Nayla

Nayla
Kebersamaan Nayla dan Tomy


__ADS_3

Lima hari kemudian, Nayla yang membawa koper-koper berisikan baju-baju lengkap dengan semua pakaian yang dia butuhkan, begitu juga semua peralatan yang harus dia bawa untuk menjalani hidup mandiri kembali setelah dulu dia juga sempat ngekost untuk menimba ilmu di sebuah Perguruan Tinggi. Menjadi sangat tidak masalah jika dia harus hidup mandiri kembali yang jauh dari ibu dan adiknya.


" Gimana Nay, sudah beres kan?" Tomy yang membantu Nayla mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam mobil Nayla.


" Terimakasih ya Tom."


" Okay, sama-sama. Kamu jangan sungkan ya, kalau kamu butuh bantuan apa-apa. Kita kan sama-sama ngekost, alangkah baiknya saling membantu satu sama lain."


" Okay Tom."


" O, ya Nay, ini kan sudah malam. Kamu istirahat ya, aku juga balik ke kost, besok pagi kan kita sama-sama kerja."


Nayla menganggukkan kepalanya menoleh ke arah Tomy.


Tomy kemudian berjalan keluar dan tidak dibutuhkan waktu lama dia sudah terlihat masuk ke dalam tempat kostnya, karena dinding pembatas antara kost satu dan lainnya tidak lah terlalu tinggi.


Nayla yang masih terus memandangi Tomy lenyap dari balik pintunya. Nayla kemudian masuk ke kamar tidurnya dan menyalakan pendingin ruangan yang ada di depan atas tepat dimana ranjangnya menghadap.


Malam yang menidurkan dirinya hingga terlelap dan pagi yang membangunkannya dengan suasana teduh penuh dengan kabut.


Nayla masih mengucek matanya dengan masih mengantuk sambil berjalan menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian, dia keluar dari kamar mandi dengan mata dan badan yang sudah segar dan wangi. Nayla kembali bersemangat menyambut hari dimana dia harus menyesuaikan kembali dengan lingkungan kantor begitu juga dengan orang-orang yang berada dalam lingkungan kantor barunya. Nayla kemudian mengambil seragam kerja dari lemari pakaiannya dan duduk di depan meja riasnya. Tidak lupa dia juga memoles wajah dan bibirnya supaya terlihat lebih manis di pandang mata.


" Nay...Nay..." Suara Tomy tanpa ketukan pintu dari balik pintu utamanya.

__ADS_1


" Iya Tom." Nayla yang bergegas membuka pintunya.


" Tara..." Tomy yang membawakan sarapan nasi goreng diatas piring begitu juga roti bakar keju lengkap dengan minuman kopi susu yang jadi satu berada dalam sebuah nampan. " Kamu belum sarapan kan. Isi kulkas kamu juga masih kosong kan."


Nayla yang mencium aroma hidangan di atas nampan yang bercampur jadi satu, ada aroma harum dari nasi goreng karena butter yang di pakai oleh Tomy untuk menggorengnya begitu juga ada aroma kopi dan susu yang beradu dalam satu cangkir. " Kamu bisa saja sih Tom, By the way thanks ya." Nayla yang mengambil nampan dari kedua tangan Tomy."


" Aku berangkat dulu ya Nay, kamu bisa sarapan dulu dan jangan lupa dihabiskan." Tomy yang kemudian berbalik badan menuju mobil Brio hitamnya dan perlahan menghilang dari pandangan Nayla.


Sementara Nayla yang membawa nampan ke area meja makan yang melekat dengan kitchen set minimalis di area dapur. Tomy...Tomy...kamu baik banget sih. Nayla yang bergumam lirih dan nyengir-nyengir sendiri sambil menikmati sarapan pagi yang di buatkan oleh Tomy.


Setelah semua selesai, Nayla kembali bergegas dengan memakai sepatu kerja dan masuk ke dalam mobilnya untuk menuju Kantor Cabang baru dimana ini adalah hari pertama dia harus beradaptasi kembali.


" Selamat pagi pak."


" Iya pak."


" Nayla, ini adalah meja kerja kamu ya." Seorang atasan Nayla yang berjalan dan memberitahu dimana meja kerja Nayla.


Nayla yang segera duduk di meja kerja nya dan mulia mengoperasikan layar komputer yang ada di depannya.


Tak lupa juga Nayla berkenalan dengan semua staf yang ada di kantor tersebut seiring berjalannya detik jam yang berputar. Hingga dimana waktu pulang kerja selesai dan Nayla segera menuju ke dalam mobilnya.


Nayla membalas pesan dari Bagas yang menyatakan kalau dia sepertinya sudah tidak memperdulikannya lagi. Karena dirinya sudah sibuk dengan pekerjaannya. Lagi-lagi memang Nayla harus bersabar menghadapi Bagas yang cinta mati terhadap dirinya dan selalu ingin di prioritaskan olehnya.

__ADS_1


Maaf sayang, akhir-akhir ini aku memang sibuk. Aku sibuk mencari kost baru, yang lebih dekat dengan Kantor Cabang baru dimana aku sekarang dipindah. Aku harap kamu mengerti. Love You. Balasan pesan untuk Bagas yang dikirim Nayla diikuti oleh emoticon love merah yang bertubi-tubi menghiasi layar ponselnya.


Nayla kemudian menginjak pedal gas dan menjalankan mobilnya menuju sebuah Pusat Perbelanjaan Elit dikawasan tersebut. Hanya Pusat Perbelanjaan itu yang paling dekat dengan kost elitnya. Tak ada pilihan lain selain masuk ke dalam Pusat Perbelanjaan tersebut dan menuju supermarket nya untuk membeli apa saja untuk memenuhi isi dalam kulkasnya. Keuangannya Nayla yang membaik setelah menghidupkan kembali usaha sampingannya yang dikelola oleh ibunya membuat ada penghasilan tambahan yang bisa mencukupi kebutuhan ibu dan sebagian membantu adiknya Nando, biarpun biaya sepenuhnya Nando masih di tanggung oleh ayahnya.


Nayla yang naik dengan eskalator menjelajahi lantai per lantai dengan pemandangan yang luar biasa elit yang di sajikan oleh Pusat Perbelanjaan Paku*** Mall. Menurutnya, Pusat Perbelanjaan ini, hanya di masuk Ki oleh crazy rich Surabaya dalam memenuhi gaya hidup kesehariannya. Bagaimana tidak, lantai satu dengan gerai-gerai yang berjajar yang menjual pakaian branded seperti Zara, MANGO, Gucci, Louis Vuitton, dan masih banyak lagi yang menurutnya adalah para Crazy Rich Surabaya yang mampu membelinya. Belum lagi dengan Foodcourt mewah berkelas yang mengelilingi sepanjang area Pusat Perbelanjaan tersebut. Gerai-gerai makanan berkelas internasional membuat Nayla hanya menelan ludah dan enggan menoleh nya karena akan membuat keuangannya terjun bebas jika mengikuti hasrat dalam hatinya. Hidup foya-foya bukanlah ambisinya. Eskalator demi eskalator menuju lantai lima pun akhirnya sampai. Dia memasukinya dengan membawa keranjang berwarna merah untuk mengisi keranjangnya dengan aneka kebutuhan perutnya selama beberapa hari ke depan. Nayla yang mengambil telur dan menimbangnya, dan aneka buah-buahan dan aneka dessert sachet yang akan dia belajar buatnya sendiri seperti Tomy. Mie instan seperti tidak pernah ketinggalan bagi anak kost seperti dirinya, Dan juga minuman kaleng dan makanan-makanan instan seperti spaghetti dan lainnya tidak luput dia masukkan keranjang untuk mengisi kulkasnya. Nayla juga membeli perabotan untuk memasak dan peralatan makan secukupnya, hanya yang sekiranya dia butuhkan untuk keperluannya memasak di area dapur minimalisnya.


Lorong demi lorong dia jelajahi.


" Emang dasarnya jodoh ya, Haha..." Ledek Tomy yang berdiri di belakangnya dengan membawa keranjang juga berisi aneka keperluan kost. " Bercanda Nay."


" Astaga, kamu disini juga." Nayla yang menoleh ke arah Tomy.


" Padahal kita tidak janjian kan."


" Kamu belanja banyak amat Nay." Tomy yang melongo melihat belanjaan Nayla. " Bukannya kamu tidak bisa masak." Tomy yang mengambil kornet kaleng dalam keranjang Nayla dan memutar kaleng tersebut berulang kali.


" Ya, kamu lah yang masak. kamu yang jago masak."


" Haha...ujung-ujungnya Nay."


" Kita masak bareng lagi Nay, mati aku ajarin kamu."


" Okay chef Tomy." Nayla yang masih sibuk mengisi keranjangnya dengan berbagai kebutuhan di area dapurnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2