My Wedding Life

My Wedding Life
Episode 36 Amplop


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian,


Adik Te Ha, Kim Yun Hi pun kembali.


Lalu ia mulai bekerja di boutiq Hae Joo. Tentunya, di bawah pimpinan So Jung.


Kim Yun Hi gadis yang periang dan bersemangat.


Ia mudah bergaul dan sangat pintar.


Hae Joo mulai mengakuinya.


Dan So Jung bisa sedikit lebih tenang, jika kelak dia harus mengundurkan diri, ada Yun Hi yang bisa menggantikannya.


Setidaknya itu bisa membantu Hae Joo.


Sore itu, Te Ha dan So jung makan bersama.


mereka suka mencoba restoran restoran baru.


So Jung, "Rasanya enak sekali Te Ha! "


Te Ha tersenyum, "Kau selalu bilang enak ketika kita mencoba semua masakan. "


So Jung tertawa.


So Jung, "Te Ha, aku merasa, Hae Joo sudah mulai mengakui kehebatan Yun Hi. "


Te Ha, "Benarkah?"


So Jung mengangguk dan berkata," Aku jadi bisa sedikit lebih tenang. "


Te Ha," Aku bisa mengerti maksudmu. "


So Jung tersenyum.


Te Ha," So Jung, sebenarnya aku ingin memberitahumu mengenai operasi mu."


So Jung, "Apa itu? "


Te Ha, "Sebelum menemukan donor jantung untukmu. Kau mau untuk operasi? Kami akan memasang sebuah cincin untuk jantungmu, itu untuk memperlambat parahnya jantungmu. "


So Jung menatap Te Ha.


Lalu ia menggelengkan kepala dan berkata, "Te Ha, kau pasti tahu apa jawabanku. Aku tidak mau Te Ha. "


Te Ha, "So Jung..."


So Jung, "Te Ha, aku mohon. Jangan memaksaku. Aku tidak mau. Itu hanya sia- sia saja. "


Te Ha menghela napas, lalu ia berkata, "Kalau begitu. Berjanjilah padaku, untuk bertahan, untuk menjaga kesehatanmu sampai aku menemukan donor jantung untukmu."


So Jung tersenyum dan mengangguk, "Aku janji. Dan mungkin..."


Te Ha menatap So Jung.


So Jung memberanikan diri untuk berkata, "Dan mungkin, kelak, aku akan semakin bergantung padamu. Apakah... kau tidak keberatan? "


Te Ha sedikit terkejut.


Lalu ia tersenyum dan berkata, "Tentu saja tidak, jika pasien ku yang satu ini mau terus merepotkanku. Aku pun juga akan bersedia menjadi bodyguardnya."

__ADS_1


So Jung tertawa kecil.


Te Ha tersenyum lembut menatap So Jung.


Ia lega akhirnya ia bisa dekat dengan So Jung.


Malam itu mereka menikmati makan malam yang menyenangkan.


Sekejap mereka melupakan semua masalah yang mereka alami.


Keesokan harinya, adalah hari libur.


So Jung sibuk membersihkan rumahnya.


Tanpa diduga, bel bunyi.


So Jung membukakan pintu.


So Jung, "Kak Hana?"


Hana tersenyum sambil memperlihatkan beberapa makanan.


Lalu ia masuk.


So Jung, "Duduklah kak. Tunggu sebentar. Aku masukkan pakaian kotor ini dulu ke mesin cuci."


Hana tersenyum dan mengangguk.


Hana meletakkan makanan di meja makan So Jung, sambil ia berkata, "Kau sedang membersihkan rumah? "


So Jung berteriak,"Iya kak, jika bukan karena hari libur, aku tidak akan sempat. "


Hana, "Mau aku bantu? "


Hana," Kalau begitu, biar aku buka makanan ini. "


So Jung, "Baiklah."


Hana membuka beberapa makanan. Dan ia perlu gunting.


Hana," So Jung, aku perlu gunting. Kau punya gunting? "


So Jung, "Ada di meja kerjaku kak. Kau bisa masuk ke kamarku. Karena semalam aku baru memakainya untuk mendesain."


Hana, "Baiklah. Aku akan cari!"


Lalu Hana masuk ke kamar kerja So Jung dan membukanya.


Lama sekali ia mencari.


Lalu So Jung keluar dari kamar mandi. Ia tidak melihat Hana di dapur,


Ia menduga pasti Hana belum menemukannya.


So Jung segera masuk ke kamar kerjanya.


So Jung, "Belum ketemu kak?"


Hana mengangguk," Kau letakkan di mana?"


So Jung, "Aku letakkan di mana ya? "

__ADS_1


So Jung ikut mencari di dekat Hana.


Tidak sengaja Hana menjatuhkan sebuah amplop dan isi dari amplop itu pun berserakan.


Hana segera mengambilnya.


Ia tidak sengaja membaca sekilas isi dari amplop itu.


Ternyata adalah surat perceraian So Jung dan Kang Min Yok.


Hana benar- benar terkejut melihatnya.


So Jung menoleh, dan melihat kak Hana.


Ia terkejut.


Lalu ia segera mengambil surat itu dari tangan Hana.


So Jung, "Kak Hana..."


Hana menatap So Jung.


Ia berkata, "Maaf So Jung. Aku tidak sengaja... maafkan aku."


So Jung menatap kak Hana,


lalu ia berkata, "Kak Hana tidak perlu minta maaf, lagipula kak Hana tidak sengaja melihatnya.


Seharusnya akulah yang minta maaf, karena kak Hana harus melihat yang tidak perlu di lihat. "


Lalu So Jung memasukkan surat itu ke amplop lagi dan memasukkan ke laci meja kerjanya.


Hana," So Jung..."


So Jung tersenyum, "Seperti yang kak Hana lihat. "


So Jung menghela napas, dan melanjutkan kata- katanya lagi, "Kami akan bercerai. "


Lalu So Jung duduk di ranjangnya, dan ia membereskan ranjangnya.


Hana pun duduk di sampingnya, dengan pelan dan sedikit ragu, tangan kanannya memegang pundak So Jung.


So Jung pun menoleh pada Hana.


Hana," So Jung, aku bisa mengerti. "


Hana tidak perlu banyak berkata-kata. Dengan menatap mata So Jung, seakan ia bisa mengerti apa yang dirasakan So Jung.


So Jung menahan air matanya, tiba -tiba ia pun memeluk kak Hana.


Sebutir air mata menetes dari pipi So Jung.


Hana menepuk punggung So Jung dan berkata," Kau harus kuat So Jung. "


So Jung, "Terima kasih kak. terima kasih. "


Lalu So Jung melepaskan pelukannya. Dan berkata, "Kak, mengenai hal ini, belum banyak orang tahu. Jadi..."


Hana mengangguk, "Aku mengerti. Kau tidak perlu khawatir."


So Jung tersenyum.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2