menatap So Jung dan berkata lagi, "So Jung, bagaimana?kau mau pulang bersama denganku?"


So Jung terdiam.


In Jung, "kenapa So Jung?"


So Jung," maaf In Jung. Tapi aku tidak ingin menemui kakakku dan keluargaku. "


In Jung, "So Jung..."


Tiba  tiba So Jung merasa sesak nafas, dadanya terasa perih.


Ia memegang dadanya.


In Jung terkejut melihatnya, ia segera memegangi So Jung dan berkata, "So Jung! "


So Jung," bantu aku...bantu aku ke kamar..."


In Jung, "baiklah, baiklah. "


Saat hendak berjalan, tiba  tiba karena So Jung sudah tidak kuat, ia hendak terjatuh.


In Jung segera memeganginya, "So Jung! "


So Jung, "obatku...obatku ada di kamar..."


Tanpa di duga bibi Lee yang sedang berjalan melihat mereka.


bibi Lee segera mendekati mereka.


Bibi Lee terkejut melihatnya, "So Jung! Kau kenapa?! "


So Jung," bibi..."


Bibi Lee menatap In Jung, "ada apa dengannya?! "


In Jung," bibi Lee...bantu aku memapahnya ke kamar."


Lalu bibi Lee membantu In Jung membawa So Jung ke kamar dan membaringkan So Jung di ranjangnya.


In Jung segera mencari obat So Jung dan segera meminumkannya.


In Jung terlihat begitu ketakutan saat itu, tangannya terlihat gemetar.


Setelah beberapa saat, So Jung mulai tenang.


So Jung dengan suara kecil berkata,


"maaf membuat bibi Lee khawatir. "

__ADS_1


Bibi Lee, "sebenarnya ada apa denganmu? Kau sedang sakit? "


So Jung terdiam begitu juga In Jung.


Bibi Lee, "kenapa diam? Kalau memang sedang sakit, bibi akan carikan dokter untukmu."


So Jung, "tidak apa-apa bi. "


Bibi Lee, "tidak mungkin. Jika tidak apa-apa, kenapa kau terlihat begitu kesakitan. Dan juga In Jung terlihat begitu ketakutan. Jangan menutupinya dari bibi lagi, sebenarnya ada apa denganmu? "


So Jung dan In Jung saling bertatapan.


Akhirnya So Jung menceritakan semuanya pada bibi Lee.


Bibi Lee begitu terkejut mendengarnya. ia menangis dan begitu sedih didepan So Jung dan In Jung.


So Jung berusaha bangun dan memeluk bibinya.


In Jung pun ikut menangis melihatnya.


Sementara itu, Hae Joo akhirnya malam itu bisa menyelesaikan gaun pengantin yang dititipkan So Jung padanya.


Ia menghela napas sambil melihat gaun pengantin itu.


Lalu ia duduk disamping gaun itu. dan ia menoleh pada kotak yang berisi amplop.


[Ia teringat kata  kata So Jung, "baiklah. didalamnya, ada sebuah amplop. Aku mohon padamu, kau boleh membukanya saat kau sudah menyelesaikannya. Di amplop itu ada tulisan alamat rumah seseorang. Kau bisa mengantarkan gaun pernikahan ini padanya."


Hae Joo, "kau begitu percaya padaku, kau tidak takut aku akan membuka amplop itu terlebih dahulu?"


So Jung," aku percaya padamu."]


Hae Joo menarik nafas dalam dalam.


Hae Joo," kau benar benar merepotkan, So Jung..."


Lalu Ia membuka amplop itu dan mengambil kertas yang ada di dalamnya.


Ia mulai membaca tulisan kertas itu, betapa terkejut nya ia saat membacanya.


Keesokan harinya, Hae Joo pergi sambil membawa gaun pengantin yang dititipkan So Jung padanya itu. mobil berhenti di depan rumah.


Ia menghela napas.


lalu ia turun dan membawa gaun pengantin itu.


Pengurus rumah membukakan pintu dan mengantarnya masuk.


Ia duduk di ruang tamu.


Ia berkata dalam hati, "So Jung...aku tidak mengerti apa maksudmu ini? tapi aku benar benar terkejut..."


Beberapa saat Hana  turun dari kamarnya.


Ia melihat Hae Joo sudah menungguinya di ruang tamu.


Hae Joo menatap Hana.


Nyonya Song keluar dari dapur dan diikuti Hye Kyung.


Hye Kyung, "Hae Joo, kau kemari. Kau mencariku?"


Hae Joo menoleh dan memberi salam pada Nyonya Song,


lalu ia berkata, "kedatanganku kemari, aku ingin menemui kak Hana. "


Hye Kyung, "kak Hana?"


Hae Joo mengangguk.


Lalu ia berkata lagi, "sebenarnya, aku sendiri juga sedikit bingung. Aku datang kemari untuk memberikan ini pada mu kak."


Lalu Hae Joo memberikan sebuah kotak cukup besar.


Hana segera menerimanya, meski ia juga sedikit bingung.


Lalu ia membukanya.


Ia terkejut saat melihat itu adalah gaun pengantin.


dan terlihat indah sekali.


Hana, "gaun pengantin? ..."


Hana menatap Hae Joo, "aku tidak begitu mengerti? Sebenarnya apa maksudmu?"


Hae Joo menatap kak Hana, semuanya melihatnya Hae Joo dengan tatapan bingung.


Hae Joo menghela napas.


lalu ia berkata, "aku sama sepertimu kak, sejak kemarin malam hingga saat ini aku juga tidak begitu mengerti. Sebenarnya gaun pengantin ini, adalah desain milik So Jung."


Hana," desain milik So Jung? "


Hae Joo mengangguk, dan ia berkata lagi," saat ia menemuiku untuk mengundurkan diri. Ia memohon padaku untuk menyelesaikan gaun ini. karena saat itu masih kurang sedikit saja akan selesai. Dia bilang padaku, jika sudah selesai, aku bisa mengantarkan gaun ini pada alamat seseorang yang sudah ia tulis di sebuah amplop. Ia memintaku untuk tidak membuka amplop sampai aku menyelesaikan gaun ini. hingga kemarin malam, setelah aku menyelesaikannya, aku baru membuka amplop itu. dan begitu terkejutnya aku, kalau tulisan itu ditujukan padamu kak. "


Hana begitu Nyonya Song dan Hye Kyung begitu terkejut mendengarnya.


Hana tidak menyangka dengan semua itu.


Ia mengambil gaun itu dan melihatnya. begitu indah dan sangat cantik.


Hana meneteskan airmata melihatnya.


Lalu Hae Joo berkata lagi," sebenarnya, desain ini sudah lama sekali ia buat.


Aku pikir desain ini sangat penting baginya. "

__ADS_1


Hana mendengarnya.


Ia terdiam, dan terharu.


Malam itu, di kamarnya.


Hana terdiam sambil memandangi gaun pengantin yang ada di sampingnya.


Hana , "So Jung..."


Beberapa hari setelah So Jung sehat kembali.


Akhirnya ia mau kembali bersama In Jung.


Ia menuju ke rumah sakit.


Te Ha yang sedang keluar dari operasi. Ia masuk ke ruang kerjanya.


Dan ia duduk.


Ia menutup matanya dan tertidur sebentar.


Beberapa saat So Jung masuk ke ruang kerjanya.


Te Ha menyadari ada orang yang masuk ke ruang kerjanya.


Sambil menutup matanya ia berkata, "tolong jangan ganggu aku dulu. sebentar lagi aku akan keluar untuk memeriksa pasien."


So Jung terdiam sambil duduk di depannya.


Te Ha pun akhirnya membuka matanya karena tidak ada jawaban apapun.


Begitu terkejutnya ia saat melihat So Jung ada didepannya.


Te Ha,  "So Jung..."


So Jung tersenyum.


TE Ha berdiri dan mendekati So Jung. So Jung berdiri.


Dan TE Ha memeluk So Jung.


Te Ha berkata, "aku mohon So Jung, jangan menghilang begitu saja. jangan pergi dan meninggalkanku begitu saja tanpa bicara apapun padaku..."


So Jung berkata, "maafkan aku. Maafkan aku, Te Ha.."


Mereka berbincang bincang di taman rumah sakit.


Te Ha," kenapa kau pergi begitu saja? aku sangat mengkhawatirkan mu."


So Jung tersenyum," maaf, aku hanya ingin menenangkan pikiranku saja sambil aku istirahat. Aku tahu kau ke panti asuhan. Maafkan aku, aku tidak menemuimu saat itu. maaf Te Ha."


Te Ha, "aku tahu kau ada di panti asuhan. Aku bisa mengerti. Tapi, aku mohon, lain kali jangan lakukan ini lagi. jangan pergi begitu saja tanpa memberitahuku. "


So Jung menatap Te Ha.


Te Ha lalu berkata lagi sambil menatap So Jung dengan sungguh sungguh, "So Jung, kau tahu aku benar benar merindukanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku sungguh sungguh."


So Jung menatap Te Ha, lalu ia tersenyum lembut.


Ia memegang tangan Te ha dan mengangguk sambil berkata, "baiklah. aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. aku tidak akan ke mana mana lagi. dan sebaliknya juga, apa kau mau terus menemaniku sampai seumur hidupku? "


Te Ha tersenyum.


ia memeluk So Jung.


Dan berkata, "tentu saja. aku akan selalu menemanimu sampai seumur hidupmu. Pasti."


So Jung, "terima kasih Te Ha. "


Lalu Te Ha melepaskan pelukannya. Dan ia berkata, "So Jung...sebenarnya aku ingin memastikan satu hal padamu. "


So Jung menatap Te Ha.


Te Ha berkata lagi," aku menemukan hasil tes DNA mu. suster Jung tidak sengaja menemukannya di kursi ruang tunggu. Ia selalu lupa untuk mengembalikan padamu. 1 minggu yang lalu, ia memberikannya padaku. ”


Te Ha menghela napas. dan berkata lagi, "hasil tes DNA yang kau ajukan di rumah sakit ini. tes DNA milikmu dan kak Hana."


So Jung terkejut mendengarnya.


ia menundukkan kepala.


TE Ha, "benarkah, kak Hana adalah kakakmu? "


So Jung terdiam sebentar.


Lalu ia menatap Te Ha.


Dan ia mengangguk sambil berkata, "itu benar. Kak Hana adalah kakakku."


Te Ha menarik nafas sambil menatap So Jung.


So Jung menatap Te Ha dan memegang tangan Te Ha.


Lalu berkata," Te Ha, jangan beritahu kak Hana, aku mohon. Aku...tidak ingin memberitahunya. "


Te Ha," kenapa So jung? Dia adalah kakakmu. Aku pun juga tahu selama ini dia berusaha selalu mencarimu. "


So Jung menggelengkan kepalanya.


So Jung," aku mohon. Biarkan aku sendiri yang memutuskannya."


Te Ha menarik nafas.


Lalu akhirnya ia mengangguk.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2