
Hana masih menemani adiknya.
Hari itu, ia tidak ke kantor.
Ia menyerahkan urusan kantor pada Jai Wan.
Sambil Hana menatap adiknya.
Ia mengusap rambut So Jung.
Dan berkata pelan," kau harus kuat So Jung. Kakak...menyayangimu."
Ia menggenggam tangan kanan So Jung.
Meski So Jung terlihat membaik.
Wajahnya tetap terlihat pucat.
Beberapa saat,
In Jung datang bersama bibi Lee.
Hana membungkukkan badannya memberi salam pada Bibi Lee.
Bibi Lee tersenyum senang, ia berkata ," aku sudah mendengar semuanya dari In Jung. Kau pasti kakak So Jung. Senang bisa bertemu denganmu. "
Hana tersenyum mengangguk.
Hana," benar, aku Kang Hana, kakak So Jung. Senang bisa bertemu denganmu bibi Lee."
Bibi lee menarik nafas.
Ia memegang tangan Hana dan berkata ," aku ikut bahagia untuk So Jung. Akhirnya, ia bisa bertemu kembali dengan keluarganya. "
Bibi Lee tersenyum haru dan matanya berkaca kaca.
Hana tersenyum mendengarnya.
Ia melihat bibi Lee sangat sabar dan baik.
Ia bersyukur selama ini Adiknya tinggal bersama bibi Lee.
Hana ," terima kasih bibi Lee."
Lalu bibi Lee melihat So Jung.
So Jung masih tertidur pulas.
__ADS_1
Bibi Lee mendekati So Jung.
Dan memegang pelan tangan So Jung.
Dalam hati ia berkata," kau sudah bertemu dengan keluargamu. Karena kau harus sembuh So Jung. "
So Jung terbangun.
Ia melihat bibi Lee di sampingnya.
So Jung," bibi Lee..."
Bibi Lee tersenyum lembut.
Bibi Lee," bagaimana keadaanmu?"
So Jung," aku tidak apa apa bi."
Bibi Lee memandangi So Jung.
Dan mengusap kepala So Jung.
Mereka berbincang cukup lama.
Hana dan In Jung duduk di sofa.
Setelah bibi Lee berpamitan dan In Jung mengantarnya.
So Jung lebih mudah lelah sekarang ini.
Meski begitu keadaannya cukup stabil.
Hana meninggalkan So Jung sebentar diluar.
Ia menemui Jai wan.
Jai wan membawakan kopi untuk Hana .
mereka berbincang di taman rumah sakit.
Hana," So Jung, dia memohon padaku untuk pulang. "
Jai Wan," kau mengijinkannya?"
Hana mengangguk.
Hana," dokter bilang, sambil menunggu donor jantung yang cocok untuknya. Jika ada yang ingin dia lakukan, turuti saja."
__ADS_1
Hana menarik nafas panjang.
Lalu ia berkata lagi," aku...sebenarnya tidak suka dengan kata kata itu. Seakan sewaktu waktu bisa terjadi sesuatu. Jai Wan, aku benar benar tidak ingin kehilangannya. Hanya dia yang sekarang kupunyai. "
Jai Wan memegang pundak Hana.
Jai Wan," Hana, kau harus yakin. So Jung akan sembuh. "
Hana terdiam.
Lalu ia menyandarkan kepalanya ke lengan Jai Wan.
Setelah beberapa saat,
Mereka kembali ke dalam.
Kebetulan Te Ha yang sudah selesai operasi pasiennya.
Mereka bertemu di lorong menuju kamar So Jung.
Te Ha," kak Jai Wan, kak Hana. "
Hana ," kau mau menemui So Jung?"
Te Ha mengangguk," seharian ini, aku menangani operasi beberapa pasien. Aku baru sempat untuk menemui So Jung. "
Hana ," So Jung memohon padaku untuk pulang. Aku sudah menanyakan dokter Kim, besok dia boleh pulang."
Te Ha menarik nafas mengangguk.
Ia tidak banyak bicara dan hanya diam.
Jai Wan akhirnya pulang.
Di depan kamar So Jung.
Hana dan Te Ha berbincang.
Te Ha," aku sedang meminta bantuan temanku di beberapa rumah sakit Seoul terkait donor jantung untuk So Jung. Dan, Wei Xiang juga meminta tolong temannya di Jerman. Aku akan berusaha untuk menyelamatkan So Jung. "
Hana mengangguk," terima kasih Kim Te Ha."
Te Ha," keadaan So Jung saat ini sedang stabil. Aku rasa, karena ada kak Hana di sampingnya. Aku berharap, dia terus seperti ini sampai kita menemukan donor jantung untuknya."
Hana menarik nafas.
Hana," So Jung pasti bisa."
__ADS_1
Te Ha mengangguk.
...----------------...