
Beberapa hari hujan selalu turun saat siang hari.
Siang itu saat di boutiq,
So Jung berdiri di dekat jendela.
So Jung mengenakan syal yang ia pakai.
Ia menghela napas, lalu ia teringat saat ia kecil.
[Saat itu hujan selalu turun juga saat siang hari maupun sore.
Dan cuaca jadi semakin dingin.
Ibu So Jung selalu mengenakan syal untuk ke dua anaknya.
Kali itu, karena terburu- buru berangkat sekolah, So Jung kelupaan mengenakan syal.
Ia langsung lari keluar, dan berlari menuju ke sekolah.
Ibu So Jung berkata pada kakaknya, "Bawakan syal ini untuk adikmu. Dia kelupaan karena terburu-buru berangkat ke sekolah. "
Lalu kakak So Jung mengangguk, "Baik bu."
Sang ibu juga tidak lupa mengenakan syal untuk kakaknya.
Lalu kakak So Jung pergi dan berlari menyusul adiknya.
Akhirnya So Jung pun terkejar, "Hyena!"
So Jung menoleh, "Kakak..."
Kakak So Jung mendekatinya dan mengenakan syal di leher So Jung sambil berkata," Karena kau terburu- buru, sampai sampai kau lupa membawa syal. Cuaca sangat dingin. "
So Jung tersenyum sambil bermanja manja pada kakaknya, ia berkata, "Bukankah ada kakak yang akan selalu mengingatkanku dan membawakanku syal. "
Kakak So Jung, "Lihat kau ini..."
So Jung, "Aku suka bermanja- manja pada kakak dan ibu..."
Kakak So Jung tersenyum," Baiklah, baiklah. Kau selalu boleh bermanja-manja pada kakak dan ibu. Ayo berangkat ke sekolah."
Lalu kakak So Jung menggandeng tangan So Jung dan mereka berjalan bersama- sama ke sekolah. ]
So Jung memegang syalnya dan berkata dalam hati," Kakak... apakah aku masih bisa bertemu denganmu dan juga ibu sebelum penyakit ini mulai membuatku semakin lemah dan harus pergi meninggalkan semua ini? apakah aku masih bisa? "
Hae Joo yang sedang berjalan melihat So Jung berdiri di dekat jendela. Belakangan ini, So Jung sering melakukan itu.
Seakan akan, ia begitu kesepian dan sedih.
Ia mengamati lama sekali.
Tiba- tiba handphone So Jung bunyi.
Dan itu adalah Hye Kyung.
__ADS_1
Seperti biasa Hye Kyung minta tolong pada so Jung untuk menjemput So Ra.
So Jung meletakkan handphonenya dan ia menoleh, ternyata ada Hae Joo.
So Jung, "Hae Joo, aku menjemput So Ra sebentar. "
Hae Joo, "Baiklah. Hati-hati. Bawalah payung, selalu hujan belakangan ini. "
So Jung mengangguk.
Lalu ia berjalan hendak keluar.
Tiba -tiba ia menghentikan langkahnya, ia merasa aneh dengan Hae Joo, tidak biasanya Hae Joo lembut dan perhatian.
Ia menoleh ke belakang.
Lalu ia berjalan lagi keluar.
Hae Joo hanya menghela napas melihat So Jung berjalan keluar .
Sementara itu, So Ra pun berjalan keluar kelas.
ia menunggu di depan gedung sekolahnya sambil berteduh.
Hari itu, ia lupa lagi membawa payung. Ibunya sempat memarahinya di telepon.
So Ra hendak nekat berjalan pulang, tiba- tiba ada yang memayunginya.
So Jung, "Suprise! "
So Jung mengusap kepala So Ra, " Kau selalu saja lupa. "
So Ra tersenyum, "Bukankah, selalu ada bibi So Jung."
So Jung tersenyum.
Lalu ia berkata," Baiklah, ayo kita pulang. "
So Ra mengangguk.
So Jung menggandeng tangan Sora dan mereka berjalan pulang.
Hingga malam, So Ra menemani So Jung di boutiq.
Seharian, So Jung sibuk mendesain.
Su Ran dan Yun Hi selalu mengajak bermain So Ra.
Sesekali Hae Joo juga bermain dengannya.
Sampai hingga malam, semuanya sudah pulang.
Sebelum Hae Joo pulang, ia melihat So Jung masih mengerjakan desainnya.
Lalu Hae Joo meletakkan segelas teh hangat di meja So Jung dan juga segelas susu hangat untuk Sora.
__ADS_1
Dan berkata," Jangan terlalu malam hari ini, ingat ada So Ra bersamamu. Dan minumlah teh ini selagi masih hangat."
Hae Joo menoleh ke Sora dan berkata," So Ra minumlah susu hangat ini."
So Ra tersenyum mengangguk," Terima kasih bibi Hae Joo."
Hae Joo tersenyum mengangguk.
So Jung menoleh," Baiklah. Aku mengerti. Terima kasih."
Lalu Hae Joo," Aku pulang dulu. So Ra, bibi pulang dulu. Katakan pada bibi So Jung agar segera pulang setelah ini."
So Ra mengangguk sambil tersenyum.
Dan ia meminum susu hangatnya.
Lalu Hae Joo berjalan keluar.
Ia berkata pelan," Kenapa aku belakangan ini jadi sedikit mengkhawatirkannya. "
Ia menghela napas sambil menggelengkan kepalanya.
Dan ia pergi dengan mobilnya.
So Jung pun juga berkata pelan, "Tidak biasanya ia perhatian. "
So Ra duduk sambil melihat So Jung.
Ia hampir mengantuk.
Dan So Jung menoleh, ia tersenyum dan berkata," Kau sudah mengantuk? "
So Ra, "Tidak. Aku tidak mengantuk, aku suka melihat bibi So Jung mendesain gaun pengantin. "
So Jung mendekati So Ra, "Bukankah tadi bibi sudah bilang, tidak usah ikut bibi kemari. Bibi sudah menghubungi ibumu untuk menjemputmu. Tunggu sebentar lagi ya. Bibi tidak bisa mengantarmu pulang."
So Ra mengangguk.
So Jung, "So Ra lapar? "
So Ra menggelengkan kepala, "Tidak. "
So Ra menatap So Jung , lalu ia berkata, "Bibi So Jung, sangat suka dengan gaun pengantin?
So Jung mengangguk sambil tersenyum.
So Ra, "Karena itu bibi suka mendesain gaun pengantin. "
So Jung mengangguk dan berkata, "Benar sekali."
So Ra," Bibi, aku ingin melihat bibi mengenakan gaun pengantin. Aku belum pernah melihat bibi mengenakan gaun pengantin. "
So Jung terkejut mendengarnya, ia menatap So Ra.
...----------------...
__ADS_1