
Lee So Jung mulai masuk bekerja kembali.
Hae Joo melihatnya, "Akhirnya kau mulai masuk bekerja lagi. "
Lee So Jung hanya tersenyum.
Ia mulai melakukan pekerjaannya.
Hae Joo, "Rasa-rasanya, aku juga perlu mengambil cuti sepertimu. “
Lee So Jung mengangguk dan berkata, "Benar sekali."
Su Ran, "Aku buatkan minuman untuk kalian ."
Lee So Jung, "Aku sudah rindu dengan teh hijau buatanmu, Su Ran."
Su Ran tersenyum, "Terima kasih."
Hae Joo masih berdiri di sampingnya, dan berkata, "Hye Kyung mencarimu. Ia bilang, kalau kau sudah kembali dari cuti, kau disuruh menghubunginya."
So Jung, "Baiklah. "
Sambil So Jung mulai sibuk mendesain.
Hae Joo masih berdiri di sampingnya.
So Jung menyadarinya, ia menoleh, "Hae Joo, apa kau begitu merindukanku? “
Hae Joo terkejut mendengarnya, "Apa?"
So Jung, "Kau terus memandangiku dari tadi. Aku tahu, kau pasti sangat merindukanku."
Hae Joo benar- benar tidak tahan mendengar celotehan sahabatnya.
So Jung, "Aku benar -benar terharu. Terima kasih Hae Joo."
Hae Joo, "Apa?! Aku tidak tahan mendengarnya. ”
Lalu Hae Joo pergi meninggalkan So Jung.
So Jung tertawa melihatnya.
Sambil minum teh hijau, So Jung menelepon Hye Kyung.
__ADS_1
Terdengar suara Hye Kyung meledak di telinganya, "So Jung?! Hei! kau kemana saja?! "
So Jung, "Hye kyung, kau tahu, suaramu membuat telingaku sakit. "
Hye Kyung, "Aku tidak peduli! "
So Jung tertawa.
Lalu Hye Kyung berkata, "Sore ini, kau datanglah ke rumah ibuku. Ia mencarimu dan mengajakmu makan malam. kau mengerti! "
So Jung menarik nafas dan menjawab," Baiklah, baiklah. aku mengerti."
Siang itu, Kim Te Ha mengajak So Jung makan siang.
Kim Te Ha, "Bagaimana kabar bibi Lee?"
So Jung mengangguk sambil menelan makanannya dan berkata, "Dia baik -baik saja. Lebih sehat dari yang kuduga."
Kim Te Ha tersenyum.
dan berkata lagi," Cukup lama kau mengambil cuti. Sepertinya kau terlihat segar dan senang."
So Jung tersenyum, "Benarkah? Apa aku terlihat begitu? Kalau begitu, aku akan buat jadwal rutin untuk cuti setiap bulannya."
Kim Te Ha tertawa, dan berkata," Kau tidak takut dengan Hae Joo? "
Lalu So Jung tiba- tiba menjadi sedikit serius dan berkata," Te Ha..."
Te Ha menatap So Jung.
So Jung berkata lagi, "Aku sudah menemukan keluargaku. "
Te Ha terkejut mendengarnya, lalu berkata, "Kau sudah menemukan keluargamu? Bukankah itu bagus. Kau sudah menemui mereka?"
So Jung mengangguk.
Te Ha, "Lalu?"
So Jung, "Ayah dan ibuku... dia sudah meninggal. "
Te Ha mendengarnya ikut sedih.
So Jung, "Aku punya seorang kakak perempuan. Aku punya seorang bibi dan paman. Dan juga aku punya seorang sepupu. Sepupuku ini, dia sudah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan. Sedangkan kakakku, dia masih belum menikah. Mereka terlihat bahagia.”
__ADS_1
Te Ha hanya mendengarkan So Jung.
Te Ha berkata, "Aku ikut senang mendengarnya. "
So Jung tersenyum.
Tapi Te Ha melihat So Jung sedikit sedih.
Ia ingin bertanya, tapi ia mengurungkannya.
Mungkin masih sangat sulit bagi So Jung untuk menerima keluarganya.
Sore itu So Jung kembali dari boutiq. Sambil memegang gelas, ia berdiri lagi di depan jendela dekat meja kerjanya.
Hae Joo lagi -lagi melihatnya.
Hae Joo berkata dalam hati, "Anak itu, kenapa akhir- akhir ini terlihat aneh. "
Hae Joo menggelengkan kepalanya.
Lalu beberapa saat So Jung membereskan pekerjaannya.
Dan keluar dari tempat kerjanya.
Ia menghampiri Hae Joo, "Hae Joo, aku kembali dulu ya. "
Hae Joo terkejut dan menatap So Jung, "Apa?! setelah kau cuti lama sekali, kau sekarang mau pulang lebih awal? Ini masih sore So Jung? "
So Jung tersenyum," baiklah, besok aku akan membayar lunas hutangku. Bagaimana? Ok."
So Jung melambaikan tangan dengan 1 tangannya.
Dan ia keluar dari ruangan Hae Joo.
Hae Joo, "Lee So Jung!!"
So Jung tidak menghiraukannya, ia pun tersenyum sambil berpamitan dengan Su Ran, Yun Hi dan 2 orang pekerja lainnya.
Lalu ia keluar dari boutiq dan masuk ke mobilnya.
Su Ran, "Tidak biasanya dia pulang awal."
Yun Hi menoleh, "Kak Su Ran, sepertinya kak So Jung terlihat gembira."
__ADS_1
Su Ran mengangguk, "Kau benar juga. "
...----------------...