
Malam itu, So Jung makan malam bersama dengan Te Ha.
Te Ha, "So Jung, kapan kau akan istirahat dari pekerjaanmu? Agar aku tidak terus mengkhawatirkanmu."
So Jung tersenyum , "Aku akan istirahat dari pekerjaanku. Tapi belum sekarang. Bukankah ada kau yang akan menjagaku? "
Te Ha tersenyum, "Khusus pasienku yang satu ini memang sedikit keras kepala. Aku harus bersabar padanya."
So Jung tertawa mendengarnya.
Ternyata tanpa diduga Hana dan Jai Wan juga sedang makan malam bersama di restoran yang sama dengan So Jung dan Te Ha.
Saat Hana datang bersama Jai Wan dan hendak mencari tempat.
Hana melihat So Jung dan Te Ha.
Ia segera mendekati mereka berdua.
Hana, "So Jung, Kim Te Ha? "
So Jung dan Te Ha menoleh.
So Jung, "Kak Hana?"
Jai Wan tersenyum dan berkata, "Senang bertemu dengan kalian. kebetulan sekali bukan?"
Akhirnya mereka duduk bersama.
Mereka malam bersama saat itu.
So Jung benar -benar tidak menduga.
Hana, "Sebenarnya kami akan makan malam bersama Hye Kyung dan Wei Xiang, Tapi karena Hye Kyung tidak bisa harus menemui klien. Akhirnya kami hanya berdua kemari. "
Jai Wan," Lagipula sudah lama kita tidak berjumpa bukan? "
So Jung dan Te Ha tersenyum.
Hana," Aku lihat, kau sudah sering pulang lebih awal So Jung. Hae Joo benar-benar sudah tidak mengganggumu lagi? "
So Jung tertawa kecil, "Tentu saja ia masih menggangguku. Tapi aku tidak menghiraukannya. Mulai sekarang, aku tidak akan menghabiskan waktuku hanya untuk terus bekerja, bekerja dan bekerja. benar bukan Te Ha? "
TE Ha, "Syukurlah kalau kau sudah sadar. "
Mereka semua tertawa mendengarnya.
Hana lalu memakan hidangan penutup.
Dan ternyata enak sekali.
So Jung sengaja tidak memesan yang sama.
Hana menoleh ke So Jung, "So Jung, kau pasti suka ini. kau mau mencobanya?"
So Jung, " Tapi kak..."
Hana, "Bukankah kau paling suka coklat? "
Lalu Hana mengambil dengan sendoknya yang kecil dan menyuapkan ke So Jung.
So Jung pun akhirnya membuka mulutnya dan memakannya.
Hana tersenyum lembut.
__ADS_1
Jai Wan dan Te Ha menatap mereka berdua.
So Jung tersenyum," Enak sekali kak. kenapa aku tidak memesan itu? "
Hana tertawa kecil," Biar kakak yang menyuapimu saja."
So Jung mengangguk dengan senang.
Hingga habis, Hana menyuapi So Jung. So Jung dan Hana tertawa geli.
Sementara Jai Wan dan Te Ha terus menatap mereka berdua.
Seakan mereka berdua mirip seperti kakak beradik.
So Jung dan Hana lalu menoleh pada Te Ha dan Jai Wan.
Dan So Jung berkata, "Kalian...kenapa?"
Jai Wan dan Te Ha pun sadar.
Te Ha berkata, " Tidak, tidak ada apa-apa. hanya saja, kami bingung, kami juga ingin di suapi."
Jai Wan menoleh ke Te Ha.
Mereka semua tertawa.
Selesai makan malam bersama. mereka berpamitan.
Saat Hana dan Jai Wan hendak naik mobil.
Hana berkata," Senang sekali malam ini bisa makan malam bersama dengan kalian. "
Jai Wan, "Lain kali, kita makan malam bersama lagi. dan tentunya, aku akan minta Hana untuk menyuapiku juga."
So Jung dan Te Ha tertawa geli melihat mereka.
Hana, "Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa. "
So Jung dan Te Ha mengangguk sambil berkata," Sampai jumpa."
Hana menghentikan langkahnya dan ia pun memeluk So Jung.
So Jung terkejut.
Begitu juga Te Ha dan Jai Wan.
Hana, "Terima kasih So Jung. "
Lalu Hana melepaskan pelukannya dan Hana masuk ke mobil, diikuti oleh Jai Wan.
So Jung terus diam sampai mobil yang dinaiki Hana dan Jai Wan pergi.
Te Ha, "So Jung."
So Jung menoleh pada Te Ha dan seperti hendak terjatuh.
Te Ha segera memegangi So Jung.
Te Ha , "So Jung! Kau baik-baik saja?! "
So Jung mengangguk, "Aku tidak apa-apa Te Ha. Aku tidak apa-apa."
Lalu Te Ha membantu So Jung naik ke mobil.
__ADS_1
Di dalam mobil,
Te Ha, "Benar kau baik- baik saja? "
So Jung, "Aku baik -baik saja. "
Te Ha," Kalau begitu, aku antar kau pulang."
So Jung mengangguk.
Di perjalanan pulang So Jung berkata, "Te Ha, aku akan mendesain gaun pernikahan untuk kakakku. "
Te Ha sesekali menoleh pada So Jung dan berkata ," Kau akan mendesain gaun pernikahan untuk kakakmu?"
So Jung mengangguk," Ya, aku akan mendesain gaun pernikahan untuknya. Dan saat ia menikah nanti, ia akan menjadi pengantin yang paling cantik dan paling bahagia. ”
Lalu So Jung menoleh pada Te Ha dan berkata lagi, "Te Ha, kau bisa membantuku untuk terus bertahan hingga aku menyelesaikan gaun pernikahan kakakku. "
Te Ha terkejut mendengarnya," So Jung, kenapa kau bicara seperti itu? kau pasti bisa bertahan. Dan kau akan terus hidup dan sehat."
So Jung tersenyum dan mengangguk.
Sementara itu, Jai Wan dan Hana yang masih ada di perjalanan.
Jai Wan berkata," Kau dan So Jung sangat dekat. Jika aku melihat kalian, kalian benar- benar seperti kakak beradik. "
Hana menoleh dan menatap Jai Wan," Benarkah? jika boleh aku berharap. So Jung adalah adikku. Kalau di pikir-pikir, adikku seumuran dengan So Jung. Merekapun hampir mirip, kesukaan mereka hampir sama. Jika berada di dekat So Jung, aku merasa begitu nyaman dan sangat dekat. "
Jai Wan , "Kau tidak mencoba menyelidikinya? Mungkin saja..."
Hana menggelengkan kepala dan menjawab," Tapi itu tidak mungkin. Bukan So Jung. "
Hana menghela napas.
Jai wan memegang tangan Hana , " Tenanglah, aku yakin, adikmu pasti bisa di temukan. Pasti bisa. "
Hana mengangguk dan tersenyum, "Terima kasih Jai Wan."
Sementara itu,
di depan apartemen So Jung.
Te Ha membantu So Jung sampai masuk ke dalam.
dan membaringkan So Jung di tempat tidur.
So Jung memegang tangan Te Ha dan berkata, "Te Ha, terima kasih. "
Te Ha tersenyum dan mengangguk.
Ia menatap So Jung lalu berkata, "So Jung, aku ingin selalu berada di sisimu. Menemanimu, menjagamu, membuatmu bahagia dan tertawa, dengan begitu aku bisa tenang. "
So Jung tersenyum dan mengangguk, "Jika itu membuatmu tenang. dan tentunya, akupun juga merasa tenang kau ada disisiku. "
Te Ha tersenyum dan mencium tangan So Jung.
Te Ha menemani So Jung hingga tertidur.
Setelah memastikan So Jung sudah tidur.
ia keluar dan pulang.
...----------------...
__ADS_1