Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen
Episode 19/ Kembalinya Mantan Istri


__ADS_3

Episode 19/ Kembalinya Mantan Istri


Titttt


Almira yang sedang menunggu bus hanya bersikap santai karena ia tahu jika mobil itu milik Damian, dirinya melirik ke jam tangan, sudah lebih dari 30 menit dirinya menunggu namun masih belum ada bus yang lewat.


Di tambah lagi, Damian malah ikut turun, membuat mood Almira semakin memburuk. Ketika Damian mendekat, ia malah memilih menjauh, Damian mengejar langkah Almira, namun kala Damian berusaha untuk mengejar Almira, tangannya langsung di tepis begitu saja.


‘’Jangan berani menyentuh saya, Bapak Damian yang terhormat!’’ kata Almira dengan menajamkan sorot matanya, bahkan membuat Damian mengangkat kedua tangannya pertanda menyerah.


Almira tersenyum manis dan kembali melangkah meninggalkan Damian yang menatapnya dengan heran, bahkan kedua tangan dosen killer itu di silangkan.


‘’Gadis yang unik, bukan gadis yang aneh!’’


…..


Almira menunggu di seberang sana, ia pun sangat heran kenapa gadis itu seakan ingin menjaga jarak dengannya. Damian memperhatikan Almira dari dalam mobil, ia hanya tersenyum-senyum sendiri seakan sudah gila.


‘’Dasar aneh, padahal sudah diberi jalan yang mudah, namun malah mencari jalan yang sulit. Padahal apa salahnya ia naik mobil ini, memangnya apa bedanya mobil saya di bandingkan bus? Sampai-sampai dia lebih menunggu hampir 1 jam lamanya di bandingkan langsung pergi dengan saya,’’ gumam Damian yang masih setia untuk menunggu bus di ujung sana.


Namun ketika Almira yang masihh keras kepala, muncul beberapa orang yang turun dari dalam mobil, Almira menatapnya dengan sinis kala ada dua pria yang berdiri di sampingnya.


Damian terus memperhatikan dari dalam mobil, ia sudah mulai berprasangka buruk terhadap kedua pria itu, mata tajam Damian tidak teralihkan, padahal ia sedang menelepon dengan seseorang.


‘’Awas saja jika berani macam-macam!’’ geram Damian.


[Maaf sebelumnya, Pak Damian. Namun apakah ada perkataan saya yang salah?]


Damian masih belum ngeh kalo dia sedang mengadakan rapat di zoom, terlebih Damian tidak menghidupkan kameranya.


[Bapak Damian?]


…..


‘’Eh iya, Pak. Ada apa?] tanya Damian yang baru sadar jika sedang melakukan rapat online.


[Apakah ada yang salah dengan ucapan barusan? Sepertinya Anda ingin memberika intruksi.]

__ADS_1


‘’Tidak, Pak. Silahkan dilanjut,’’


Damian berkali-kali memukul keningnya, kenapa ia sangat bodoh sekali, bahkan tidak sadar jika sedang berada dalam rapat para dosen.


Namun ketika ia lihat dari dalam mobil, kedua pri tersebut mulai bertindak nyeleneh, Damian langsung turun dan tidak memperdulikan dengan rapat kali ini. Namun yang terjadi malah di luar dugaan dosen killer itu, Almira dengan percaya diri melumpuhkan kedua pria itu.


Bahkan Damian sampai meneguk liurnya sendiri kala Almira sedang bertarung dengan kedua pria berbadan kekar dan memiliki banyak tato di sekujur tubuhnya.


….


Brakkk.


‘’Pergi kalian dari sini, brengsek!’’ teriak Almira.


Dengan rasa takut, kedua pria yang sudah babak belur di buatnya, langsung lari. Almira hanya tersenyum sinis.


‘’Almira di lawan, senggol dong bos!’’ gumam Almira.


Ia membalikkan tubuhnya dan betapa kagetnya mendapatkan Damian sudah berdiri di belakangnya, bahkan saking tidak sadar dengan keberadaan dosen killernya, Almira hampir terjatuh, untungnya Damian dengan sigap menangkap pinggang Almira.


Happ.


‘’Saya tahu jika saya tampan, dan saya juga tahu jika kamu terpesona dengan ketampanan yang saya miliki,’’ bisik Damian.


Almira dengan wajah kesalnya berkata, ‘’Kegeeran Anda!’’ sahutnya dengan judes.


…..


‘’Saya tidak kegeeran, memang begitulah faktanya, saya tampan dan kamu jatuh cinta kepada saya, sebuah hukum, jika ada aksi maka ada reaksi. Kamu memberikan aksi lewat sorot mata, dan saya memberikan reaksi dari kata,’’ ujar Damian dengan tenang, ia menyilangkan tangannya, dan hal itu sungguh membuat Almira semakin kesal saja.


‘’Sudahlah! Saya tidak mau tahu dengan pemikiran yang sudah terlalu jauh dari Anda, lebih baik saya pulang!’’


Damian kembali menghentikan langkah Almira, ‘’Kamu lupa, rumah kamu itu searah dengan saya!’’


‘’Tapi saya tidak kesana sekarang,’’ sahut Almira yang tersenyum dan menyingkirkan tanga Damian di pergelengan tangannya sendiri.


‘’Jika begitu kamu mau kemana?’’ tanya Damian yang penasaran.

__ADS_1


‘’Bukan urusan Anda, pak dosen! So … stop untuk mengurusi hidup saya, dan saya tidak pernah untuk ikut campur dengan urusan Anda selama ini, kan?’’


Damian terdiam, memang benar adanya ucapan Almira. Kenapa juga ia harus bersikap seolah kenal dengan mahasiswinya sendiri, padahal mereka berdua tidak memiliki hubungan khusus apapun, hanya sebatas dosen dan murid atau majikan dan pembantu, lantas kenapa ia seolah bertindak terlalu jauh.


…..


‘’Damian!’’ pekik seorang yang keluar dari mobil mewah berwarna merah menyala.


Almira ikut menoleh dan terlihat disana seorang wanita yang sepertinya seumuran dengan Damian melambaikan tangannya dan melangkah mendekat. Almira menoleh kepada Damian, dan hal yang ia lihat, raut wajah tidak suka dari dosen killerny tersebut.


‘Siapa wanita ini? Kenapa Pak Damian memberikan reaksi tidak suka?’ pikir Almira.


Ia ingin pergi namun Damian menahannya, alhasil Almira yang merupakan orang asing disana, dengan penuh rasa terpaksa tetap diam dan mendengar serta melihat sendiri apa yang akan terjadi antara dosen killernya dan wanita dengan pakaian kurang bahan itu.


‘’Damian, apa kabar?’’ ucapnya dengan ramah.


Ketika wanita seksi ini hendak memeluk Damian, namun ia malah menolak dengan memberikan wajah dingin.


‘’Kamu masih belum berubah yah, Sayang. Kamu masih Damian yang dingin,’’ ujar wanita itu.


‘Sayang?’ pikir Almira yang menoleh kepada Damian.


‘Apakah wanita ini adalah ibu kandungnya Putri?’ tebak Almira.


…..


‘’Untuk apa kamu kembali?’’ tanya Damian dengan ketus, bahkan dirinya memberikan pertanyaan namun tidak menoleh sedikitpun kepada wanita itu.


‘’Sayang, aku ini kangen sekali dengan kamu dan anak kita. Bagaimana kondisinya sekarang? Pasti sudah besar dan sangat pintar,’’ ucap wanita itu.


Damian malah terkekeh dan kembali berkata, ‘’Kangen? Buang jauh kata itu! Sekarang pergi dan jangan pernah kembali! Sekarang kamu hanya orang asing bagi saya!’’


Wanita ini masih belum menyerah, ia ingin memeluk lengan kekar Damian, namun respon yang ia dapatkan malah sangat menyakitkan. Damian malah memegang pinggang Almira tepat di depan mantan istrinya yang bernama Rahayu.


‘’Apa-apaan ini maksudnya!’’ bentak Rahayu yang tidak terima di saat ia melihat lengan kekar sang mantan suami.


‘’Tidak harus saya jelaskan, seharusnya kamu sendiri sudah paham, so … pergi jauh!’’

__ADS_1


‘’Karena kamu hanya masa lalu saya sementara dia adalah masa depan saya, mengerti kamu!’’ ucap Damian yang tersenyum manis kepada Almira.


~Bersambung.


__ADS_2