
MAX POV
“Oh Max, kenalkan ini Arnold,” ucap Elena dan Arnold nampak menyambut kedatanganku.
“Halo! Arnolod!” Arnold memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya.
Hanya saja aku tidak suka kedatangannya. Tidak menyangka bahwa akhirnya kami akan bertemu di acara ini. Berani-beraninya dia menginjakkan kakiknya ke rumahku dan menemui istriku! Aku pun hanya menatap uluran tangannya dan berjalan mendekat ke arah Elena.
“Max, CEO MX Entertaiment sekaligus suami Elena,” ucapku menarik punggung Elena hingga bertabrakan dengan dada bidangku. Elena harus tahu bahwa aku bisa menjadi pria yang posesif ketia cemburu.
“Hahaha, iya aku tahu kau CEO MX Entertainment dan memiliki istri cantik seperti El. Selamat atas pernikahan kalian! Aku dengar belum lama digelar ya?” tanya Arnold padaku.
Aku mengangguk dan aku lihat Elena ingin membalas pertanyaannya, tapi aku kembali menarik punggung Elena hingga jarak kami benar-benar tidak ada batas. Aku sedikit meremas punggung Elena karena sangat kesal dengan suasana ini. Bertahun-tahun aku menyukai Elena dan pria ini selalu saja mengikuti El kemana pun dia pergi. Suatu hari, aku dapat laporan dari Teddy bahwa pria ini menyatakan perasaannya pada Elena dan rasanya aku sangat bahagia karena El menolaknya. Sayang, penolakan itu tidak berarti apa-apa karena dia tetap selalu pergi ke mana pun bersama Elena.
“Kau terlihat tidak begitu asing di mataku. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyaku tentu dia tidak tahu karena selama ini aku yang memperhatikannya dari kejauhan.
“Oh benarkah? Aku rasa kita belum pernah bertemu,” kata Arnold menggaruk dagunya dengan pelan. “Atau mungkin kau pernah datang ke acara fashion showku?”
“Hahaha ya mungkin, tapi itu tidak membuatmu bebas bisa menemui istriku berdua seperti ini!” tekanku dan Elena nampak menyenggol pinggulku.
“Kenapa? Memang benar kan? Kau istriku, El!” ucapku entah kenapa terdengar seperti kekanak-kanakan, tapi aku ingin elena tahu bahwa aku tidak suka dengan pria ini.
“Max!” bentak Elena padaku. Aku tahu dia marah dan ini pertemuan pertama kami dengan Arnold.
“Oh aku tidak ber-“
__ADS_1
“Kalau begitu selamat malam dan silakan nikmati pestanya!” ucapku langsung memotong pembicaraan Arnold dan menarik tangan Elena untuk meninggalkan Arnold.
Begitu kami keluar dari balkon, aku baru sadar bahwa kru after married mengambil beberapa scene pertengkaran kami. Aku hampir saja marah, tapi Elena meremas tanganku dan mengangguk pelan. Kembali, aku membawa Elena pergi dari kerumunan tim David. Aku tahu, El terus menatap Arnold yang masih memerhatikan kepergian kami, tapi aku terus menarik tangan El dan membawanya ke dalam kamar. Begitu aku mengunci pintu kamar kami dengan helaan napas kasar dari mulut. El malah dengan santai duduk di atas ranjang.
“Jadi apa yang kau lakukan tadi? Kau harus jelaskan padaku,” kata Elena melipat ke dua tangannya di depan dada.
“Aku cemburu, aku posesif, aku tidak suka kau dengan pria lain! Apalagi pria bernama Arnold itu!”
Elena terdiam, dia menatapku tak percaya. Lalu Elena menghela napas kasarnya dari hidung. Dia berdiri dari duduknya lalu menghampiriku. “Akan aku anggap kau tidak mengatakan apapun padaku. Cemburu? Heuh! Kau kira bisa membohongiku setelah apa yang kau lakukan setelah pemotretan tadi siang! Kau meninggalkanku untuk Natt! Sekarang kau bilang cemburu?! Bullshit!” ucapnya lalu mendorongku dan membuka pintu kamar dengan mudah.
Aku pun hanya bisa melihat kepergiannya dan menarik lampu tidur yang berada di atas nakas. Aku hancurkan semua barang yang ada di kamar dan aku tidak suka dengan perasaanku yang kacau seperti ini! Baru kali ini aku merasa sangat emosi dan khawatir. Meski Elena istriku, tapi aku tidak bisa bohong kalau aku khawatir dia akan meninggalkanku dengan cepat.
Bagaimana jika setelah ini dia mengatakan siap untuk segera memiliki anak? Aku pun mengeluarkan HP-ku dari saku celana. Aku menghubungi nomor Martin dengan terburu-buru.
“Halo? Martin?!”
“Tolong buatkan obat kontrasepsi. Aku mau kau buat obat itu seolah seperti vitamin.”
“Maksudmu?”
“Aku ingin Elena tidak cepat hamil, kau mengerti?!” teriakku membanting HP yang aku pegang.
Lihat saja El! Aku tidak akan pernah melepasmu! Kau hanya milikku!
***
__ADS_1
Kemarin pesta berakhir di tengah malam. Pagi ini pun David mengatakan bahwa acara semalam memiliki rating tertinggi daripada film-film ataupun acara musik yang pernah mereka adakan.
Aku hanya menghela napasku pelan. Kembali mengingat apa yang terjadi semalam. Jelas saja rating yang kami dapatkan tinggi. Mereka mengambil adegan di mana aku sedang bertengkar dengan pria bernama Arnold itu dan sekarang artikel pun keluar memberitakan betapa posesifnya aku terhadap Elena.
“Pak, apa harus kita hentikan?” tanya Rain begitu dia membawa beberapa majalah dan juga memeriksa semua sosial media penuh dengan wajah kami.
Aku hanya mampu memijat keningku ketika tadi pagi melihat wajah Elena tidak bersahabat. Bukan karena dia tidak menyukai berita pagi ini. Melainkan tindakanku semalam masih membuatnya marah. Semalam dia menemukan isi kamar hancur. Dia juga tidak bisa tidur dengan baik. Aku sudah membujuknya dan meminta maaf, tapi Elena bilang sikapku keterlaluan pada temannya. Dia memintaku untuk minta maaf langsung pada Arnold. Jelas, aku menolaknya dengan mentah-mentah. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah meminta maaf padanya. Aku berhak marah ketika melihat istriku bersama orang lain, apalagi pria itu, orang yang pernah menyukainya.
“Menurutmu bagaimana?” tanyaku pada Rain.
“Di satu sisi memang cukup tidak bagus karena di luar sana kita punya musuh yang mencari kelemahan Bapak. Adanya berita seperti ini menunjukkan jelas bahwa Bu Elena kelemahan utama Bapak, tapi di sisi lain… image Bapak dihadapan semua orang dapat nilai A plus yang artinya, selain hanya memiliki bisnis yang baik, Bapak juga punya cinta yang besar terhadap istri Bapak. Saya lihat komentar masyarakat juga sangat bagus. Mereka mendukung hubungan ini dan Pak David bilang, program kita kali ini pasti akan mendapatkan rating tertinggi.”
Aku mengangguk pelan. Toh, Elena juga pasti senang. Aku dengar dari Rain, dia mengambil keputusan untuk live semalam karena menginginkan pendapatan lebih besar dari apa yang kusebutkan sebelumnya. Aku rasa, dia tidak tahu kalau sponsor program ini memang perusahaanku sendiri dan tentu kepala dari acara ini pun aku.
“Oke, kita anggap kelemahan itu tanda saya harus menjaga Elena lebih ketat. Jadi, biarkan saja berita itu berkembang. Setelah ini, sponsor dan bentuk kerja sama apapun dari luar harus bisa David seleksi. Kamu sudah mengingatkan David kan kalau di surat kontrak, kita sebagai sponsor utama bisa memilih partner kerja sama lainnya juga.”
“Iya Pak! Tim khusus yang mengurus sponsor, tadi pagi sudah menghubungi saya. Siang nanti kita akan ada rapat membicarakan ini dan beberapa jadwal lainnya sudah saya masukkan semua dalam dokumen ini. Bapak bisa memeriksanya,” Rain memberikan sebuah dokumen di tangannya dan aku mengangguk serta mengibaskan tanganku memintanya untuk keluar.
Usai membaca semua jadwal yang harus lakukan hari ini selesai. Aku pun memeriksa HP-ku, menemukan pesan dari Teddy.
From: Teddy
Eliz baru saja kembali ke kediaman Winston. Jika kau sangat ingin tahu keadaan ibumu akan aku beri alamat lengkapnya. Kau bisa pesan tiket menuju Eropa secepat mungkin.
Aku pun memanggil Rain lewat telepon sambung memintanya untuk segera memesan tiket penerbangan untukku dan juga Aaron. Ibu, aku akan segera menemuimu.
__ADS_1
***
Jangan lupa like dan komennya geys~