
Keesokan harinya, So Jung sudah kembali masuk bekerja.
Seperti biasa, ia harus menjemput So Ra dan mengantar pulang So Ra. Karena Hana masih juga di rawat di rumah sakit.
Hye Kyung mengantar Bibi Song ke rumah sakit membawakan beberapa makanan dan pakaian untuk Hana.
Saat di rumah bibi Song, So Jung menemani So Ra hingga makan malam di sana.
Di rumah tidak ada siapapun kecuali pengurus rumah.
Mereka bermain.
Dan So Ra mengajak So Jung melihat-lihat album keluarga di kamar neneknya.
So Jung," So Ra, setelah meminjam album nenek, kau harus mengembalikannya. "
So Ra," Aku mengerti bi. Tenang saja. "
So Jung menggelengkan kepala.
Lalu mereka melihat bersama- sama album foto keluarga.
Mereka tertawa melihat foto Hye Kyung saat masih kecil.
Lalu ada 1 foto keluarga.
So Jung begitu terkejut melihatnya.
So Ra menunjuk satu persatu dan berkata, "Nenek pernah bilang, kalau ini adalah adik nenek. Dan ini ada adik bibi Hana."
So Jung sangat terkejut melihatnya.
So Ra, "Aku sering melihat foto ini di kamar bibi Hana. "
So Jung berkata dalam hati," Tidak... tidak mungkin! "
So Ra tiba -tiba menguap.
So Jung, "So Ra, kau mengantuk. Ayo, bibi temani kau tidur. "
Lalu So Jung menggandeng tangan So Ra, dan menemani So Ra tidur di kamar Hye Kyung.
Sambil menemaninya, So Jung memikirkan mengenai foto -foto itu.
Beberapa saat So Ra akhirnya tertidur.
__ADS_1
Lalu So Jung keluar dari kamar So Ra pelan -pelan.
Ia turun dari lantai 2. Ia berdiri di tengah- tengah rumah itu, sambil melihat sekelilingnya.
So Jung berkata dalam hati, "Apakah benar semua ini? seperti mimpi rasanya. "
Air matanya pun mengalir.
Beberapa saat, Hye Kyung dan ibunya datang.
Hye Kyung, "So Jung?... kau masih di sini rupanya. "
So Jung segera membersihkan air matanya.
Hye Kyung," Kau... kenapa? "
So Jung menggelengkan kepala," Tidak, aku hanya mengantuk dan menguap. "
Bibi Song, "Kau menemani So Ra tidur?"
So Jung mengangguk.
Ia tidak menyangka, bibi Song yang selama ini begitu dekat dengannya.
Dia adalah bibinya.
So Jung tersenyum dan berkata, "Tidak bi. Terima kasih. "
Lalu ia berkata lagi, "Baiklah, aku harus pulang. Sampai jumpa."
Bibi Song, "hati- hati di jalan."
So Jung berusaha tersenyum. Ia memeluk bibi Song.
Hye Kyung, "Biar aku mengantarmu keluar."
Lalu So Jung melepaskan pelukannya.
So Jung mengangguk.
Dan saat hendak berjalan, tiba- tiba ia teringat, dalam hati berkata, "Jika begitu, ibuku, dia...."
Ia berjalan di depan Hye Kyung dan berusaha menahan air matanya.
So Jung masuk ke mobilnya.
__ADS_1
Saat ia hendak menghidupkan mesinnya, ia berkata lewat jendela mobil.
So Jung, "Hye Kyung..."
Hye Kyung menatap So Jung.
Dan So Jung berkata lagi," Kau masih mencari tahu tentang keberadaan adik kak Hana?"
Hye Kyung mengangguk, "Iya. "
So Jung, "Sampai kapan... sampai kapan kau akan mencarinya?"
Hye Kyung, "Sampai kami menemukannya. Kenapa? "
So Jung menatap Hye Kyung, ia pun menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak apa-apa. semoga, kau segera menemukannya. Baiklah. sampai jumpa. "
Hye Kyung menatap So Jung sebentar, lalu ia berkata," Hati -hati So Jung."
So Jung mengangguk.
Dan ia pergi.
Hye Kyung berjalan masuk.
Tiba-tiba tiba berhenti dan berpikir, "Aneh sekali anak itu."
Di perjalanan, So Jung tidak bisa menahan air matanya lagi.
Ia menangis di dalam mobil.
Ia benar -benar tidak menyangka dengan semua kenyataan itu.
Ia sudah membenci kakak dan ibunya, karena sudah meninggalkannya saat itu, bahkan tidak mencarinya.
Dan sekarang, ia tidak menyangka kakak kandungnya adalah Kang Hana yang selama ini sangat dekat dengannya.
Ia menghentikan mobilnya.
Dan menangis.
Ia berkata, "Tidak mungkin! Tidak mungkin! "
Di tengah keramaian jalan raya.
Ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dan menangis.
__ADS_1
...----------------...