
Episode 11/ Jangan Masukkan ke Hati.
Pukul 12.00 wib.
Damian sedang memperhatikan Almira dari tempat yang paling tinggi di kampus, ia tersenyum sembari menyeruput kopi cappuccino dinginnya, hingga tanpa Damian sadari, ada langkah kaki yang mendekat.
Pria itu menepuk Pundak Damian dan berkata, ‘’Gue tebak lo sedang suka sama daun muda,’’ ujar pria tersebut.
Damian tidak memberikan respon apapun, ia hanya diam sembari memperhatikan Almira yang tengah menyelesaikan hukuman yang ia berikan. ‘’Bro, kalo lo suka sama gadis itu, tidak seperti ini caranya, yah kali lo hukum gadis pujaan lo sih? Yah meskipun lo dan dia udah seperti anak dan bapak, tapi nggak masalah lah, kan dalam urusan percintaan tidak mengenal yang namanya umur,’’ ujarnya yang membuat Damian menoleh dan berkata, ‘’Lo tuh sedari tadi ngomong apaan sih, dan siapa juga suka sama gadis kecil seperti dia,’’ elak Damian.
Temannya ini hanya terkekeh dengan jawaban yang di berikan oleh Damian, dan menepuk berkali-kali Pundak Damian, ‘’Lo pikir gue ini masih anak kecil apa? Yah kali untuk urusan begini gue nggak paham sih, lo hanya mengelak karena gue bisa lihat jika lo emang jatuh cinta dengan mahasiswi lo sendiri, hanya saja lo itu terlalu gengsi untuk mengakuinya, bukan begitu, Damian?’’
"Gue udah bilang kan, kalo gue dan dia hanya sebatas dosen dan mahasiswi aja, tidak akan ada unsur cinta yang masuk ke dalamnya!" kekeh Damian, namun masalahnya teman nya ini semakin tidak percaya, bahkan ia berani taruhan dengan Damian.
"Bro, Lo kalo beneran nikah dengan dia, gadis kecil yang merupakan mahasiswi Lo itu, gue yang bakal urus masalah honeymoon Lo. gue serius, dan Lo satu-satunya teman yang gue perlakukan sebaik ini," ucapnya dengan menepuk-nepuk pundak Damian.
"Hahahaha, Lo pikir gue nggak ada uang apa? Lo pikir gue bakal jatuh miskin kalo gue jatuh cinta? lagian, itu juga nggak mungkin akan terjadi, mustahil sekali. so ... lebih baik Lo simpan uang Lo itu untuk mengembangkan bisnis lain Lo,"
"Gue kagum ke dia itu karena dia anak dari pembantu gue, dan juga hanya dia yang bisa dekat dengan anak gue, hanya sebatas itu, jadi Lo nggak usah berburuk sangka seperti itu!" ujar Damian.
"Nah ini, Lo kagum ke dia karena gadis kecil itu bisa dekat dengan anak Lo, dan itu kan udah menunjukkan kalo Lo dan dia pasti bakal segera menikah. anak Lo aja di urus oleh dia bahkan bisa membuat nya nyaman, apalagi Lo, pasti mudah mah untuk bikin Lo jatuh cinta padanya!" pendapat dari temannya ini.
Damian terdiam sejenak, ia memilih untuk melangkah menjauh dan pria tampan yang seumuran dengan Damian juga ikut turun, ia berusaha mengejar langkah Damian yang memang sangat cepat sekali.
__ADS_1
‘’Hadeh, kemana lagi sih dia? Perasaan nggak sampai 1 menit di tinggal deh, tapi kenapa sudah hilang aja deh, satu langkah bagi Damian berarti lima langkah bagi gue, benar-benar cepat sekali langkahnya dia,’’ kesal temannya Damian yang masih berusaha untuk mencarinya.
……
Damian rupanya sedang membelikan minuman untuk Almira, ia melangkah mendekat kepada Almira yang sedang duduk di bawah pohon, Almira menoleh dan terlihat jika dosen killernya lah yang sedang berdiri.
‘’Bapak,’’ gumam Almira yang bangkit berdiri, namun Damian malah ikut duduk di sampingnya.
Damian mengulurkan air mineral yang telah ia beli, namun ketika melihat gadis kecil ini kesusahan untuk membuka air mineral, Damian mengambilnya dan membukakan untuk Almira.
‘’Makasih, Pak.’’ Kata Almira dengan kikuk.
‘’Kamu takut dengan saya?’’ tanya Damian tanpa menoleh.
Almira hanya terkekeh, ‘’Bapak ngomong apaan sih,’’ ngelas Almira.
Almira terdiam, jika ia bisa jawab jujur pasti jawabanya iya, namun karena ancaman dosen killer nya ini pasti akan selalu menakutkan untuk semua mahasiswa dan mahasiswi, membuat ia hanya diam.
‘’Jadi … menurut kamu saya ini bagaimana? Apakah saya ini memang menakutkan atau tidak?’’ tanya Damian lagi.
Almira terdiam dengan menatap lepas ke depan sana, ‘’Hmm, Bapak mau saya kasih jawaban yang bagaimana dulu?” tanya balik Almira.
Damian menoleh dan mengerutkan keningnya, ‘’Maksud kamu? Saya yang bertanya duluan tapi kenapa kamu malah bertanya balik,’’
__ADS_1
‘’Tidak, tidak apa. Saya hanya bertanya apakah Bapak ingin mendengarkan jawaban yang bagaimana dulu? Jawaban jujur apa jawaban bohong?’’ tanya Almira lagi.
‘’Hmm, baiklah. Jika begitu saya ingin mendengarkan jawaban bohong kamu,’’ jawab Damian.
Almira terdiam, Ia menoleh dan berkata, ‘’Hmm, menurut saya … Bapak itu sangat baik, sangat sopan, apalagi ke mahasiswa dan mahasiswi Bapak. Bapak tidak pernah menyusahkan kami yah karena Anda berhati sebaik dan selembut malaikat,’’
Damian hanya terkekeh dengan jawaban Almira, ‘’Jadi menurut kamu, saya ini seorang yang kasar dan berhati seperti setan, begitu?’’
‘’Tuh Bapak tahu jawabannya apa, kenapa lantas bertanya?’’ ucap Almira.
Damian semakin kagum dengan Almira, ‘’Kamu satu-satunya mahasiswi di kampus ini yang berani berkata seperti itu, dan saya kagumi itu. Oh yah satu lagi, kemungkinan kamu akan ulang semester depan,’’ ujar Damian yang bangkit berdiri dan memilih melangkah pergi, namun tidak dengan Almira.
Ia malah melotot kaget setelah dosen killernya berkata seperti itu, ‘’Pak!’’ panggil Almira.
‘’Iya, ada apa lagi?’’ tanya Damian dengan wajah dinginnya.
‘’Pak, saya itu hanya bercanda, Pak. Jangan dimasuki ke hati juga kali, Pak!’’ bujuk Almira yang masih berusaha untuk mengubah kembali ucapan Damian.
Damian memerintahkan Almira untuk mendekat dan berbisik kepadanya, ‘’Dan saya juga hanya sedang bercanda kepada kamu, jadi … tolong jangan di masukkan ke hati kamu juga yah,’’
Almira yang mendengarnya hanya tersenyum dan senyuman itu sungguh membuat Damian tersentak, detak jantungnya harus segera di periksa ke dokter saat ini juga.
‘Astaga, Damian. Jangan sampai kamu jatuh cinta kepada murid kamu sendiri, usia kamu dan dia sangat jauh berbeda, dan benar kata Toni, kalo Almira lebih cocok memanggil bapak ke kamu di bandingkan suami.’ Batin Damian yang berusaha mengelak keras untuk jatuh cinta semakin dalam kepada Almira.
__ADS_1
‘Damian, kamu hanya sebatas kagum karena gadis kecil ini bisa dekat dengan Putri, hanya itu saja, tidak mungkin lebih! Terlalu aneh jika kamu jatuh cinta padanya, yah, ini pasti hanya karena Almira dekat dengan Putri, hanya itu alasan yang membuat saya baik kepadanya!’
Bersambung.