Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen

Nikah Kontrak Dengan Pak Dosen
Episode 26/ Saya dosennya + calon suaminya!


__ADS_3

Episode 26/ Saya dosennya + calon suaminya!


Damian sudah berada di dalam kelas, namun dirinya belum menemukan keberadaan Almira di dalam kelasnya. Ia tetap menunggu kedatangan gadis itu, bahkan kelas sudah tidak di lakukan padahal sudah lebih dari 30 menit, semua murid pun hanya bisa terdiam, tanpa ada yang mengatakan jika pembelajaran harus segera di mulai, termasuk ketua kelas.


‘Kemana lagi Almira?’ pikir Damian yang tidak bisa focus untuk memulai pembelajaran karena gadis yang sudah berhasil membuatnya tidak bisa memikirkan yang lain tidak ada di dekatnya.


Brakk.


Semua murid dibuat begitu kaget, namun tidak ada yang bisa bertanya ada apa gerangan, mereka hanya saling bertukar pandang satu sama lain dengan saling memberikan isyarat ada apa dengan Pak Damian, itu hal yang mungkin sedang mereaka bicarakan.


Damian bangkit berdiri, ia melangkah keluar begitu saja dari dalam kelas, semua murid hanya saling pandang, dan mereka semua melangkah menuju pintu depan kelas dan melihat kemana dosen damian pergi.


‘’Ada apa yah dengan Pak dosen? Kenapa dia sangat berbeda sekali hari ini? Apakah dia punya masalah di rumahnya?’’ gumam salah seorang murid.


‘’Hmm, kemungkinan begitu. lagian tidak biasanya Pak dosen akan membawa urusan pribadinya ke dalam kelas, biasanya mah Pak dosen akan tetap professional dalam bekerja, dan menyampingkan urusan apapun yang berkaitan dengan privasinya di tempat umum, namun kenapa sekarang sangat berbeda yah?’’ sahut yang lain.


Mereka semua masih menerka-nerka apa yang terjadi dengan dosen mereka, sementara itu Damian sendiri tengah menelusuri semua Lorong kampus dengan langkah panjangnya, di saat Damian melangkah maka semua jalan akan terbuka lebar untuknya.


Semua gadis akan menghindar dengan terpesona kepada ketampanan yang dimiliki oleh sang dosen, hanya saja Damian tidak pernah melirik kepada satupun gadis di kampus itu, bahkan gadis yang paling cantik sekalipun tidak pernah.


‘’Pak Damian memang sangat tampan, siapa yang tidak akan tergoda coba untuk berusaha mati-matian menjadi pasangannya,’’ puji salah seorang gadis, bahkan minuman yang ia pegang jatuh begitu saja ke lantai, karena terkagum-kagum dengan pahatan sempurna wajah tampan Damian.


‘’Hmm, kamu benar sekali, Sis. Pak Damian memang tampan, mungkin jika Pak Damian mau, dia bisa menjadi seorang model, lihatlah wajah yang ke barat-baratan, rahang tegas, hidung mancung sempurna, alis tebal, dan bola mata biru, bibir tipis namun merah, siapa yang tidak akan tergoda coba?’’ ujar yang lain.


‘’Mungkin jika Pak Damian membuka satu lowongan pencarian pacar dalam waktu 5 menit saja, pasti sudah akan banyak yang mengantri untuk menjadi kekasih dari Pak Damian, bahkan pasti mereka semua akan rela melakukan apapun. Pak Damian tinggal perlu duduk dengan tenang saja selama 5 menit, pasti gadis-gadis cantik dan seksi yang akan datang mendekat, bahkan mungkin mereka tanpa malu juga mau ngangkang sekalipun tidak di suruh oleh Pak Damian,’’ sahutnya.


Semuanya pun setuju dengan ucapan itu, bahkan sudah banyak kedapatan jika gadis-gadis yang di nobatkan sebagai gadis paling cantik di kampus itu lewat ajang kecantikan tahunan kampus, mereka semua yang berada di puncak klasemen, pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan perhatian dari Damian.


…..

__ADS_1


Sementara di tempat yang berbeda, di taman kampus. Almira sedang duduk dengan Latif, mereka berdua maka akan terlihat dari kejauhan seperti pasangan yang begitu serasi, yang satunya cantik dan yang satunya tampan mempesona.


Hanya saja Almira menganggap Latif sebatas teman masa kecil, namun berbeda sekali dengan hal yang di rasakan oleh Latif, dirinya menyimpan perasaan yang begitu mendalam kepada Almira, bahkan sudah dari lama, hanya saja Latif tidak punya keberanian untuk menyatakan cintanya.


‘’Latif, kamu ini benar-benar cari gara-gara tahu!’’ kesal Almira yang menoleh kepada Latif, tatapan mata dari gadis yang ia cintai dalam diam, benar-benar bisa merubah semuanya, bahkan Latif malah tersenyum-senyum sendiri padahal Almira sedang marah besar kepadanya.


Senyuman yang di berikan oleh Latif malah membuat Almira heran, seharusnya menjelaskan namun malah senyam-senyum sendiri.


‘’Latif, kamu kenapa sih? Kenapa senyum-senyum begitu?’’ tanya Almira dengan mengerutkan keningnya.


Latif masih belum sadarkan diri, dirinya masih sibuk tersenyum dengan halu jika ia dan Almira adalah sepasang kekasih. Almira akhirnya memukul lengan Latif dengan cukup keras, barulah Latif tersadar dari lamunannya.


‘’Eh, maaf. Ada apa?’’ tanya Latif dengan gelagapan.


‘Mampus gue, pasti Almira akan berpikir yang macam-macam kepada gue!’ batin cemas Latif.


……


Latif malah tertawa dengan berkata, ‘’Hahah, mungkin hanya firasat kamu saja Almira. Oh yah, bagaimana dengan sakit kamu? Apakah sudah mulai berkurang?’’ tanya Latif yang mengalihkan pembicaraan mereka, takutnya Almira yang super kepo ini akan lebih banyak bertanya dan sudah tentu Latif tidak ingin mempunyai resiko besar, jika nanti dirinya keceplosan akan perasaannya kepada Almira.


‘’Kalo aku baik, Latif. Yang aku tanya itu kamu, apakah kamu sedang ada masalah?’’ tanya Almira, Latif malah memberikan gelengan kepala.


‘’Hm, jika begitu. kenapa sedari tadi kamu senyam-senyum tidak jelas, kan jadinya aku cemas kepada kamu,’’ ucap Almira.


Latif malah salah mengartikan maksud dari ucapan Almira, ia pun semakin berbunga-bunga hatinya, mungkin langkahnya untuk mengatakan cinta kepada Almira semakin dekat.


‘’Kamu mencemaskan aku Almira?’’ tanya Latif dengan wajah berseri-seri.


‘’Hm, sudah tentu. Aku itu sudah kenal lama dengan kamu Latif, aku kenal dan paham jika kamu memiliki masalah, maka kamu akan berusaha menutupinya, sekalipun hal itu tidak mungkin membuat aku terkecoh. Aku bisa membedakan kamu yang benar-benar tidak ada masalah dan dengan Latif yang memiliki masalah namun berusaha untuk menutupinya dan mencari jalan keluar sendiri,’’ sahut Almira.

__ADS_1


Latif tersenyum, ‘Jika begitu, apakah kamu tahu jika kamu adalah satu-satunya masalah besar yang ada dalam hidup ku, seandainya kamu bisa tahu Almira, jika aku sangat tertekan dengan status pertemanan ini. Seandainya kamu tahu jika aku ingin mengutarakan semua rasa yang sudah tersimpan dari lama kepada kamu, itu sangat menyiksa, asalkan kamu paham Almira!’


……


Sementara itu, Damian yang sedang mencari keberadaan Almira, tanpa sengaja matanya menangkap keberadaan Almira. Ia mengepalkan tangan di saat ada seorang pria yang duduk di sebelah Almira, Damian melangkah mendekat ke sana dengan emosi yang sudah memuncak dan butuh di lampiaskan.


‘’Dasar pria tidak tahu diri, padahal ini jam pembelajaran di kelas saya, namun dirinya malah mengajak Almira untuk bolos dari kelas saya, awas saja, saya tidak akan memberikan ampun kepada pria itu!’’ gumam Damian penuh kekesalan di tambah lagi perasaan cemburu yang sudah melanda membuat Damian tidak bisa berpikir tenang, padahal jika di pikir-pikir Almira bukanlah siapanya Damian, dan untuk alasan apa ia marah.


‘’Ekhem!’’ suara berat Damian segera menyadarkan Almira, ia tidak mungkin bisa lupa dengan suara berat nan menggoda itu.


Almira membalikkan tubuhnya, maka terlihatlah jika Damian sudah berada tepat di belakang ia dan Latif. Wajah Almira pun menjadi pucat pasi, itu semua di sebabkan karena dirinya yang tidak masuk ke dalam kelas Damian pagi ini.


‘Haduhh, bisa ribet masalahnya ini.’ Cemas Almira dalam hatiny.


…..


Cukup lama Damian dan Latif saling memberikan tatapan penuh ketidak sukaan, dan membuat Almira semakin canggung saja.


‘’Hmm, Pak Damian. Perkenalkan ini namanya Latif, dia teman saya dan insya allah bakal pindah ke kampus ini,’’ ucap Almira yang mulai membuka pembicaraan.


Damian menoleh sejenak kepada Almira, kemudian sorot matanya menuju kepada Latif. Damian mengulurkan tangan sebagai perkenalan mereka, awalnya Latif merasa heran, namun dirinya menerima jabat tangan Damian.


‘’Perkenalkan nama saya Latif, saya temannya Almira dan akan pindah ke kampus ini.’’ Ucap Latif yang bisa merasakan aura kecemburuan yang begitu tinggi dari dalam diri Damian.


‘’Baik, salam kenal. Perkenalkan nama saya Damian, saya dosennya Almira sekaligus calon suaminya teman kamu!’’ ucap Damian dengan tatapan dingin kepada Latif.


Almira yang mendengarnya pun sangat kaget, bahkan ia melototkan matanya saking tidak percaya dengan ucapan yang barusan terlontarkan oleh dosen killernya sendiri.


~Bersambung.

__ADS_1


~Follow akun ig @Zadreammi untuk melihat visual pemain dan update berikutnya.


__ADS_2