
Sementara Operasi berjalan begitu lama, hampir semalaman.
Dan syukurlah operasi berhasil.
Lalu So Jung dipindahkan ke ruang inap saat hari sudah pagi.
In Jung dan Te Ha menungguinya.
So Jung masih juga belum sadar.
Lalu In Jung bertanya pada Te Ha, "Sebenarnya operasi apa yang sudah dilakukan barusan? Apakah sudah ditemukan donor jantung untuk So Jung?"
Te Ha lalu diam sebentar dan berkata, "Kita bicara di luar."
Lalu mereka keluar ruangan.
Tapi mereka tidak menutup pintu kamar.
Sambil bicara di depan ruangan.
Te Ha, "Dokter mengatakan ia harus di operasi pemasangan cincin di jantungnya. Penyakitnya sudah sampai tahap stadium yang cukup membahayakan nyawanya. Meski dengan operasi pemasangan cincin ini bisa berhasil. Ia hanya bisa bertahan paling lama 3 bulan, sebelum nya harus segera di temukan donor jantung untuknya. "
In Jung terkejut mendengarnya, ia meneteskan air matanya.
dan ia terduduk di kursi.
Te Ha, "Aku yakin, ia bisa bertahan. "
Beberapa saat In Jung pun masuk ke dalam.
Ia melihat So Jung sadar.
In Jung," So Jung."
So Jung menoleh dan menatap In Jung,
"In Jung, kau ada di sini."
In Jung mengangguk," Aku ingin bertemu denganmu, lalu aku meneleponmu, ternyata Te Ha yang mengangkatnya, dia memberitahuku kau ada di rumah sakit. Karena itu aku segera kemari."
So Jung tersenyum," Jadi begitu."
In Jung, "So Jung, maafkan aku. Maaf. Kang Min Yok dia sedang mabuk. Maaf So Jung. Kau sampai seperti ini. Aku benar - benar bersalah padamu."
__ADS_1
So Jung menggelengkan kepala dan berkata," Tidak In Jung. Jangan bilang maaf. Kau tidak bersalah. "
So Jung menghela napas," Meski aku mengerti, Kang Min Yok sedang mabuk. Memang tidak bisa di pungkiri, rasanya sakit. Tapi, aku sadar. Hal ini juga membuat Kang Min Yok menderita. Aku tidak bisa terus menggenggamnya."
In Jung, "So Jung..."
So Jung menatap In Jung.
Lalu So Jung berkata , "Sepertinya saat di Paris aku adalah pendatang antara kau dan Kang Min Yok. Aku sempat berpikir, kenapa kau mengenalkanku dengan Kang Min Yok, sementara kalian berdua sudah saling jatuh cinta. Apa aku ini boneka kalian? "
In Jung terkejut mendengarnya.
So Jung," In Jung, sejak kecil kita besar bersama. aku pikir kebersamaan itu membuat kita menjadi lebih dekat seperti saudara, bukan hanya sebagai sahabat saja."
In Jung meneteskan airmatanya mendengar setiap kata-kata So Jung.
So Jung, "Kau tahu? Aku ingin sekali memakimu, mempermalukanmu, membencimu. ”
In Jung," Lakukan saja, aku tidak bisa melarangmu untuk melakukan semua itu. Aku yang bersalah, aku pantas menerimanya. "
So Jung tersenyum, "Kau begitu kejam In Jung. Kau ingin aku melakukan semua itu? ”
In Jung menatap So Jung.
So Jung menggelengkan kepala dan berkata lagi, "Aku tidak bisa melakukan semua itu padamu. Aku tidak bisa. Kau... adalah sahabatku. "
In Jung terkejut mendengarnya.
In Jung meneteskan air mata dan berkata, "So Jung...kau..."
So Jung tersenyum sambil meneteskan air mata," Kita, masih sahabat In Jung. "
In Jung menangis di depan So Jung.
In Jung lalu memegang tangan So Jung dan berkata, "Maafkan aku So Jung. Maafkan aku..."
So Jung menggelengkan kepala dan ia tersenyum sambil meneteskan airmatanya.
Dan ia memegang tangan In Jung.
Setelah In Jung kembali.
Siang itu, Te Ha duduk di samping So Jung.
__ADS_1
Dan So Jung berkata, "Te Ha, aku boleh jalan - jalan di luar? "
Te Ha, "Tapi So Jung, kau masih lemah."
So Jung, "Aku ingin menghirup udara segar. Kau tidak memperbolehkanku?"
Te Ha menatap So Jung.
Akhirnya Te Ha menemani So Jung di taman, sambil ia mendorong So Jung yang duduk di kursi roda.
So Jung, "Ternyata menyenangkan duduk di kursi roda, dan di dorong seperti ini, sambil menikmati pemandangan di taman dan udara yang segar seperti ini."
Te Ha, "Ternyata pasien yang satu ini sudah lupa, kalau dia benci rumah sakit. "
So Jung tertawa.
Lalu mereka berhenti.
Te Ha duduk di kursi.
Dan ia membiarkan So Jung duduk dikursi roda disampingnya.
So Jung menghirup udara dan puasnya.
Lalu So Jung berkata sambil menatap langit, "Te Ha..."
Te Ha menoleh, "Apa?"
So Jung, "Aku bersyukur operasi pemasangan cincin di jantungku berjalan dengan baik. "
Te Ha terkejut.
Dan ia berkata,"Kau... tahu?"
So Jung mengangguk, "Dan aku juga tahu, aku hanya bisa bertahan 3 bulan jika tidak segera melakukan operasi pencangkokkan jantung. "
So Jung menoleh pada Te Ha sambil memasang wajah marah, "Kenapa kau tidak mengatakannya padaku? Bagaimana pun juga aku harus tahu. Dengan begitu aku bisa menata kehidupanku. Aku bisa lebih menghargai hidupku. Dan aku bisa berusaha untuk bertahan. Bukankah kau ingin aku bertahan?"
Te Ha menatap So Jung, ia mengangguk, "Kau benar, seharusnya aku mengatakannya padamu. Maafkan aku. Lain kali, aku pasti akan mengatakannya padamu. Apapun itu. dan kita akan menghadapinya bersama-sama."
So Jung tersenyum dan mengangguk.
Te Ha berusaha tersenyum.
__ADS_1
lalu So Jung memegang tangan Te Ha.
...----------------...