Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen
Episode 22/ calon istri


__ADS_3

Episode 22/ calon istri


Setelah menghabiskan satu jam di pusat perbelanjaan, Damian dan Almira segera keluar dari dalam pasar. Damian yang sudah sangat pengap, tidak bisa terlalu lama di dalam sana, mana tubuhnya sudah bau amis.


Almira hanya tersenyum dengan apa yang sedang menimpa Damian, dirinya langsung memasukkan semua barang belanjaan yang terbilang banyak ke dalam mobil Damian.


‘’Ehh! Tunggu! Itu ikan sam ayamnya kenapa ikut di masukkan juga ke dalam mobil?’’ tanya Damian yang takut jika mobilnya ikut bau amis.


Almira melirik dan berkata, ‘’Hmm, tentu. Terus mau bagaimana? Kan nggak mungkin ikan sama ayamnya di kembalikan ke tempat penjualnya, atau mau di tinggal di jalan saja. Saya mah terserah Bapak saja, toh ini belinya pakai uang Bapak,’’


Damian menghela nafas dan kembali berkata, ‘’Nanti mobil saya bau amis lagi!’’


Setelah mendengar ucapan Damian, dengan cepat Almira mengeluarkan semua barang belanjaan dari dalam sana, dan Damian menatap dengan heran.


‘’Kenapa di keluarkan lagi?’’ tanya Damian.


Almira menghela nafas kesal dengan pertanyaan bodoh yang di berikan oleh Damian, ‘’Bapak Damian yang terhormat, Anda sendiri yang tidak ingin mobil mewah ini bau amis, jadi … sekarang biar saya pulangnya naik ojek saja, okay. Bye!’’


……


‘’Almira, tunggu!’’ cegah Damian, namun Almira sudah terlanjur pergi menggunakan ojek.


Damian akhirnya masuk sendirian ke dalam mobil, namun ia harus terpaksa menutup mulutnya dengan masker, mobilnya memang sudah bau amis, benar-benar hari tersial bagi Damian.


‘’Apes, apes banget hidup saya! Sudah mobil harus di bawa ke bengkel, tubuh sudah bau amis, huhhh, benar-benar melelahkan!’’ kesal Damian, ia menghidupkan mobilnya, namun tidak langsung pergi ke bengkel namun ia akan mengikuti motor yang sudah membawa Almira pergi.


Almira menatap ke belakang, ia yang sadar jika mobil di belakangnya ini adalah mobil dosennya sendiri, dirinya berpura-pura tidak tahu. Namun dari kaca spion motor, Almir bisa melihat jika Damian memang sengaja untuk mengikutinya.


‘’Dasar pria aneh! Kadang dia marah-marah tidak jelas, kadang dia sangat baik, kadang dia sangat menyebalkan, benar-benar aneh!’’ gumam Almira dengan kesal.


……


‘’Heheheh, namanya juga cowok Dek.’’ Ujar tukang ojek.


‘’Eh, maaf Pak. Bapak kedengaran yah ucapan saya,’’ ucap Almira yang menjadi malu.


‘’Tidak masalah kok, tenang saja, lagian istri saya juga bilang begitu, katanya saya itu terlalu gengsian. Yah, jika di pikir-pikir emang benar sih, saya ini emang gengsian kalo udah sama istri saya,’’ sahut tukang ojek.

__ADS_1


Almira hanya manggut-manggut saja dengan penuturan darinya, hingga Almira sudah tiba dengan selamat di rumah megah milik Damian. Setelah membayar ojeknya, ia langsung melangkah masuk ke dalam.


‘’Eh, Almira. Tumben sekali belanja sendirian, kenapa tidak bilang jika mau Mang jemput?’’ tanya Mang Ujang yang sedang duduk di pos rumah.


‘’Heheh, tidak apa kok Mang. Lagian bisa belanja langsung setelah pulang kampus, jika begitu Almira masuk dulu yah. Assalamualaikum,’’ ucap Almira dengan tersenyum.


‘’Waalaikum salam,’’ sahut Mang Ujang.


…..


‘’Eh iya, Almira. Apakah kamu tidak melihat Pak Bos di kampus?’’ tanya Mang Ujang yang menghentikan langkah Almira.


‘Pak Bos itu sedang mengalami hari yang sulit, dan mungkin ia akan marah besar nanti jika sudah pulang!’ batin Almira yang kembali kesal di saat dirinya mengingat betapa menyebalkan sifat sang dosen killer.


‘’Almira, di tanya kok malah bengong sih. Apakah kamu tidak melihat ada pak bos di kampus?’’ tanya Mang Ujang.


‘’Lihat, tapi Pak Bos itu sangat sibuk sekali hari ini. Jika begitu Almira permisi dulu, udah gerah banget mau mandi,’’


Akhirnya Almira melangkah ke dapur untuk meletakkan barang belanjaan, di dapur dirinya bertemu dengan Ibunya yang kebetulan sedang masak.


‘’Assalamualaikum, Bu.’’ Ucap Almira yang memberikan salam.


‘’Waalaikum salam,’’


‘’Heheh, Pak Damian sedang sibuk, Buk. Oh yah, ini semuanya sudah lengkap, Almira ke kamar dulu yah Bu, mau mandi dulu. Sudah bau banget nih, nanti Almira ke dapur untuk bantu Ibu,’’ ucap Almira.


Namun mendadak Putri memanggil dan langsung memeluk Almira, ‘’Mama kok tumben lama sekali?’’ tanya Putri yang sedang bermain di ruang tamu.


‘Huff, untung tidak ada orang lain.’ Batin Almira yang menghela nafas lega.


…..


‘’Maaf yah, kakak soalnya harus ke pasar dulu, dan baru pulang. Putri main dulu yha, Kakak mau mandi dulu, nih udah bau, beda banget dengan Putri yang udah wangi,’’ bujuk Almira, namun Putri malah memberikan gelengan dan berkata, ‘’Putri mau ikut Mama mandi!’’ rengeknya.


‘’Tapi kan Putri sudah mandi, masa iya mau mandi lagi?’’


Putri semakin merengek, dan Almira pun akhirnya memilih untuk membawa Putri untuk masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


‘’Ma, nanti malam Mama tidurnya sama aku kan?’’ tanya Putri di saat Almira sedang mengenakan pakaian Putri yang baru saja selesai mandi.


‘’Malam ini Putri tidurnya sama Papa saja yah, Kakak mau ngerjakan tugas kuliah dulu, okay? Besok baru deh Putri tidurnya sama Kakak, gimana?’’ bujuk Almira.


‘’Yah kok gitu sih Ma. Kenapa Mama tidak tidur di kamar Papa saja kalo begitu?’’


Uhuk uhuk uhuk.


‘Haduhh, Putri. Kamu ini terlalu kecil untuk tahu semuanya, mana mungkin aku ini tidur di kamar duda itu, yang ada malah timbul fitnah!’ batin Almira, ia pun bingung menjelaskan kepada Putri yang benar-benar sudah menganggap dirinya seperti mama kandung.


…..


‘’Ma, kenapa diam aja? Apakah Papa buat salah?’’ tanya Putri, Almira tersenyum dan berkata, ‘’Tidak, Papa Putri tidak buat salah apapun. Hanya saja … kakak enggak mau menganggu Putri yang sedang tidur, jadi … putri tidurnya mala mini dengan Papa yah, malam besoknya baru deh kita tidur di kamar ini, bagaimana?’’


Akhirnya dengan banyak cara bujukan Putri memberikan anggukan.


Di tempat yang berbeda, Damian sedang menunggu mobil mewahnya di bengkel elite, tempat biasa ia akan menservis mobil.


‘’Bro, kenapa mobil lo bisa seperti ini sih? Lo habis balap liar lagi?’’ tanya orang bengkel, ia merupakan sahabat Damian dan juga pemilik bengkel.


‘’Bukan, tadi itu gue habis di hadang sama orang gila, jadi dia malah main pukul mobil gue dengan kayu. Mau marah gimana, dia itu otaknya aja yang bermasalah,’’ sahut Damian.


Pemilik bengkel itu hanya manggut-manggut, namun ia mulai merasaa tidak nyaman akan sesuatu yang sangat menganggu indra penciumannya.


‘’Bro, ini hidung gue yang salah apa gimana. Kok mobil mewah lo bau amis yah?’’ tanyanya dengan ragu-ragu.


Damian berdecak kesal dan berkata, ‘’Lo tahu, hari ini adalah hari tersial untuk gue. Sudah mobil gue di rusak oleh orang gila, gue masuk pasar juga terkena satu baskom ikan, alhasil tubuh dan mobil gue ini yang jadi sasaran bau amis!’’


Pemilik bengkel itu malah tertawa terbahak-bahak dan membuat Damian semakin kesal saja.


‘’Damian, Damian. Sumpah, ini kali pertama gue dengar jika seorang pengusaha sukses seperti lo itu mau masuk ke pasar, emang lo ngapain disana, hah? Lo itu sudah seperti ciri-ciri suami takut istri, emang lo masuk pasar karena di suruh istri lo?’’


‘’Haduhh, makanya cepat cari ibu untuk anak lo itu. Biar hidup lo nggak kesepian lagi, sedih juga gue melihat lo yang ngehalu seakan sudah punya istri saja,’’ ledek pemilik bengkel.


‘’Bukan ngehalu kali, sudah jelas calon istri!’’ ucap Damian yang keceplosan ketika pikirannya sedang memikirkan Almira.


Pemilik bengkel itu kaget dengan ucapan calon istri, bahkan saking syoknya ia mendengar jika duda tampan namun killer ini memberi isyarat jika ia sudah mulai membuka hati untuk seseorang yang special, semua perlengkapan yang sedang ia pegang dan lebih naasnya lagi malah tepat mengenai kakinya.

__ADS_1


Ia pun merintih sakit, namun Damian malah tertawa terbahak-bahak membalas ledekan dari temannya ini.


~bersambung.


__ADS_2